30 Hari Meniti Iman (Hari 2)


Malam
M-BM-I-BI-T.20-W.3-T.2-TJ.1

Malam tadi tidak ada hal yang baru, cuma shaf tarawih yang ternyata sudah mulai maju ke depan. Tahun ini mungkin agak menurun dari kuantitas, tahun kemarin shaf membludak sampe ada yang tidak kebagian tempat. Memang sebelum Ramadhan ada setidaknya 3 KK yang pindah rumah meski 2 di antaranya sudah digantikan dengan penghuni baru. Ada catatan tentang jadwal imam tarawih, tapi mestinya tidak ada hubungan antara imam dengan jumlah jama’ah sholat tarawih.

Ramadhan tahun ini saya ingin bisa membaca terjemah Qur-an lengkap (30 juz-red), sayang 2 malam berlalu sedang saya belum menemukan waktu yang tepat untuk melakukannya. Sebenarnya mushaf yang saya pakai sekarang sudah dilengkapi dengan terjemah Depag, tulisan arabnya pun sudah mendekati mushaf Utsmani meski cenderung familiar dengan mushaf Indonesia. Cuma kondisi badan saja kiranya yang belum terbiasa, seperti semalam saya pun ketiduran setelah posting di blog dan baru terbangun lewat tengah malam. Mestinya setelah bangun saya bisa melanjutkan tilawah/baca terjemah, tapi saya memilih untuk melanjutkan tidur dan baru bangun menjelang sahur.

Mungkin di antara Anda ada yang sudah punya jadwal untuk mengkaji Al Qur-an dan bisa berbagi di sini?

Siang
QS-S-M-D-QD.2-D-A-TJ.2

Baru mulai juz 2, mata sudah berat banget walhasil matahari mulai terbit saya malah tenggelam dalam tidur ayam. Bangun-bangun matahari sudah mulai tinggi, Faqih sudah rapi. Dia sudah mandi malah sudah jajan ke warung … hadoh bocah puasa-puasa malah jajan. Maklum dia belum puasa, kakaknya saja masih puasa setengah hari. Kalo disuruh puasa dan sahur paling dia nanya mulu puasa itu apa, sahur itu apa, dan saya pun dibuatnya kerepotan dengan pertanyaan yang beruntun dan berulang-ulang.

Agak siang saya mampir ke bimbel istri sebelum lembur ke kantor. Agendanya menyiapkan bimbel untuk dipasangi AC mengingat ruang kelasnya masih memakai kamar di rumah petak kontrakan kami. Banyak lubang angin yang mesti ditutup, jendela juga pintu. Ternyata tidak mudah pasang AC di rumah yang tidak disiapkan untuk itu ya, baru tentang kedap udaranya belum termasuk repotnya instalasi dan pengamanannya. Sudah kebayang apa saja yang mesti dilakukan saat dan sesudah AC terpasang padahal ini kan Ramadhan, ada hal lain yang mungkin lebih baik untuk diutamakan.

Ramadhan memang tak lepas dari ujian, meskipun dalam keyakinan kita sebuan ini setan-setan dibelenggu. Terbukti godaan nafsu dalam diri bisa sekuat godaan setan di luar Ramadhan, karena Allah memberikan potensi fujur (keburukan-red) dan taqwa (kebaikan-red) pada setiap manusia. Momentum ini mesti kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk melatih diri selalu memenangkan kebaikan atas keburukan dalam diri kita. Semoga di akhir Ramadhan kita termasuk dalam golongan orang yang bertaqwa (mendapat kemenangan hakiki-red). Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s