Ketika Anak Menjalani Ujian Sekolah


MI3.2-T4-2.S2-T4-ZA2.2

Pekan depan ini Mufida menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS) I. Ahad kemarin dia demam, Senin masuk sekolah seperti biasa. Selasa, demamnya belum turun dan dia mengeluh sakit pada tenggorokannya sehingga kami memutuskan dia tidak masuk sekolah hari itu. Setelah periksa ke dokter dan minum obat demamnya turun dan tenggorokannya semakin membaik, Rabu dia masuk sekolah. Kamis, Mufida sudah terlihat sehat dan nafsu makannya sudah kembali normal tapi muncul bintik-bintik merah merata di sekujur tubuhnya. Mufida mengeluh gatal-gatal sehingga Jum’at kami memintanya periksa ke klinik sekolah. Dokter sekolah mendiagnosa Mufida terkena campak (tampek, Jawa) dan memberikan ijin pulang awal untuk istirahat di rumah. Hingga Ahad ini Mufida sudah sehat meski sesekali masih mengeluh gatal di tubuhnya.

Masalah yang kami khawatiri adalah persiapan Mufida menghadapi UAS. Saat sehat saja dia sering agak susah disuruh belajar, apalagi saat dia tidak sehat. Ternyata kekhawatiran kami tidak terjadi. Meski sedang kurang enak badan, Mufida mau diajak belajar untuk bersiap dengan UAS-nya. Sabtu dan Ahad ini dia belajar dengan Umminya untuk materi UAS hari pertama dan kedua, dia tampak bersemangat. Kami menyadari perbedaan saat dulu kami awal sekolah di SD dengan saat ini, Mufida dan teman-temannya mendapat beban materi yang lebih berat. Saat dulu kelas 1 SD kami rasanya begitu semangat, mungkin karena belajar sesuatu yang baru dan tidak membebani kami. Sementara sekarang Mufida sudah mendapatkan materi belajar yang mungkin baru kami dapatkan di kelas 4 bahkan SMP. Subhanallah …

Bagaimana supaya anak kita mau belajar saat menghadapi ujian?

Pertanyaan di atas mungkin juga ditanyakan oleh sebagian besar orangtua yang anak-anaknya baru mulai bersekolah. Berikut tips agar anak mau belajar menjelang ujian sekolah.
1. Anak yang baru mulai sekolah formal (SD) akan merasakan tekanan saat menghadapi ujian di mana dia belum pernah mengalami sebelumnya. Karenanya perlu memberikan informasi dan pengertian terlebih dulu kepadanya tentang latar belakang dan tujuan dilakukannya ujian sehingga dia tidak menjadikan ujian sebagai beban melainkan proses yang biasa dalam belajar.
2. Menjadikan ujian sebagai momen untuk memberikan reward adalah pilihan terbaik. Motivasi anak ketika mendapat hal yang menyenangkan sesudah menjalani proses lebih positif efeknya ketimbang menjanjikan hadiah bila hasilnya sesuai harapan. Ingat, anak-anak bukan orang dewasa. Dia akan lebih bersemangat ketika kita men-support usahanya menghadapi persoalan dan menghargai proses yang sudah dijalaninya.
3. Anak-anak umumnya moody saat melakukan aktifitas yang kurang mereka sukai. Belajar terkadang menyenangkan tetapi bisa juga membosankan buat anak. Sebaiknya berbicara terbuka dengannya saat terlihat semangatnya turun sehingga kita tau kapan harus menyegarkan suasana dengan aktifitas lain.
4. Seperti halnya kita yang memulai pekerjaan dari hal kecil, bimbingan untuk anak mengerjakan soal dari yang paling mudah adalah pilihan bijak. Meski berisiko melewatkan soal yang dikosongkan tadi tetapi itu lebih baik daripada dia berhenti di soal yang sulit sementara masih banyak soal yang mesti dia kerjakan. Tips untuk kembali ke soal sulit bisa kita berikan padanya.
5. Anak-anak butuh waktu istirahat lebih terutama saat menghadapi ujian. Ketenangan pikiran dan motivasi akan lebih siap ketika dia cukup istirahat. Memaksakan belajar terus-menerus dengan model SKS seperti kita bukan pilihan terbaik. Bila memungkinkan belajar di rumah setiap menerima pelajaran baru lebih berarti bagi hasil belajarnya.

Meski masih banyak cara yang bisa ditempuh orangtua agar anaknya mau belajar tapi cara di atas kiranya paling cocok untuk Mufida. Semoga anak-anak kita sukses dalam menjalani proses  belajarnya sehingga ketika ujian akan tampak hasil belajar mereka selama ini karena sekolah itu belajar dan yang paling penting dalam belajar adalah prosesnya bukan hasilnya. Bagaimana dengan Anda, apa yang Anda lakukan supaya anak Anda mau belajar?

2 thoughts on “Ketika Anak Menjalani Ujian Sekolah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s