Road to Makassar (Day 3)


image
Sunset di pantai Losari

Sunset di Losari
Dua hari sudah Jon dan Jay berada di Makassar belum satu pun tempat wisata dikunjungi. Yang terdekat dari penginapan adalah pantai Losari. Dari mitra kerja Jon dapat informasi bahwa dulu pantai Losari berpasir seperti pantai Kuta di Bali tapi karena tuntutan pembangunan pantai pasir itu kini sudah hilang berganti dengan pantai beton yang dikelilingi hotel-hotel bertingkat dan pertokoan. Meski demikian informasi itu tak menyurutkan keinginan Jon dan Jay untuk mengunjungi pantai Losari yang terkenal itu. Setelah naik pete-pete, sebutan lokal untuk angkot, dan menyambung dengan becak akhirnya sampe juga Jon dan Jay di pantai itu. Indahnya, gumam Jon. Hampir tak percaya ia akhirnya bisa menginjakkan kaki di pantai yang selama ini hanya bisa dilihatnya di teve.

Pantai Losari adalah salah satu ikon kota Makassar, sayang bila tak dirawat dan dijaga keasriannya. Meskipun sekarang pantai ini lebih mirip pelabuhan dibanding pantai pasir yang indah namun menikmati desir angin laut dan suasana sunset tetap menarik buat Jon. Maklum si Jon ini anak gunung dan tinggal jauh dari pantai sehingga sensasi laut tetap dirasakannya di pantai Losari. Ramai betul saat sore hari, tua-muda, anak-anak, terutama remaja. Tidak sedikit orang-orang yang menggelar dagangannya di situ juga peminta-minta, potret pantai wisata yang kurang tertata. Ada hiburan berupa perahu dan sepertinya juga ada banana boat tapi belum banyak yang tertarik untuk menggunakannya.

Jon sibuk mengambil foto bersama Jay. Hampir setiap sudut tak luput jadi sasaran. Mulai dari tulisan PANTAI LOSARI yang dominan, pagar pantai yang berkesan luar negeri, hingga bayangan matahari terbenam di ufuk. Puas berfoto di site utama Losari, Jon memilih untuk duduk di kafe pantai sambil menikmati Pisang Epe yang khas Makassar. Pandangannya tak lepas dari hamparan laut luas, kapal-kapal keruk di kejauhan, pagar laut dan matahari senja. Indahnya sunset menenangkan pikiran Jon hingga tiba waktu Maghrib dan ia pun beranjak meninggalkan pantai Losari dengan kesan yang mendalam.

Kuliner dan Oleh-oleh Khas Sulsel
Selepas menikmati sunset di Losari, Jon dan Jay menyusuri Somba Opu. Pertokoan sejajar pantai yang menawarkan berbagai produk khas Sulawesi Selatan, mulai dari kain, obat-obatan hingga penganan tradisional. Meski Jon belum berencana membeli oleh-oleh, beberapa toko sempat ia singgahi sekedar untuk mengetahui jenis dan harganya.

Jon dan Jay city walking Makassar dari Losari sampai Karebosi karena menurut info dari rekan yang pernah ke Makassar ada kuliner spesial di sekitar Karebosi. Sempat menikmati arena sport dan area shopping di sana sampailah Jon dan Jay di resto Sop Konro Karebosi yang dicari. Jadilah mereka berdua melahap habis Konro dan Konro Bakar yang dipesan hingga perut mereka kekenyangan. Seperti malam sebelumnya ketika mereka mencari kuliner di sekitaran Panakkukang, maka Mie Titi dan Nasi Goreng Merah menjadi korban kelaparan mereka.

Persis sebelum pulang ke Jakarta, Jon dan Jay menyempatkan untuk membeli sekedar oleh-oleh khas Sulsel di simpang Somba Opu – Hasanuddin. Ada kaos bertulis, kacang Disco, pia Krispy, sirop Markisa, dan hiasan-hiasan khas Sulsel dibeli untuk keluarga dan rekan-rekan kantor mereka. Perjalanan ke Makassar kali ini menjadi pengalaman berharga buat Jon.

image
Pisang Epe
image
Mie Titi yang Mengenyangkan
image
Nasi Goreng Merah yang Mantap
image
Rambu jalan khas Makassar

2 thoughts on “Road to Makassar (Day 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s