Pilihan Hidup: Dunia atau Akhirat?


M3.2-T4-I4.2-Mt-S2-ZA2.2

Ketika kita menghadapi persoalan dalam hidup, selalu ada dua pilihan yang bisa diambil: menjalaninya atau menghindarinya. Terkadang kita berada dalam kondisi tidak bisa menghindar dari persoalan akibat perbuatan kita sendiri, maka menjalaninya dengan baik adalah konsekuensi yang mesti diterima. Apakah kemudian kita mendapatkan kebaikan atau keburukan setelah menjalani sebuah peran maka sebaik-baik pembuat skenario hanyalah Sangkholik Yang Mahakuasa. Dari sinilah setiap diri kita diuji, siapa yang beriman (berbuat sesuai petunjuk Illahi) atau yang kafir (berbuat berdasar hawa nafsunya semata).

Apakah kamu mengira akan masuk surga padahal belum datang padamu ujian?

Kata orang, semakin tinggi iman seorang maka ujian hidupnya pun semakin berat. Ibarat pepatah, di puncak pohon makin tinggi maka angin makin kencang. Beruntung bila setiap ujian membuat kita semakin beriman pada Allah karena menjadi tabiat umum manusia: lalai dan lupa. Tidak masalah bila pada suatu saat kita gagal dalam suatu ujian, yang terpenting adalah menyadarinya, memperbaikinya dan kembali berusaha melakukan yang terbaik.

Ketika hampir 2 tahun lalu saya memilih untuk tetap berada di posisi saya saat ini di kantor maka kondisi-kondisi tidak kondusif yang sebelumnya pernah saya alami kembali muncul di hadapan saya. Pilihannya masih sama: ikut arus atau melawannya, tetapi sikon tentu sudah banyak berubah. Waktu itu bargaining position saya belum kuat, keluarga masih sangat tergantung pada apa yang saya dapat di kantor. Syukur kini kondisi sudah mulai berubah, setidaknya saat ini kondisi internal keluarga saya cukup mendukung untuk saya memilih pilihan yang sulit. Saya yakin setiap persoalan membawa hikmah, setiap pilihan yang benar membawa berkah. Saya mulai menentukan sikap atas persoalan-persoalan yang sensitif dengan harapan muncul persepsi yang jelas akan posisi saya di kantor. Saya memang masih staf rendahan, tapi saya bukan pegawai murahan. Saya tidak berharap orang menyukai setiap keputusan saya, tapi saya sungguh berharap orang menghormatinya sebagai bagian dari kemerdekaan pribadi menentukan pilihan.

Karena dalam hidup ini pilihan cuma dua: (surga) dunia atau (surga) akhirat.

2 thoughts on “Pilihan Hidup: Dunia atau Akhirat?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s