Hari yang Indah untuk Belajar


M3-I4.2-Td1-2S2-Td4-D2-Z4.2-A4-Td1

image
Secerah langit Depok ...

Subhanallah … pagi ini cerah sekali, semoga kita sehat ya. Buat Anda yang kurang sehat, semoga lekas sembuh. Matahari bersinar terang, panas sinarnya cukup membuat kita cepat berkeringat meski cuma berjemur di bawahnya sebentar. Kata dokter sinar matahari pagi sehat, makanya saya putuskan mengantar Fida kursus Jari Aritmatika dengan sepeda. Lumayan cari keringat sambil nyervis sepeda-sepeda yang lama tidak dipakai.

Sepeda dan Anak-Cucu
Bapak itu kelahiran ’32, menjadi tukang sepeda sejak tahun ’60-an. Subhanallah … 50-an tahun dalam karir yang dipandang sebelah mata oleh banyak orang hingga usia 80; dengan 15 anak dan 35 cucu; masih segar-bugar dan yang penting mandiri dalam berkarya. Saya jadi teringat kakek dari bapak yang tidak pernah saya kenal. Beliau juga tukang sepeda dulu, hingga wafat dan digantikan oleh paman. Pastinya bapak saya juga pernah membantunya, sebelum akhirnya bergabung menjadi anggota TNI. Memang orang zaman dulu luar biasa tekadnya, meski tukang sepeda bisa mendidik anak-anak hingga sukses dan mandiri.

image
Kakek tukang sepeda

Saya pikir berarti tidak aneh juga kalau sekarang orang-orang bisa menyekolahkan anaknya sampai ke luar negeri. Mereka rata-rata pengusaha atau pejabat tingi. Berarti, meski saya belum jadi pengusaha atau pejabat tinggi boleh dong bercita-cita suatu hari nanti bisa menyekolahkan anak-cucu ke sekolah internasional.

Ikhlas, Suatu Keniscayaan
Saya punya 3 pertanyaan yang silakan Anda jawab dalam hati:
1. Apa yang mendorong Anda berbuat kebaikan?
2. Makanan apa yang paling disukai mertua Anda?
3. Apa cita-cita yang belum Anda wujudkan?

Ikhlas, kata yang sering dipakai untuk kalimat yang kurang sesuai maknanya. Semisal, “Saya tidak ikhlas kalau tukang bubur itu naik haji lagi”. Atau, “Saya ikhlaskan utang itu, tidak usah kau lunasi”. Dan kalimat-kalimat yang sejenis. Ikhlas tersebut secara mudah diartikan sebagai rela atau ridho. Meski tidak sepenuhnya keliru, ikhlas memiliki pengertian yang mendalam bagi seorang mukmin.

Ikhlas berhubungan dengan niat, di mana latar belakang dan tujuan suatu perbuatan didedikasikan pada Allah semata. Artinya, tidak ada yang mendorong seseorang melakukan perbuatan kecuali karena Allah, dan tidak ada yang diharapkan dari perbuatan itu kecuali mengharap keridhoan-Nya. Sikap ikhlas sangat relevan dengan syahadat yang kita baca minimal 9 kali sehari, karena di dalamnya terdapat pernyataan persaksian bahwa hanya Allah sajalah yang menjadi “Ilah” kita. Ilah dalam syahadat tauhid diartikan bukan semata-mata sebagai Tuhan, yang disembah, melainkan diartikan secara luas sebagai yang dicintai, yang ditakuti, dan yang ditaati.

Ikhlas sebagai konsekuensi logis syahadat inilah yang menghalangi orang-orang kafir Quraisy untuk beriman. Bagaimana tidak? Tradisi jahiliyah mengedepankan untung-rugi dalam setiap sendi kehidupan. Tidak ada pinjam-meminjan kecuali dengan riba, perbudakan (perdagangan manusia), dan pembunuhan atas anak perempuan adalah kebodohan yang akan terhapus dalam kamus seseorang yang telah melafazkan syahadat. Untung-rugi itu akan tergantikan dengan surga-neraka, sesuatu yang absurd untuk orang-orang yang tidak percaya kehidupan sesudah mati. Bagi mereka keikhlasan adalah pilihan bodoh karena menukarkan dunia, yang tampak dan bisa dirasakan, dengan akhirat, yang ghoib. Naudzubillahi min dzalik.

Ikhlas adalah satu dari dua syarat minimal diterimanya amal. Yang pertama niat ikhlas, dan yang kedua mengikuti sunnah Rasul. Dua syarat ini in-line dengan dua kalimat syahadat, di mana yang pertama telah dijelaskan di atas sedangkan yang kedua persaksian bahwa Muhammad adalah utusan Allah yang semestinya dijadikan contoh terbaik penghambaan kepada Allah. Sikap ikhlas dalam setiap amal semacam sistem nilai yang dianut dalam hubungan manusia dengan Sangkholik. Ikhlas adalah loyalitas, integritas, pelayanan prima, tanpa pamrih, dan nilai-nilai positif lain dalam interaksi kita dengan Allah. Sedangkan mengikuti sunnah Rasul menjadi semacam SOP dalam pelaksanaan amal. Sungguh hal ini menunjukkan betapa lengkapnya Islam, memberikan petunjuk bagi ummatnya dalam menjalani kehidupan.

Semoga hari ini benar-benar menjadi pembelajaran berharga untuk saya dan Anda semua. Bagaimana dengan Anda semua, pelajaran apa yang didapat hari ini?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s