Motorku Sayang Motorku Malang


Beberapa hari terakhir saya tidak sendiri saat berangkat ke kantor, ada teman yang kebetulan sedang ada urusan di kantor saya sehingga saya dengan sukarela mengiringinya pergi-pulang ke-dari kantor. Entah karena motor saya yang buatan 2003 sudah lama tidak diservis trus minta diservis atau memang kondisinya memang sebegitu memprihatinkan dua hari mengangkut dua penumpang ban depan bocor tertembus paku ulir. Saya sempat merasakan keanehan saat berangkat dan pulang, saya sangka ada masalah dengan ban belakang tapi ternyata tidak ada apa-apa waktu saya periksa. Karena sangat capek saya ketiduran sehingga baru memasukkan motor ke dalam rumah lewat jam 12 malam, saat saya sadari ternyata ban depannya bocor karena terkena paku. Hadoh … mo dibawa ke mana tengah malam begini? Saya pasrah, semoga besok pagi-pagi ada tambal ban dekat rumah yang sudah buka.

image

Lepas Subuh saya coba mencari bengkel tambal ban yang buka, alhamdulillah ada yang buka. Saya pun segera mengambil motor saya untuk ditambal. Hampir jam 6.30 saat motor sudah beres, saya pun buru-buru bersiap berangkat ke kantor. Pagi itu saya tidak melalui jalan biasa, teman yang bersama saya ada urusan di tempat lain yang searah kantor saya. Di tengah perjalanan itu saya benar-benar merasakan motor saya kehilangan tenaganya, hampir-hampir karena itu saya terserempet mobil saat mendahului kendaraan lain. Huff … sepertinya memang motor saya butuh perawatan ekstra.

Saya teringat kejadian saat motor ini harus diopname selama beberapa malam karena kesalahan teknisi memasang rantai keteng, bukannya motor lebih mantap malah mogok di tengah jalan tanpa bisa dinyalakan lagi. Sampe sekarang, meski sesudahnya motor bisa jalan lagi, kerusakan itu masih sering berasa tapi apa daya tak mungkin juga meminta ganti rugi pada montir harian di bengkel tak resmi bukan. Yang selalu terfikir adalah menyervis mesin motor saya secara menyeluruh, kalo perlu sampe turun mesin, agar meski penampilan fisiknya sudah tampak ketinggalan tapi urusan mesin dan tarikannya tidak kalah dengan motor-motor baru. Semoga saya punya kesempatan untuk mewujudkannya … Aamiin.

2 thoughts on “Motorku Sayang Motorku Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s