30 Hari Meniti Iman (Hari 3)


Malam
M-BM-I-BI-T.20-W.3-TJ.2

Malam tadi di musholla samping rumah yang jadi imam sholat tarawih seorang anak muda yang belum menikah. Bacaan sholatnya lebih baik dari imam-imam senior dan ritme sholatnya disukai jama’ah ibu-ibu, bahkan istri sayapun menjadikannya standar yang pas untuk jadi imam tarawih. Tahun lalu adalah debut pertama pemuda ini sebagai imam sholat tarawih, waktu itu beberapa orang sempat menyampaikan kritikan pedas meskipun boleh jadi yang mengkritik tidak lebih baik dari yang dikritik. Alhamdulillah tahun ini tidak ada yang berkomentar, semoga berarti mereka sudah mulai toleran terhadap perubahan.

image
Pasar kaget di Ciganjur

Meramaikan musholla di bulan Ramadhan lebih mudah dibanding di bulan-bulan lain. Alasannya selain karena keutamaan yang dijanjikan Allah juga karena sudah menjadi adat atau kebiasaan di masyarakat kita. Tidak hanya di Indonesia, di Malaysia dalam film Ipin-Upin pun digambarkan tentang semaraknya Ramadhan dengan ramainya masjid oleh jama’ah. Beberapa tahun lalu saya sempat melakukan perjalanan di beberapa kota di Kalbar, tidak beda jauh dengan di Jawa, masjid ramai saat tarawih. Juga di kota-kota di Serawak, selain masjid pasar-pasar kaget pun menjamur dan dipenuhi pembeli. Terbukti di bulan suci ini aktifitas ekonomi meningkat seiring dengan meningkatnya aktifitas ibadah, semacam berkah yang tidak bisa dinafikan oleh siapapun.

Nah, bagaimana dengan Anda apakah merasakan hal serupa?

Siang
T.2-QS-S-D-BD.2-A-TJ.3

Pagi-pagi berangkat ke kantor, anak-anak masih tidur. Ternyata jalanan sudah ramai, anak-anak sekolah sudah mulai masuk sekolah. Perjalanan berlanjut dengan mobil kantor, jalanan lebih macet dari biasanya. Jarak yang biasa ditempuh dalam 1,5 jam pagi tadi menghabiskan waktu hampir 3 jam … hufff. Tapi gak apa-apalah itung-itung bisa ngaji di jalan. Lumayan, tilawah beberapa lembar trus dengerin ceramah dari ustadz motivator tentang harta yang berkah. Alhamdulillah dapat pencerahan …

Kerjaan dinas sering berseberangan dengan keinginan memaksimalkan ibadah, contohnya hari ini saya jadi tidak bisa sholat Dhuha dan qobliyah Dzuhur karena harus rapat luar kantor. Ya semoga Allah tetap memberikan kebaikan pada saya. Eh iya, saya dapat info bermanfaat tentang musholla dan karpet masjid. Ini dia fotonya.

image
Musholla di DJA

Perjalanan pulang 2 jam, saking ngantuknya saya gak sadar sudah hampir dekat kantor. Syukur, setelah kerjaan selesai bisa sholat Asar di masjid kantor trus ngejar target tilawah. Nikmatnya bisa berlama-lama di masjid, selain teduh dan tidak gerah saya juga bisa mendengarkan alunan merdu bacaan Al Qur-an dari saudara-saudara seiman yang saling berlomba mencapai sebanyak-banyak pahala di bulan suci ini. Seandainya sepanjang tahun seperti ini tentu menentramkan 🙂

2 thoughts on “30 Hari Meniti Iman (Hari 3)

  1. memang semua kalu baru pertama pasti menjadi bahan bicaraan, ada yang mengkritik dan ada yang mendukung. Hanya kekonsistenan dan ketabahan hati yang mampu menjadiknnya kuat dan berhasil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s