Dua Pusing yang Berbeda


Hari ini tepat sepekan sejak saya sakit radang tenggorokan dan alhamdulillah sekarang saya sudah sehat. Cuma hari ini saya kembali merasakan pusing, meski saya berharap ini bukan sakit yang strike back. Kalo terlambat makan saya memang biasa merasakan pusing, hanya saja sepertinya pusing ini bukan cuma karena itu. Kebetulan hari ini bertumpuk 2 agenda yang mesti saya hadapi: ujian tahsin (membaca Al Qur-an) dan persiapan seminar esok hari. Sebenarnya kalo saja saya pandai mengatur waktu dan kesempatan di pekan kemarin, saya tidak perlu dikejar-kejar deadline seperti ini.

Belajar Tahsin
Sudah 13 pekan berlalu saya belajar “lagi” membaca Al Qur-an. Sepuluh atau sebelas tahun lalu saya sempat belajar tahsin ketika masih sendiri dan masih ngontrak di dekat kantor. Waktu itu saya begitu semangat belajar meskipun dilakukan di pagi hari libur. Sayang sesudah ujian saya tidak lagi ikut program lanjutannya sampe saat ini, karenanya saya putuskan untuk menyegarkan kembali ilmu yang pernah saya pelajari sekaligus membenarkan lagi bacaan saya.

Kalo dipikir-pikir buat apa belajar tahsin lagi kalo sudah lancar baca Al Qur-an, apalagi menurut kita bacaan sudah baik bahkan di atas rata-rata. Tetapi ternyata ilmu dan praktik mesti dikalibrasi setiap waktu tertentu karena bahkan memori dan indera manusiapun bisa mengalami distorsi. Benarlah bahwa ilmu semakin terasah bila sering digunakan dan diajarkan. Begitupun bila ilmu tidak digunakan atau di-refresh maka ia akan berkarat dan bukan tidak mungkin hilang tak berbekas. Karenanya disebut sebaik-baik orang yang belajar Al Qur-an dan mengajarkannya.

Setiap pembelajaran akan sampe pada masa ujian, termasuk tahsin yang saya ikuti. Meski teori yang dipelajari belum banyak tetap saja saya pusing memikirkannya. Maklum masih menganut prinsip belajar SKS sih, sistem kebut semalam jadi sepertinya jadi kurang maksimal. 

Mengisi Seminar
Ini kegiatan baru buat saya. Meski sudah beberapa kali dapat kesempatan mengajar di kelas, waktu ditawari untuk jadi pembicara saya sempat ragu-ragu. Apa bisa saya berbicara di depan umum? Tapi kesempatan adalah nikmat Allah yang tidak boleh disia-siakan, apalagi untuk suatu tujuan baik. Why not kata saya sambil berpikir keras apa dan bagaimana penyampaiannya nanti. Mungkin stressing matter inilah, selain ujian tahsin, yang membuat saya pusing. Semacam inisiasi dalam otak yang menyebabkan sedikit tekanan … Halah macam orang tau tentang organ tubuh saja.

Seminar kali ini terkait dengan pengembangan jabatan fungsional. Informasi dari panitia ini baru kali kedua dilaksanakan, yang pertama tahun kemarin. Materi yang dibahas lebih banyak tentang hal teknis, teknologi. Pembicaranya, selain pakar yang diundang, adalah para pejabat fungsional. Semacam kesempatan untuk mereka mengumpulkan poin angka kredit. Buat saya yang bukan pejabat fungsional tertentu, kesempatan ini sangat baik untuk menyampaikan ide pribadi untuk pengembangan organisasi dan peningkatan kinerja. Meski boleh jadi lebih banyak yang paham akan materi yang nantinya akan saya paparkan, buat saya diskusi konstruktif sesudahnya menjadi poin yang lebih penting dari materi saya itu sendiri. Karena buat saya perubahan mindset lebih terukur dari reaksi atas ide-ide baru yang dihadapkan pada realita yang ada.

Semoga sesi paparan saya nanti lancar. Do’akan ya sohib-sohib semua, saya sungguh berharap ini membawa manfaat buat saya dan rekan-rekan fungsional semua. Kapan-kapan materi paparannya akan saya share di sini, insya’Allah. Bismillah … Ya Allah mudahkanlah urusanku … Aamiin.

image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s