Asuransi dan Data Nasabah Bank


M3.2-I4.2-2.S2-T4-2.Z4.2-T3-A4

Saya ditelpon seseorang yang mengaku dari sebuah perusahaan asuransi yang berafiliasi dengan bank tempat saya membuka rekening. Dia mencoba meyakinkan saya tentang sebuah layanan asuransi yang juga diberikan kepada seluruh nasabah bank itu. Awalnya saya tertarik karena dia bilang asuransi jiwa yang ditawarkan bebas bea premi. Belakangan dia kemudian menawarkan kepada satu layanan lain yang sejenis yaitu asuransi jiwa dengan keuntungan tabungan. Skemanya saya membayar premi bulanan flat Rp 350 ribu selama 5 tahun dan 5 tahun berikutnya ditanggung oleh pihak asuransi. Keuntungannya bila terjadi sesuatu pada saya maka saya berhak atas klaim asuransi senilai sampai Rp 190 juta dan bila setelah 10 tahun tidak terjadi apa-apa pada saya maka saya berhak atas tabungan sebesar Rp 95 juta. Mungkin detilnya saya keliru tapi setidaknya itulah yang saya dengar darinya.

Saya memotong pembicaraan dan langsung menanyakan apakah saya harus datang ke kantor cabang untuk mendaftarkan diri bila tertarik, maka dia baru menyampaikan bahwa sistem yang sedang dilakukannya adalah tele-marketing. Dia menjelaskan bahwa bila saya setuju dengan penawaran ini maka polis asuransi akan dikirim langsung ke alamat rumah atau kantor saya selambatnya 14 hari kerja sesudah hari ini, perbincangan dalam telpon telah direkam dan menjadi bukti persetujuan atas penawaran asuransi mereka. APA? #dalam hati. Saya lalu menanyakan padanya sambil berusaha menenangkan diri, apakah mereka mempunyai layanan asuransi syariah. Saya yakinkan dia bahwa tujuan membuka rekening adalah untuk menerima gaji sedangkan untuk tabungan dan investasi saya gunakan bank syariah. Bila ada layanan syariahnya maka saya lebih tertarik dan mungkin akan mengambilnya. Dia mulai bimbang, meski begitu dia berusaha meyakinkan saya bahwa asuransi konvensional sama saja dengan asuransi syariah. Saya tidak bergeming dan akhirnya saya bilang saya belum tertarik dengan tawarannya.

Orang asuransi itupun akhirnya menutup pembicaraan kami. Dia mengucapkan terima kasih lalu menutup telpon. 30 menit lebih berlalu untuk mendengarkannya berceloteh panjang lebar tentang produk asuransi itu. Saya sadar itu pekerjaannya dan saya tetap berusaha menghormatinya. Sayang sekali di awal dia tidak meminta ijin waktu pada saya dan meski data nasabah bank mungkin telah dipegang dia tidak tau betul apa yang saya butuhkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s