30 Hari Meniti Iman (Hari 1)


Malam
M-BM-I-BI-T.20-W.3-T.2-TJ.30

Malam tadi Ramadhan datang menyapa kita, meski sebagian di antara kaum muslimin di tanah air sudah lebih dulu memulai puasa kemarin pagi hal itu tidak menjadi masalah khususnya bagi orang yang bersukacita atas kehadiran tamu istimewa ini. Bergembira atas sesuatu mungkin tidak mudah bila kita tidak terbiasa atau benar-benar cenderung kepadanya tapi bergembira dengan datangnya bulan suci ini didasari dari pemahaman atas besarnya keutamaan yang bisa kita dapat di dalamnya. Setiap kita tentu memiliki kesan lahir atas bulan Ramadhan, tapi sudahkah kita merasakan kesan batin saat bersamanya.

Saya ingat waktu masih TK dulu, bulan puasa identik dengan ta’jil (snack-red) setelah sholat tarawih dan jalan-jalan setelah sholat Subuh. Saat SD saya mulai menghafal surat-surat pendek dengan Mama sebagai mentor, sungguh pengalaman yang tak terlupakan. Ramadhan di SMP dan SMA selalu identik dengan pesantren kilat, baik sebagai peserta maupun sebagai panitia. Saat kuliah, karena saya tinggal di asrama, Ramadhan mengubah kampus layaknya pesantren. Begitu indah mengingat masa-masa itu.

Siang
QS-S-D.2-QD.2-D-BD.2-A-J-TJ.1

Merencanakan hari ternyata tak selalu mudah, selalu ada kejutan yang memaksa kita untuk mengubah rencana mengikuti situasi kondisi. Seperti hari ini, tak ada rencana ke Puskesmas tapi saat sahur Mufida mengeluh sakit tenggorokan dan minta periksa ke sana. Jadilah saya dan anak-anak berobat ke Puskesmas pagi ini.

Hampir Dzuhur ketika sebuah pesan singkat (SMS-red) masuk ke hp saya berisi tentang berita duka. Ayahanda seorang teman meninggal siang tadi karena sakit, otomatis agenda ke bimbel istri untuk suatu urusan batal berubah mengunjungi shohibul musibah untuk turut mendo’akan almarhum. Sedih, mengingat usia almarhum hampir setara dengan usia ayah saya dan juga ayahanda seorang teman lain yang wafat sekitar sebulan lalu. Semoga kita semua mendapat pengakhiran yang terbaik (khusnul khatimah-red).

Kadang terlintas di fikiran saya, kenapa selalu tak mudah untuk saya? Meminjam tagline sang bintang lapangan hijau “Why always Me?” … he he he, tapi saya sadar tak ada yang tiba-tiba dalam hidup, selalu ada proses dan semua dalam skenario Sangpemilik Kehidupan. Dalam perjalanan menuju rumah duka, kondisi dua hp saya yang lowbat sehingga menghentikan usaha saya untuk mengontak satu-satu teman yang lain membulatkan niat saya untuk mengganti hp kesayangan dengan yang lebih bandel dan setipe dengan hp Android supaya kompatibel dengan mobile charger yang juga ingin saya beli. Komunikasi adalah vital, karenanya pengorbanan atas keberlangsungan komunikasi adalah suatu hal yang lumrah.

Target saya merampungkan Juz ‘Amma hari ini menyisakan 2 lembar tak tercapai. Di sisa 15 menit terakhir menjelang Maghrib bahkan saya sudah tidak mampu membaca bahkan sebaris lagi dan tertidur pulas hingga istri membangunkan saya untuk berbuka. Bersiap siaga dengan gadget dan tas compact dalam setiap situasi tampaknya mesti jadi satu alternatif buat saya mengoptimalkan momen bulan Ramadhan ini. Meski saya sadar kondisi saya tidak sesegar mereka, adik-adik kelas di kantor, bukan berarti saya harus kalah saat berlomba dalam kebaikan bukan? Toh soal semangat sepertinya saya tak lebih loyo dari mereka yang jauh lebih muda, setidaknya itu yang ada dalam hati saya.

Selamat jalan Pak, semoga Allah menerimamu di tempat terbaik dan menjadikan anak-cucumu pribadi yang sholih. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu

7 thoughts on “30 Hari Meniti Iman (Hari 1)

  1. Selamat menunaikan ibadah puasa..
    Semoga kita semua mendapat keberkahan di bulan yg suci ini..
    aamiin..🙂

    Marhaban ya ramadhan..
    Kunjungan di pagi hari.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s