29 Hari Tidak Cukup …


Ramadhan adalah media bagi setiap muslim untuk mengendalikan hawa nafsu. Termasuk yang dikendalikan selain nafsu perut dan syahwat adalah amarah. Hingga bila ada yang ingin melakukan kejahatan pada orang berpuasa, Rasulullah menyuruhnya untuk bilang bila ia sedang berpuasa. Hal ini tidak lepas dari tabiat manusia yang dikaruniai Allah dua potensi yaitu keburukan (fujur) dan kebaikan (taqwa).

Namun tidak jarang ditemui setelah sebulan penuh berpuasa ternyata beberapa sifat buruk tidak lantas hilang begitu saja. Amarah misalnya, tidak langsung bisa dikendalikan meski telah dilatih bersabar dalam 29 hari. Selalu saja ada kondisi yang menekan, mendorong emosi untuk meluapkan amarah menjadi tidak terkendali. Terlebih saat tubuh tidak lagi berpuasa maka ada lebih banyak energi yang bisa dibakar menjadi amarah, persis seperti itulah sifat setan yang diciptakan Allah dari api. Karena amarah datangnya dari setan bukan?

Dari sini diambil pelajaran bahwa puasa sebulan penuh tidak cukup untuk menghilangkan sifat-sifat buruk manusiawi karena beberapa faktor:
1. Puasa yang tidak efektif; sebagaimana disinyalir oleh Rasul SAW bahwa ada di antara orang yang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa kecuali hanya lapar dan haus saja. Puasa yang tidak mengubah seseorang menjadi pribadi yang lebih baik karena tidak mengendalikan sifat buruk selama berpuasa.
2. Kebiasan buruk yang kambuhan; sebagaimana tabiat manusia yang mudah mengeluh dan lupa diri maka puasa yang sebulan dijalani dilupakan dengan mudah saat lebaran menjelang. Seperti pepatah kemarau setahun dihapus hujan sehari, seperti itulah karakter manusia.
3. Setan musuh abadi yang pantang menyerah; bukan alasan klasik karena setelah Ramadhan berakhir belenggu setan-setan dilepaskan sehingga leluasa menggoda manusia. Sebagaimana dimaklumi bersama bahwa misi setan adalah menyesatkan anak-cucu Adam AS. sehingga masuk ke neraka bersama mereka kelak.

Karenanya menjadi penting untuk memerhatikan hakikat puasa dan membawanya ke bulan-bulan di luar Ramadhan. Ini sebagai antisipasi terhadap faktor-faktor di atas, agar tujuan puasa Ramadhan benar-benar bisa tercapai. Menjadi pribadi bertakwa adalah perjuangan sepanjang hayat, persis gambaran sahabat tentang takwa layaknya berjalan berhati-hati di jalan yang penuh duri. Karena 29 hari tidak cukup untuk itu … melainkan seumur hidup🙂

Sebagai penutup seperti janji saya untuk berbagi cerita tentang perjalanan mudik ke kampung halaman, saya tuliskan secara bertahap dimulai dari tulisan ini: Yang Menarik di Magelang (Bag. 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s