Bantal Buluk


Waktu masih bayi, Faqih sering terbangun dari tidurnya karena suara di sekitarnya. Ia sensitif terhadap suara, sehingga mudah terkejut dalam tidurnya. Mbah putrinya lalu menyuruh kami meletakkan bantal kecil di dadanya untuk menghilangkan kebiasaan Faqih.

image

Memang manjur resep mbah putri, Faqih jadi tidak mudah kaget lagi tapi … sampai sekarang (umur 3 tahun) Faqih belum bisa lepas dari bantal kecil itu. Bantal yang kami berikan adalah bantal bentuk hati berwarna pink bertuliskan I love U. Bantal itu hadiah ultah kakaknya, Mufida. Bantal itu tadinya berisi kapuk dan bentuknya hatinya sempurna, tapi lama kelamaan bantal itu tinggal menyisakan cover luarnya karena Faqih tidak cuma memeluknya saat tidur tapi juga menggigitinya dan memainkan kapuk isiannya. 

image

Bantal hati pink itu sekarang tidak berbentuk hati lagi warnanyapun sudah tidak pink melainkan pink pudar kecoklatan, lebih pantas disebut kain lap ketimbang bantal. Karena kondisinya kami menyebut bantal itu bantal buluk, dan Faqih pun menyebut bantal itu bantal buluk tanpa kurang rasa sayangnya sedikitpun. Meski begitu Faqih belum bisa lepas dari bantal kesayangannya padahal ia sudah mendapatkan bantal baru yang lebih besar dan lembut, ketika ia ngantuk selain botol susu selalu bantal buluk yang dimintanya.

image image

Entah sampai kapan Faqih masih tergantung pada bantal buluk, semoga sebelum mulai sekolah nanti Faqih sudah bisa melupakan bantal buluk itu … dan tentu botol susunya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s