Setelah Sepekan Tanpa Posting


Hari ini bertepatan dengan 27 Rajab 1433H, atau dikenal oleh umumnya kaum muslimin sebagai hari diperingatinya Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Sayangnya tidak seperti biasa, tahun ini akhir Rajab bertepatan dengan perhelatan Euro 2012 sehingga gaung syiar Isra’ Mi’raj “kalah” dengan hingar-bingar momen 4 tahunan itu. Tidak salah memang menyenangi apalagi rutin melakukan aktifitas olahraga termasuk menonton sepakbola namun bila berlebihan sampe-sampe kelewat sholat Subuh setelah menonton pertandingan Live tentu tidak bijaksana.

Aktifitas yang cukup padat sepekan terakhir “memaksa” saya untuk mengalihkan perhatian dari menulis di blog ini ke aktifitas lain yang lebih membumi. Selain pekerjaan rutin di kantor, saya dan teman-teman DKMFUI sedang mempersiapkan kegiatan untuk rekan-rekan di kantor kami. Kegiatannya tentu yang tidak biasa karena tujuannya adalah penyegaran. Ada unsur ilmiah tapi tetap memerhatikan unsur hiburan karena yang disasar lebih banyak anak muda yang mungkin mudah bosan dengan aktifitas serius di akhir pekan.

Ada beberapa peristiwa yang bila dihubungkan menjadikan motivasi sendiri bagi saya. Di awal pekan kemarin saya membaca peristiwa pembantaian terhadap kaum muslimin di Suriah, sebuah negara timur tengah yang mendapat kemerdekaan dari Perancis dan diperintah dalam situasi darurat sejak 1963. Yang menyayat hati adalah selain wanita dan anak-anak menjadi korbannya pembunuhan disinyalir kuat dilakukan oleh pasukan pemerintah yang juga muslim. Hal ini jelas melanggar semua aturan perang, dalam Islam hal demikian dilarang bahkan terhadap kaum kafir sejak zaman Nabi SAW. Di pertengahan pekan kembali saya mendapati peristiwa pembantaian kaum muslimin di belahan bumi lain, kali ini lebih dekat dengan negeri kita. Pengusiran dan pembunuhan terhadap kaum Rohingya di Birma, akibat konflik horizontal antaretnik di negara yang barusan menyelesaikan pesta demokrasi pertamanya setelah puluhan tahun di bawah pemerintah junta militer. Peristiwa terakhir adalah maraknya korupsi di negara kita terakhir dengan ditangkapnya oknum pejabat pajak atas kasus suap dan masih panasnya dugaan kasus korupsi wisma atlet yang melibatkan politisi parpol terbesar di negeri ini.

Kiranya ketiga kondisi di atas benar-benar membuktikan hadits Rasulullah SAW. tentang keadaan ummat beliau di masa datang yang bagai makanan di nampan diperebutkan oleh banyak orang, bukan karena jumlah yang sedikit tetapi karena kualitasnya seperti buih di atas air. Dalam hadits riwayat Tsauban RA. tersebut Rasulullah SAW. menyatakan sebab rendahnya kualitas kaum muslimin di masa kini yaitu karena telat terjangkit penyakit WAHN, cinta dunia dan takut mati. Sadar atau tidak kaum muslimin saat ini memang telah berada pada kondisi tersebut. Sayangnya Rasulullah SAW tidak menyertakan sekaligus penawar penyakit WAHN itu dalam hadits beliau, meskipun dalam hadits yang lain beliau memerintahkan kita untuk memegang erat Al Qur-an dan sunnah beliau agar selamat bahkan ketika terjadi perselisihan dalam tubuh kaum muslimin.

Ada dua kondisi ekstrim ummat Islam saat ini yaitu golongan yang sangat menjaga dirinya dari serangan pemikiran musuh-musuh Islam dan golongan yang sudah menjadi korban dari peperangan (pemikiran; ghozwul fikri-red) itu. Keduanya ada di antara kita semua, sedemikian hebat peperangan itu sehingga bila kita tidak termasuk orang yang suka belajar agama dan berjama’ah akan memandang negatif golongan pertama bahkan mencapnya sebagai fanatik. Sedangkan bila tidak memahami kondisi golongan yang kedua dan berinteraksi dengan mereka bisa memunculkan stigma kafir bagi golongan kedua oleh jama’ah tertentu, maka bersikap adil dan menjaga diri kiranya menjadi pilihan yang tepat karena keduanya adalah saudara muslim yang bagaikan satu tubuh. Menghubungkan keduanya dengan cara yang baik sedemikian terjadi saling memahami dan saling kerjasama untuk kembali menjadi ummat terbaik di tengah kondisi ummat yang terpuruk adalah pilihan yang patut diambil.

Karena manusia memiliki hati, di mana segala kebaikan atau keburukan bersumber darinya, maka dakwah Islam sudah sepantasnya menyentuh manusia dari hatinya.

2 thoughts on “Setelah Sepekan Tanpa Posting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s