30 Hari Meniti Iman (Hari 7)


Malam
M-BM-I-BI-T.14-W.3-TJ.7

Sepekan sudah Ramadhan bersama kita, begitu cepat waktu berlalu. Ada yang tercapai, ada yang terlewat. Benarlah sifat manusia cepat bosan, karenanya bahkan untuk urusan agama tidak boleh memaksakan diri. Amalan yang kecil tapi rutin lebih disukai Allah ketimbang yang tidak rutin. Yang ini sudah terlihat dari jumlah jama’ah sholat tarawih yang tinggal 2-3 baris padahal Ramadhan masih 3 pekan lagi. Semoga kita termasuk yang istiqomah dalam ketaatan, aamiin.

Entah benar atau tidak, sepekan di awal puasa ini volume pekerjaan kantor seperti semakin meningkat. Untungnya itu berimbas positif pada income saya sehingga ada yang bisa ditutupi atau sekedar diberikan pada istri dan anak-anak. Meski demikian setiap kebaikan selalu membutuhkan pengorbanan dan kesabaran, hikmah itu datang setelah pembelajaran mendalam atas pengalaman. Teruntuk orang-orang kesayangan, aku tak akan menyerah pada kalian sampai Allah menentukan lain.

Siang
T.2-QS-S-D.4-J-BJ.4-A-TJ.7

Seperti biasa jalanan ramai di pagi hari, bahkan di bulan puasa para pengendara motor tetap beringas bersemangat memacu kendaraan mereka. Beberapa hari di awal pekan polantas belum terlihat, tadi bahkan saya melihat yang sudah aktif menilang pengendara nakal tidak disiplin. Meski puasa bukan berarti mengurangi porsi tugas, tapi juga tidak melanggar aturan-aturan tentunya. Tapi memang ada penyesuaian karena puasa, seperti jam kerja kantor.

image
Urinoir berdiri dilengkapi shield dan pancuran

Hari ini saya dinas ke kantor pemerintah di bilangan Jakpus. Saya sempat mampir ke toilet untuk melihat kondisinya, siapa tau ada perubahan. Ada hal yang sering mengganggu ketika saya BAK di toilet umum yang menyediakan fasilitas urinoir berdiri dan WC duduk. Yang pertama, saya sering tidak yakin air seni tidak terciprat ke celana terutama saat penyiraman dan air untuk bersuci pun sering sangat sedikit bahkan ada yang tidak tersedia. Yang kedua, WC duduk memang tidak disiapkan untuk BAK sehingga bersuci dengan selang menjadi sangat merepotkan karena semburannya kencang sering sulit dikontrol. Saya belum menemukan yang cocok kecuali di WC jongkok yang biasanya menyediakan kran air dan ember. Jorok? Bukan, karena kebersihan sebagian dari iman.

image
WC jongkok dengan selang
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s