What a Colorful Day


Hari ini banyak hal terjadi, entah warna-warni atau gado-gado. Mulai dari Faqih yang rewel minta gendong pagi-pagi, teman kantor yang tiba-tiba harus cuti karena mertuanya meninggal, persiapan SWisS yang seadanya, sampe rumah yang kebanjiran air talang mampet. Ini kalo diibaratkan putaran roda sedang lumayan cepat, sebentar di atas sebentar sudah di bawah lagi🙂 , tapi pasti ada hikmah dari seharian ini.

image

Kisah Harben, Anis dan Amshol
Seorang, sebut saja Abdi punya 3 teman dekat yaitu Harben, Anis dan Amshol. Dari ketiga temannya Abdi lebih akrab dengan Harben dan Anis, sedang dengan Amshol akrab saat sedang bermasalah dengan dua teman yang lain. Harben disuka oleh Anis, kadang-kadang malah Anis lebih akrab dengannya sehingga Abdi terpaksa harus juga mengakrabi Harben. Buat Abdi Anis adalah yang utama, karenanya meski sebenarnya dia tidak terlalu suka pada Harben apa boleh buat terkadang Abdi sampai harus jungkir balik mengejar-ngejar Harben.

Hidup tidak selamanya indah, sesekali Abdi tidak bisa mengejar Harben dan hubungannya dengan Anis pun kadang bermasalah. Abdi menjadi akrab dengan Amshol ketika kondisi ini menimpanya. Abdi percaya dengan mengakrabi Amshol, Harben dan Anis akan kembali akrab dengannya. Memang kenyataannya meski Harben dan Anis agak berbeda sifat dengan Amshol, tapi Amshol adalah teman yang tidak pilih kasih. Setiap curhatan Abdi pada Amshol selalu menjadikan kondisi Harben dan Anis semakin baik. Padahal waktu Abdi bersama Amshol jauh lebih sedikit dibanding dengan Harben dan Anis. Begitulah kehidupan, kadang seperti tidak adil untuk sebagian yang lain.

Suatu saat Abdi sakit keras, Harben yang selama ini dikejar-kejar Abdi tidak mampu menolong. Begitu juga Anis, meskipun keduanya seperti sudah habis-habisan berjuang agar Abdi kembali sehat. Saat itu Amshol sering tidak terlihat, cuma kadang-kadang itupun jika Abdi memanggilnya dengan sungguh-sungguh supaya ia mau datang. Akhirnya Abdi meninggal, tinggallah Harben, Anis dan Amshol dalam kesedihan. Di hari pemakamannya, Abdi diantarkan ketiganya ke peristirahatan terakhir. Ketika pemakaman selesai Harben dan Anis pulang ke rumah Abdi, sedangkan Amshol dengan setia menunggui Abdi di sana. Sedekat apapun Abdi pada dua temannya itu, hanya Amshol saja yang menyertainya hingga malaikat Munkar-Nakir menemuinya. (Seperti dikisahkan oleh sang khotib siang tadi)

image

Hidup ini memang penuh lika-liku, bila tidak hati-hati dan waspada maka kecelakaan menjadi risiko yang mesti dihadapi. Ya, hidup ini sejatinya adalah lukisan yang penuh warna-warni. Sangpencipta telah membuat sketsanya untuk kita juga menyiapkan pilihan warnanya, tinggal bagaimana kita mewarnai lukisan itu mengikuti sketsa dengan warna-warni indah atau mengubahnya sesuai keinginan kita sendiri. Tak jarang sebagian kita melukiskan warna hitam di sebagian besar lukisan itu, tapi Sangpencipta selalu membuka kesempatan untuk kita mengubahnya kembali sesuai sketsa awal dengan warna-warni yang indah. Selamat melukis teman!

2 thoughts on “What a Colorful Day

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s