30 Hari Meniti Iman (Hari 5)


He he he … saya mulai keteteran posting setiap hari😉 Hmmm …dan saya hampir lupa apa yang sudah saya lakukan kemarin.

Malam
M-BM-I-BI-T.16-W.3-TJ.4

Pernahkah Anda melihat atau menemui anak-anak kecil yang membuat ribut di masjid ketika orang-orang sedang sholat tarawih? Bila ya, apa yang Anda pikirkan atau lakukan terhadap mereka? Saya termasuk orang yang tidak merasa terganggu dengan hal tersebut meski saya pernah jadi korban, begini ceritanya. Waktu saya SD kelas 4 keluarga pindah rumah, persis di sebelah masjid besar. Saya seperti halnya anak-anak lain selalu senang mengikuti sholat tarawih di masjid. Nah, pada suatu malam sholat tarawih dipimpin oleh imam masjid yang kebetulan “masih kakek” (pernah; Jawa-red). Waktu itu saya sholat di samping anak-anak lain, sayangnya mereka selalu bercanda dalam sholat dan membuat kegaduhan. Jadilah sholat terganggu sehingga imam sholat sempat mengingatkan agar anak-anak tidak ribut. Karena setelah itu teman-teman masih saja membuat kegaduhan, imam akhirnya mengambil tindakan tegas dengan menghampiri dan menjewer kuping saya. Nah lho, dalam hati, koq saya yang dijewer, apa salah saya? Benarlah pepatah berteman dengan tukang besi ikut terbakar, berteman dengan tukang parfum ikut wangi. Meski demikian sampai sekarang saya tidak dendam kepada beliau, semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin.

Pertanyaan berikutnya adalah, bagaimana kalo yang ribut itu anak Anda? He he he … Nah, buat saya pun itu tidak mengganggu. Kita sedang menghadapi anak-anak di bawah umur, kebanyakan belum sekolah dan belum paham apa yang sedang kita kerjakan. Mungkin sebagian orang menjadi marah seperti kakek saya dan melakukan tindakan tegas bahkan keras tapi bahkan Rasulullah SAW yang saat itu menjadi imam sholat tidak ingin membuat cucu-cucunya kecewa karena terhenti dari kesenangannya main kuda-kudaan di punggung beliau ketika beliau sedang sujud. Adakah contoh yang lebih mulia dari Rasul Muhammad SAW? Saya pribadi menjawah TIDAK ADA. Bagaimana dengan Anda?

Siang
T.2-QS-S-D-BD.2-A-TJ.5

Ceramah agama yang menarik dan sarat pelajaran adalah harapan jama’ah kajian, dan tantangan setiap mubaligh. Kadang saya temui ceramah yang isinya menarik tapi penyampaiannya monoton, kadang juga ceramah yang isinya biasa tapi disampaikan dengan humor. Saya sendiri lebih senang ceramah yang disampaikan dengan bersemangat, runtun dan tidak monoton meski saya kurang suka jika didominasi dengan humor yang boleh jadi gak nyambung dengan isi materinya.

Dalam keseharian kita tidak bisa lepas dari komunikasi di mana konten dan media menjadi bagian di dalamnya. Kadang konten kita pentingkan dibanding medianya, kadang juga sebaliknya. Akibatnya informasi sering ditangkap dan dipersepsi keliru oleh orang lain. Penyamaan persepsi selalu membutuhkan waktu dan proses yang tidak sebentar. Hanya hewan saja kiranya yang berkomunikasi dengan persepsi yang sama karena masing-masing telah mempunyai insting yang serupa, berbeda dengan manusia yang menggunakan akal dan perasaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s