Beberapa Hari Menjelang Ramadhan (Bag. 4)


Nyadran | Kenangan di masa kecil
Hari ini Ahad terakhir sebelum Ramadhan, saja jadi ingat masa kecil saya di kampung halaman. Waktu itu yang masih segar di ingatan saya adalah kami di kampung Trunan, kelurahan Tidar, Kota Magelang terbiasa melakukan ritual nyadran ke Gunung Tidar. Nyadran adalah ritual memanjatkan do’a bersama di makam Kyai Sepanjang, salah satu sesepuh Kota Magelang. Makamnya terletak di lereng dekat puncak bukit yang lebih dikenal dengan Gunung Tidar, bukit yang dipercaya sebagai pusat/pasak Pulau Jawa. Saya sendiri tidak tau pasti sejarah dan hubungan antara Kyai Sepanjang dan Kota Magelang.

Yang dulu dilakukan oleh warga kampung Trunan adalah memasak makan besar atau menyiapkan jajanan pasar untuk disantap setelah ritual do’a bersama. Selanjutnya pada hari Ahad terakhir sebelum Ramadhan seluruh warga baik tua maupun muda membawa makanan dan minuman yang telah disiapkan ke makam Kyai Sepanjang dengan berjalan kaki secara massal. Nyadran adalah tradisi yang dilakukan secara turun temurun entah sejak kapan, mungkin saat ini pun masih ada yang melakukannya. Ritual dipimpin oleh pak kaum, sesepuh kampung yang dipercaya warga untuk memimpin ritual-ritual terutama peribadatan. Sesudahnya seluruh warga menyantap seluruh makanan dan minuman yang dibawa sampai habis tak tersisa.

Nyadran mungkin suatu ritual kramat buat tetua warga Trunan, tapi tidak demikian buat generasi mudanya. Selain sensasi kumpul rame-rame sekampung di atas bukit setahun sekali, Nyadran juga menyuguhkan wisata kuliner di akhir bulan Sya’ban menjelang puasa. Meski tidak semua warga mampu memasak makanan mewah saat Nyadran, selalu ada yang menyisihkan sebagian rizki untuk sepanci gulai kambing utuh. Inilah salah satu yang membuat anak-anak muda tertarik untuk ikut capek-capek naik bukit Tidar.

Mungkin sudah lebih dari 20 tahun saya tidak lagi ikut Nyadran, tapi saya masih ingat rasanya berkumpul bersama saudara dan teman sambil menikmati makanan dalam suasana bukit yang sejuk. Rasanya jadi ingin kembali ke masa kecil he he he. Ada foto kiriman sepupu saya yang menggambarkan sebuah monumen baru di atas bukit Tidar sekarang. Sekilas tadi saya sempat membaca harian Kompas tentang tradisi Nyadran yang dilakukan juga oleh masyarakat di berbagai daerah, ternyata … bukan satu-satunya di Magelang. Tapi tetap saja menjadi salah satu kenangan tak terlupakan dalam hidup saya. Apa Anda punya kenangan yang serupa?

image
Monumen di puncak Bukit Tidar

4 thoughts on “Beberapa Hari Menjelang Ramadhan (Bag. 4)

  1. kenangan d masa kecil memang sangat indah mas. terkadang ketika kita sudah merasa dewasa, kita sangat ingin kembali ke masa-masa kecil dulu. tulisannya bagus mas,😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s