Walimah dan Muhasabah


image

Hari ini dua orang sahabat menggenapkan separuh dien mereka, waktunya hampir berbarengan di dua tempat yang berbeda. Saya sempatkan hadir di kedua tempat meski tidak di kedua akad nikah, satu akad nikah dan yang lain resepsinya. Yang pertama sengaja saya hadiri akad nikahnya karena lokasinya cukup dekat dari rumah sedangkan yang kedua resepsinya karena cukup waktu buat saya dengan motor kesayangan menempuhnya tanpa harus kembali ke rumah dulu.

image

Nasihat untuk Pengantin
Setiap kali menghadiri acara akad nikah selalu ada momen untuk saya kembali mengingat masa yang telah lalu di saat saya sendiri melaluinya seperti yang sedang calon pengantin alami. Terlebih saat penghulu atau ustadz menyampaikan khutbah nikah, nasihat itu tidak sama sekali hanya untuk mereka yang sedang menikah. Seperti hari ini ketika ustadz menyampaikan tausyiah ditegaskannya bahwa khutbah nikah termasuk juga untuk para pengantin lama seperti beliau dan tentu saya.

image

Agama itu nasihat, demikian sepotong hadits Rasulullah SAW. Karenanya bagi orang-orang yang beriman setiap tuntunan agama adalah nasihat untuk mereka. Termasuk ketika di antara mereka melangsungkan pernikahan, selalu menjadi momen untuk menasihati mereka yang sudah melaluinya bahkan juga mereka yang belum mengalaminya. Tak peduli berapa lama umur pernikahan seseorang, nasihat pernikahan dalam agama tak pernah basi atau kadaluarsa.

Buat saya sendiri momen akad nikah dan khutbah nikah adalah momen untuk me-refresh niat saya menjalani pernikahan kami.

Walimah adalah Pilihan
Walimatul ‘ursy atau resepsi nikah adalah sunnah Rasulullah SAW. Ketika seorang sahabat menikah maka beliau SAW. memerintahkannya memotong kambing dan mengundang para tetangga. Walimah menjadi momen penting untuk mengenalkan status baru seseorang kepada khalayak umum terlebih bagi seorang perempuan. Meski dengan sepotong kambing, para sahabat Rasul SAW. tak pernah meninggalkannya.

image

Sayangnya sekarang walimah tidak hanya mengemban misi sosial itu tetapi juga menjadi suatu tolok ukur tingkat sosial suatu keluarga.Tidak jarang sepasang pengantin mesti mengeluarkan biaya hingga puluhan bahkan ratusan juta Rupiah untuk sebuah event tersebut. Bagi publik figur seperti artis atau pejabat, walimah seharga milyaran Rupiah adalah biasa saja. Sebagian malah seperti berlomba-lomba menyelenggarakan walimah dengan biaya yang lebih tinggi.

Pengorbanan yang terkadang sia-sia karena yang diharapkan dari sebuah walimah adalah do’a para tamu untuk keberkahan keluarga baru sekali-kali bukan pujian atau sanjungan, karenanya Rasul SAW. menyebutkan walimah yang berkah adalah yang di dalamnya diundang fakir miskin dan anak yatim yang do’a mereka tentu didengar Allah SWT. (istijabah).

Barokallahulakuma wabaroka ‘alaikuma wajama’a bainakuma fi khoir

9 thoughts on “Walimah dan Muhasabah

  1. saya bisa datangnya di akad trivan doang mas,
    rencananya tadi mau ke akad karfi jg, tapi ternayta jadwal di trivan molor, akhirnya gak kekejar, karena harus ke kantor lagi

  2. sip.. btw usul donk tlg disampaikan ke ibu2… info jadwal arisan jangan dadakan donk ke aq biar bisa tak transfer sekalian uangnya d akhir bulan (setelah gajian). biar nggak memberatkan yg lain juga. minimal jadwalnya bulan apa. matur nuwun.

    1. Insya’Allah disampaikan. Sebenarnya buat arisan itu kan kesepakatannya 2 bulanan jadi rutin saja kirim setiap 2 bulan biar gak harus diingetin kaya’ bayar listrik aja gitu.

      Btw, emang mesti nyisihin dari gaji suami ya … kirain ngambil dari keuntungan jualan online?🙂

      1. aq lupa jadwalnya. saking banyaknya arisan, maklum ibu2 PKK…he.he… btw kalo keuntungan jualan sich buat ditabung mas. sama beli pulsa… maklum masih kecil2an…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s