30 Hari Meniti Iman (Hari 27)


Malam
M-I-TJ.26

Mudik, aktifitas yang menjadi tradisi bagi orang Indonesia di manapun berada termasuk saya. Alasan utamanya adalah karena orangtua masih tinggal di kampung halaman. Mudik menjadi bagian dari bakti anak pada orangtua, meski seringkali harus ditebus dengan harga yang mahal. Tercatat lebih dari 100 korban kecelakaan dalam 3 hari awal masa mudik tahun ini.

Saya bersama istri dan anak-anak juga masih diberi kesempatan untuk mudik meski saya harus merogoh kantong hampir 3 kali lebih dalam dari biasanya. Untungnya meski ada keterlambatan, perjalanan kami cukup lancar karena lalulintas belum masuk masa puncak. Lebih untung lagi daripada tidak, ada kursi kosong di sebelah kursi saya yang bisa dipakai untuk Mufida secara anak-anak sudah terlalu besar untuk duduk berdua. Hal seperti ini biasa untuk angkutan umum yang pernah saya gunakan kecuali pesawat, hal yang mungkin tabu untuk semua jenis angkutan umum di luar negeri.

Siang
S-QD.2-D-BD.2-A-TJ.27

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s