Long-long Weekend Ngapain Aja?


Pekan ini ada momen yang sangat menyenangkan untuk sebagian orang terutama PNS, libur panjang menyambut Tahun Baru 1434H. Karena tanggal merahnya hari Kamis, pemerintah memutuskan Jum’at hari berikutnya menjadi libur cuti bersama. Hal ini mungkin selalu jadi kontroversial buat sebagian orang tetapi alasan hari kejepit nasional (Harpitnas) dan harapan libur panjang akan mendorong peningkatan jumlah wisatawan domestik di obyek-obyek wisata nasional kiranya bukan tanpa pertimbangan. Total liburan akhir pekan ini adalah 4 hari. Istilah untuk liburan macam ini di zaman kuliah saya dulu adalah long-long weekend.

Kalo dulu waktu masih kuliah dan tinggal di asrama libur akhir pekan berarti total refreshing. Long dan long-long weekend untuk sebagian teman bisa berarti mudik alias pulang kampung. Nah, sekarang saat saya sudah tinggal bersama keluarga di rumah sendiri, meski tetap jauh dari keluarga besar, momen long dan long-long weekend belum tentu berarti refreshing. Kadang ada undangan, silaturrahim ke teman/saudara, atau pekerjaan rumah yang mesti dikerjakan. Saya tidak bilang aktifitas tadi tidak menyegarkan, cuma suasananya tentu berbeda dengan menikmati liburan untuk bersantai tanpa target yang perlu dicapai. Berikut yang saya lakukan  selama long-long weekend tahun baru ini. 

Belanja buku di TM Book Store Detos
Saat libur nasional adalah momen berharga untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Tahun baru ini, pagi-pagi saya, istri, dan anak-anak memutuskan untuk ke toko buku. Pilihan kami adalah TM Book Store Detos. Alasannya karena di sana suasananya santai, ada potongan harga yang menarik, plus dapat sampul buku gratis untuk buku seharga di atas Rp 25 ribu. Memang tidak selalu kami ke sini, kadang-kadang kami juga ke Gramedia depan Margo City, tergantung pada jenis buku yang dicari. Kali ini kami tidak punya target, pure jalan-jalan jadi cari tempat yang mudah dijangkau saja.

Di TM Book Store saya menikmati baca buku cepat khususnya untuk tema-tema agama Islam. Saya sempat menengok buku tentang rahasia ayat-ayat muqata’ah, buku tentang kesalahan-kesalahan suami-istri dalam berumah tangga, rahasia Isa as., dan kumpulan kisah teladan yang sarat nilai keimanan. Di penghujung waktu saya sempat sedikit membaca tentang freemasonry di Jawa dan akhirnya membeli buku bertema intelijen: Intelijen | Profesi Unik untuk Orang-orang Aneh. Istri saya yang mentraktir kami buku langsung nyeletuk kalo saya pas membaca buku itu secara saya termasuk orang aneh. Baiklah …

Faqih sebentar saja sudah dapat buku cerita bergambar tentang berbagai profesi berjudul Cita-citaku. Sesudahnya dia langsung bingung kebosanan minta pulang dan minum susu. Untungnya di TM Book Store ada deretan kursi yang bisa dia pake untuk tiduran. Meski mungkin agak mengganggu pengunjung lain, karena belum ramai saya biarkan saja. Fida mencari buku Matematika dan bahasa Inggris untuk membantunya belajar, sedangkan umminya mendapatkan buku bertema pembuatan akta tanah oleh notaris. Puas dengan buku pilihannya masing-masing kami pun beranjak meninggalkan TM Book Store. Tugas selanjutnya adalah: membaca buku yang sudah dibeli sampe habis …

Bermain dengan anak-anak
Jum’at ternyata berbeda perlakuan untuk setiap sekolah. Bila Fida yang sekolah di SDIT Ummul Quro Depok mendapat libur seperti saya maka anak-anak bimbel istri yang rata-rata sekolah di SD-SMP negeri di Jakarta tidak demikian. Mereka tetap masuk di hari Jum’at sehingga istri memutuskan untuk tidak meliburkan bimbelnya. Artinya tinggallah saya dan anak-anak di rumah. Agenda utamanya membantu Fida menyelesaikan PR persiapan ulangan hariannya tapi sejak pagi Faqih sudah tau bagaimana menyibukkan saya agar tidak berangkat kerja. Meski dia sudah saya beri tau kalo hari itu libur sepertinya dia ketakutan kalo saya berangkat ke kantor.

image

Setelah istri berangkat anak-anak baru mau sarapan, itupun mesti disambi bermain. Faqih langsung mengambil topeng Spidey dan menerkam saya. Kami pun mulai bergelut layaknya seorang superhero dan seorang penjahat, tentu saya yang mesti mengalah. Tidak puas bermain Spiderman, Faqih lanjut bermain balap-balapan dengan mobil balap mainannya. Dia paling senang bergaya sebagai pembalap yang saking kencang mobilnya sampe terguling dan si pembalap terkapar. Makanan dimasukkan ke mulut seolah-olah sebagai obat, sesudahnya Faqih langsung tancap gas lagi.

Acara balapan selesai seiring habisnya sarapan anak-anak tapi acara bermain belum tamat. Faqih minta main game yang ada di laptop, padahal mereka belum mandi. Satu dua stage akhirnya dia baru mau dibujuk mandi. Meski repot bermain dengan anak adalah aktifitas yang sangat menyenangkan buat saya.

Mereparasi Pengering dan Rel Korden
Selalu saja ada pekerjaan rumah yang menunggu untuk diselesaikan, salah duanya adalah memperbaiki pengering mesin cuci yang sering ngadat dan membenarkan rel korden yang hampir lepas dari dinding. Sebenarnya untuk pengering mesin cuci bukannya rusak sama sekali tetapi putarannya sangat lama sebelum bisa berputar kencang seperti normalnya. Terhitung sudah tiga kali saya mengganti tali pengunci otomatis yang membuat mesin pengering berhenti saat tutupnya dibuka tetapi setelah dua kali saya ganti kawat dengan tali string putus lagi. Terakhir saya coba gunakan senar dan di kali keempat saya bongkar, tali senar 4 utas tinggal bersisa 2 sedang sisanya putus. Huff … sepertinya senarpun akan tidak bertahan lama rupanya. Putaran lemah karena tali terlalu kendur sehingga saat tutup dikatupkan mesin tidak langsung berputar karena masih tertahan. Saya pendekkan talinya, tes sebentar, beres. Semoga talinya bertahan lebih lama dan putaran mesinnya gak ngadat lagi.

image

image

Sebentar rehat saya mulai menyiapkan peralatan untuk memperbaiki posisi rel korden di dinding. Mesti buat lubang paku baru di dinding yang masih utuh karena di lubang lama dindingnya sudah tidak memungkinkan. Saya menggunakan bor tangan karena dindingnya rapuh, mudah pecah bila dipaku secara manual dengan palu. Pekerjaan jadi lebih ribet memang tapi hasilnya memang lebih memuaskan. Selama bekerja anak-anak asyik mengganggu saya, untungnya tidak sampe terjadi kecelakaan kerja. Mereka berteriak-teriak, berisik … berisik …, karena bor mengeluarkan suara keras saat membuat lubang di dinding. Hampir setengah jam lubang baru siap, rel korden pun selesai diperbaiki. Semoga tidak ada lagi yang menarik korden terlalu keras atau menggunakan korden sebagai sulur untuk bergantungan.

Mengikuti Seminar Parenting
Sabtu kami orangtua murid SDIT Ummul Quro mendapat undangan dalam Seminar Parenting bertajuk “Menjadi Orangtuanya Manusia” yang diselenggarakan oleh Komite SDIT Ummul Quro. Biasanya istri yang suka menghadiri kegiatan sekolah semacam ini tapi karena ia ada agenda lain sehingga saya yang hadir. Faqih yang baru bangun pagi pun langsung minta diajak bersama saya. Saya dan Faqih pun menuju ke sekolah Fida setelah Faqih mandi dan sarapan.

Waktu kami datang belum banyak orangtua yang hadir baru belasan dari mungkin lebih dari 300-an undangan. Undangan jam 7, acara dimulai 8.30. Keterlambatan yang disengaja untuk mengantisipasi kebiasaan “jam karet” peserta, tapi tentu hal ini mungkin merugikan orang yang biasa tepat waktu. Untungnya Faqih tidak terlalu rewel karena saya sudah mempersiapkan perbekalan. Ada buku cerita yang baru dibelinya, buku tulis, kertas kosong, crayon, snack dan air minum. Tak lupa yang tidak boleh tertinggal: susu dalam dot, bantal buluk, dan hp layar sentuh. Perbekalan itu akan menyibukkan Faqih sehingga dia lupa dengan kebosanannya dan akhirnya kecapekan. Umumnya anak balita akan rewel atau menangis saat bosan, haus, lapar atau mengantuk. Faqih juga begitu tapi asal sudah ketemu bantal buluk dan dot susunya, saat kecapekan atau mengantuk dia akan cepat ketiduran.

image

Pembicara seminar ini adalah Bapak Munif Chatib, seorang praktisi pendidikan yang sukses dengan buku triloginya. Jujur saya baru tau beliau setelah ikut seminar ini dan menurut saya tulisan beliau sangat membantu orangtua untuk bertransformasi menjadi pendidik yang lebih baik.

Bersambung …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s