1 Muharram 1434H | Selamat Tahun Baru Islam


Hari ini ummat Islam di seluruh penjuru dunia memperingati 1434 tahun kehijrahan kaum mukmin dari Makkah ke Madinah. Hijrah yang dilakukan oleh sebagian besar kaum mukmin setelah 13 tahun kenabian Muhammad saw. itu telah mengubah peta kekuatan di jazirah Arab. Setelah hijrah maka intimidasi yang dialami kaum mukmin berkurang drastis dan kaum kafir Quraisy mulai kehilangan kepercayaan yang selama itu didapat dari tindakan kekerasan yang dilakukan atas saudara-saudara mereka sendiri. Meski begitu hijrah bagi kaum mukmin saat itu bukan perkara yang mudah lagi ringan.

Meski kaum mukmin telah menggunakan penanggalan sebelum adanya kalender Hijriyah, penetapan tahun Islam yang digagas Umar bin Khaththab ra. menjadi simbol kekuatan kaum mukmin khususnya di bidang IPTEK. Setiap peradaban maju dipastikan memiliki kalendernya sendiri sebagai penanda identitas bagi kaumnya, sekaligus peringatan untuk kaum lain tentang kekuatan mereka. Yang unik dari kalender Hijriyah adalah bahwa perhitungannya berdasar pada perputaran bulan atas bumi (revolusi bulan), berbeda dengan kalender Masehi atau kalender lain yang mendasarkan perhitungan pada perputaran bumi atas matahari (revolusi bumi). Dari sisi khasanah IPTEK maka kalender Hijriyah melengkapi kalender lain yang sudah lebih dulu digunakan. Karenanya selain dari esensi hijrah yang menjadi motivasi utama kaum muslimin memperingati tahun baru Islam, kiranya kalender Hijriyah menjadi pelengkap atas kemaslahatan ummat secara luas yang juga perlu disyukuri. Wallahu a’lam.

Obrolan tentang Uban
Memanfaatkan libur tahun baru, saya sempatkan untuk bercukur merapikan rambut yang memang sudah panjang dan mulai kurang sedap dipandang. Ternyata tukang cukur langganan saya juga sedang memanfaatkan liburan panjang di awal tahun baru 1434H sehingga tempat praktiknya tutup. Terpaksa saya mencari tempat cukur lain yang tidak terlalu jauh. Meski bukan langganan setidaknya saya pernah dua kali memotong rambut di situ. Sayangnya saya lupa apakah tukang cukurnya sama atau beda dengan yang mencukur rambut saya pada kesempatan yang lalu. Toh apa pengaruhnya, gaya potong rambut saya sangat standar: pendek rapi.

Hampir selesai tukang cukur merapikan rambut, saya sengaja bertanya padanya tentang uban: Apakah uban saya sudah banyak? Jawabannya jujur dan kalem: lumayan sudah berimbang dengan yang masih hitam. Diskusi kami berlanjut hingga tanya dalam hati saya apakah seorang tukang cukur berpengalaman bisa membedakan rambut “mahal” dengan rambut “murah” berdasar kualitasnya pun terjawab. Menurutnya sekarang uban sudah muncul merata pada pelanggan bahkan di usia belia: SMA. Dari si abang asumsi mulai umumnya uban muncul di kalangan muda bahkan remaja adalah faktor pikiran (stres) dan makanan (nutrisi). Meski belum mendapatkan referensi lain saya langsung manggut-manggut dan saya pun setuju dengan asumsi itu.

Akhirnya di awal tahun 1434 Hijriyah ini dengan kerendahan hati saya meminta maaf pada semua sohib apabila dalam tulisan atau komentar saya ada hal yang tidak berkenan di hati. Semoga tahun ini kita bisa melangkah dengan lebih baik lagi dan rizki yang kita dapatkan lebih berkah.

Selamat Tahun Baru 1434H

One thought on “1 Muharram 1434H | Selamat Tahun Baru Islam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s