Jabatan Publik, Apakah Sebanding dengan Tanggung Jawab Sosial


Akhir-akhir ini saya sering menemui fenomena sosial yang memrihatinkan. Suatu sore sepulang kantor saya melihat seorang bapak paruh baya mengayuh sepeda bututnya menyusuri Jalan Saco, Ragunan. Dari tampilannya sepertinya beliau sudah tidak asing buat saya, beberapa kali saya melihat sosok bapak ini di Kavling Polri dengan sepeda mininya. Benar saja. Saat hampir melewatinya saya melirik padanya, seorang bayi mungil umur setahunan tidur di dalam keranjang sepedanya. Pulas sekali seolah-olah tidur di kasur pegas yang empuk, padahal nyatanya ia tidur di tempat yang berisiko. Sungguh pemandangan yang miris. Saya lupa pernah memasang fotonya di sini atau belum?

image

Kemarin lusa saya lagi-lagi menemui fenomena kemiskinan. Saya berhenti di depan toko martabak, sudah lama saya tidak membelikan anak-anak martabak manis. Sesaat saya tertegun melihat seorang ibu muda duduk di trotoar sedang bermain dengan anaknya yang masih balita. Dia membawa karung beras besar di dekatnya, jelaslah kalo profesinya adalah pemulung. Sang anak tampak menangis, entah merasa haus, lapar, mengantuk atau capek. Sesaat kemudian seorang lelaki muda yang mungkin ayahnya datang membawa dua gelas air minum mineral lalu mereka minum bersama. Ketika hal ini saya ceritakan pada istri saya, dia pun mengaku sering melihat ibu-ibu pemulung yang menggendong anak balitanya. Saya juga sering melihat pemulung yang menarik gerobak lengkap dengan istri dan anak-anaknya, seperti foto berikut.

image

Saya jadi teringat riwayat yang menyebutkan Rasulullah SAW. menyuapi pengemis buta Yahudi, Khalifah Abu Bakar ash-Shidiq membawakan penduduk Madinah selimut, dan Umar bin Khaththab mengangkut beras ke rumah janda miskin. Mereka adalah pemimpin umat, mereka juga pemuka agama, dan yang paling penting buat kita mereka adalah contoh manusia-manusia terbaik di muka bumi. Mereka adalah generasi pemimpin terbaik yang pernah ada, bukan hanya karena luasnya wilayah kekuasaan mereka melainkan lebih karena kemuliaan akhlak mereka.

Pertanyaannya buat kita, jabatan publik yang kita sandang saat ini apakah sebanding dengan tanggung jawab sosial yang sudah kita tunaikan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s