Mereka yang Mengandalkan Ketelitian


Setiap pagi menuju kantor saya melewati tanah pekuburan umum di bilangan Tanah Baru. Di dekat makam itu ada kios yang menjual nisan (kijing;Jawa-red). Nisan-nisan itu berjejer di tepi kiri-kanan jalan, sebagian sudah dilengkapi papan nama sebagian yang lain masih polos. Papan namanya dibuat dari plester semen dan ada juga yang dari marmer. Saya jadi ingat masa kecil saya di kampung.

image

Waktu itu kami (Papa sekeluarga) sempat menumpang di rumah Nenek karena rumah kami sedang dibangun. Saat itu kami baru pindah dari Bandung, saya kira-kira berumur 5 tahun. Saya sekolah di TK Aisyah yang waktu itu juga masih menumpang di bagian rumah Nenek saya. Setiap pulang sekolah (TK nol kecil), saya selalu main ke rumah tetangga di belakang rumah Nenek untuk menonton sesuatu. Ya, sesuatu yang sangat menarik buat saya.

image

Bapak tua itu asyik dengan pahat dan palu kayunya. Di hadapannya sepotong marmer yang sudah tertulis pola dari pensil. Bermenit-menit kemudian pola itu mulai diukirnya, deretan tulisan mulai nama hingga tanggal wafat. Setiap detil dikerjakan dengan teliti agar hasilnya sempurna sesuai pola yang telah dibuat. Sesekali bapak itu berhenti untuk menghalau debu pahatan dari permukaan marmer sambil meminum kopi yang sudah disiapkan sang istri. Terkadang saya pun disapanya, “Wis mulih sekolah, Le? Ora dolan ro kancane pa?”. Saya hanya tersenyum saja, saya terlalu asyik melihat tangan-tangan itu bekerja dengan trampil. Ketelitiannya membuat saya terpukau🙂

4 thoughts on “Mereka yang Mengandalkan Ketelitian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s