Bonus Akhir Tahun | Antara Terompet dan Kinerja


M3.2-I4.2-S2-Z4.2-A4

Hari ini mungkin menjadi salah satu hari yang paling membahagiakan buat pegawai Lemsaneg. Bagaimana tidak? Sore tadi tunjangan kinerja (remunerasi) yang ditunggu-tunggu setelah hampir 3 tahun Reformasi Birokrasi (RB) bergulir di Lemsaneg akhirnya diberikan kepada seluruh pegawainya. Memang RB bukan hanya remunerasi tetapi menjadi penambah semangat bagi pegawai untuk bersungguh-sungguh melakukan reformasi dan mendorong terwujudnya RB di tempat kerjanya. Harapannya pemberian remunerasi berbanding lurus dengan peningkatan kinerja pegawai yang akhirnya berimbas pada peningkatan tugas dan fungsi instansi.

Kalo boleh jujur, tidak semua orang setuju dengan pemberian remunerasi bagi pegawai negeri. Sebagian yang tidak setuju itu memandang hak yang diberikan terlalu baik dibandingkan kinerja pegawai yang terkenal tidak jelas kerjanya. Meski tidak sepenuhnya keliru, pandangan itu terlalu menggeneralisir. Masih banyak pegawai negeri yang menjalankan tugasnya bahkan lebih dari kewajibannya, sedangkan pegawai yang malas hanyalah oknum tidak bertanggung jawab. Memang harus diakui belum ada standar kinerja pegawai negeri kecuali yang bertugas di bidang pelayanan umum seperti pendidikan atau kesehatan. Tidak heran bila kemudian kinerja pegawai negeri dinilai rendah. Terlepas dari oknum yang tidak melaksanakan kewajiban itu, semoga pegawai Lemsaneg bisa meningkatkan kinerja mereka ke depan.

image

Di tahun 2012 ini Lemsaneg dan beberapa instansi pemerintah lain mendapatkan remunerasi terhitung sejak Januari 2012 sehingga pegawainya akan menerima rapelan remunerasi selama 13 bulan. Ini menjadi semacam bonus akhir karena jumlah yang diterima mencapai hingga lebih 6 kali lipat gaji yang diterima setiap bulannya. Meski terkesan menguntungkan pegawai negeri, remunerasi lebih produktif dibanding THR. Mengapa begitu? Karena bagi pegawai negeri semestinya THR tidak diberikan karena telah mendapatkan gaji ke-13 dan remunerasi mengarah pada kinerja dibanding THR yang cenderung mendorong penerimanya menjadi lebih konsumtif terutama di hari raya. Jadi saya pernah berharap remunerasi di akhir tahun ini bisa diberikan sebelum 25 Desember sehingga THR yang tidak perlu itu tidak harus dikeluarkan bagi pegawai negeri.

4 thoughts on “Bonus Akhir Tahun | Antara Terompet dan Kinerja

  1. emang kalo THR utk PNS itu ddiambilkan dari pos mana Mas? bukannya memang THR sudah tergantikan dengan gaji 13 itu?…….tetapi nampaknya di kalangan PNS yang namanya RB hanya sebatas remunerasi tok!
    buktinya dari beberapa instansi yang sudah remun, belum nampak perubahan kinerjanya di mata masyarakat umum

    1. Ndak tau juga Kang, setau saya tidak ada pos di anggaran yang menyebutnya secara eksplisit untuk THR. Gaji ke-13 mestinya jadi pengganti dan diberikan tidak pada hari raya untuk menjaga toleransi seluruh umat beragama (PNS).

      Soal remun itu memang ada faktor internal dan eksternal. Bukan membela diri, mestinya internal instansi melakukan perubahan meski bertahap. Kita sebagai bagian dari masyarakat (stakeholder) kudunya bisa juga memberi pengaruh positif untuk perubahan instansi tersebut. Trims ya, Kang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s