Seberapa Setiakawankah Kita?


M3-I4.2-S2-Z4.2-T4-A4

image
Anak-anak pengamen di bis AKAP

Taukah Anda HKSN? HKSN jatuh pada hari ini lho. Coba googling HKSN bentar deh, benar kan? Saya aja juga baru tau tadi sore, setelah lihat running text di information boot di kantor saya. Nah sekarang masalahnya apakah kesetiakawanan masih relevan dengan kehidupan masyarakat?

Dulu waktu saya masih sekolah di kampung rasanya semangat gotong-royong selalu dikedepankan. Saling menolong antartetangga dan saudara adalah hal yang biasa dilakukan. Pamrih terhadap bantuan yang diberikan bisa dibilang tabu atau terlarang. Hal itu pulalah yang mendorong orang lain untuk rela membantu meski tanpa bayaran atau upah. Program pemerintah berupa bantuan pembangunan fasilitas umum bahkan rumah sehat untuk warga kurang mampu dikerjakan bersama tanpa membedakan status sosial atau ekonomi. Kondisi yang tidak saya temui di Jakarta, mungkin karena saya merasakannya sebagai pendatang.

Untungnya saya kuliah di asrama di mana kehidupan mahasiswa menjadi saling mempengaruhi, saling membutuhkan sehingga saling menolong. Kondisi tersebut setidaknya tak melunturkan pandangan saya akan pentingnya hidup dengan semangat gotong-royong. Bahkan kami bisa membantu masyarakat sekitar asrama meski tidak seberapa. Kebetulan masyarakat di sana kurang memperhatikan masalah pendidikan sehingga kami berinisiatif untuk membantu biaya pendidikan anak dari keluarga kurang mampu sekaligus memberikan bimbingan belajar sepekan sekali.

Percaya tidak, niat yang tulus akan menularkan semangat positif pada orang di sekitarnya. Seperti waktu itu, awalnya kami hanya beberapa orang saja dan tidak punya cukup uang untuk membayar pendaftaran masuk SMP seorang anak warga sekitar asrama. Ketika seorang senior mendengar rencana kami itu serta-merta beliau memberikan tabungannya selama kuliah pada kami. Lumayan, jumlahnya cukup untuk menutup biaya yang kami butuhkan. Sesudahnya kami mendapatkan dukungan dari banyak teman dan senior bahkan program itu dilanjutkan oleh yunior-yunior kami hingga sekarang. Bukan ucapan terima kasih atau sikap hormat yang membuat kami bahagia tetapi kebahagiaan anak-anak karena bisa melanjutkan sekolah. Itu yang paling penting.

Pernahkah Anda memberi tetangga kita masakan yang kita makan sehari-hari? Atau berbagi lauk dengan tetangga yang kekurangan? Setiap manusia pasti punya kebutuhan, bahkan ketika ia punya banyak uang atau banyak mobil, kebutuhan tetap saja ada. Hanya kematian saja kiranya yang akan memutuskan semua kebutuhan itu. Termasuk kita tentu punya daftar kebutuhan yang ingin dipenuhi, baik yang sudah berkeluarga maupun yang masih sendiri. Bedanya ketika masih sendiri kebutuhan sendiri dipenuhi sendiri dirasakan sendiri sedangkan kalo sudah berkeluarga kebutuhan termasuk untuk anak-istri mungkin juga dipenuhi bersama suami-istri dan dirasakan bersama keluarga. Hubungannya apa? Waktu masih sendiri mungkin lebih mudah membantu orang lain karena kalopun ada kebutuhan ditanggung dan dirasakan sendiri. Sesudah berkeluarga mungkin agak banyak pertimbangan, bahkan ada yang berhenti membantu orang lain. Bagaimana dengan Anda?

Beberapa waktu lalu ada perbincangan hangat di facebook teman saya. Isinya tentang seorang kakek dan anak/cucunya yang digendong dalam kondisi lemah di pinggir jalan arah kantor kami. Banyak yang menunjukkan kepeduliaannya meski ada pula yang sekedar kasihan. Pertanyaannya, seberapa jauh Anda menolong bila punya kesempatan bertemu orang seperti kakek ini? Cukupkah dengan lemparan uang recehan saat lewat di depannya atau berhenti lalu menyapanya untuk kemudian menawarinya bantuan sesuai kebutuhannya?

Saya bukan orang yang punya kemampuan untuk membantu kebutuhan orang hingga tuntas. Kiranya momen HKSN ini menjadi pengingat untuk saya pribadi dan kita semua akan pentingnya sikap setia kawan khususnya pada saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s