Berazam untuk Menghafal Qur-an


M3.2-I4.2-S2-Z4.2-A4

Malam ini malam ke-9 Rabbiul Awwal atau sudah berlalu hampir 5 bulan sejak Ramadhan meninggalkan kita. Artinya kalo masih ada umur kurang dari 8 bulan lagi kita akan bertemu dengan Ramadhan. Pertanyaannya, “Sudah sampai mana kita?”

Waktu Ramadhan lalu i’tikaf dilaksanakan di kantor saya, imam sholat tarawihnya adalah anggota TNI aktif. Beliau bahkan seorang muallaf, tapi subhanallah semangat beliau meningkatkan kualitas hubungan dengan Al Qur-an jauh melebihi saya. Beliau adalah satu dari sekian anggota TNI yang hafal lebih 5 juz. Nah, dari percakapan beliau dengan kami selepas sholat tarawih beliau memotivasi kami untuk juga mulai menghafal Al Qur-an. Beliau mengharapkan, bila saat itu imam tarawihnya dari luar maka tahun berikutnya harus dari dalam, bahkan kalo mungkin ada yang sudah hafal 5 juz. Saat itu dalam hati saya menghitung, 5 juz dibagi 11 bulan berarti gampangnya kurang lebih 1/2 juz perbulan. Berarti 5 lembar alias 10 halaman mushaf ‘Utsmani per 30 hari atau 1/3 halaman perhari.

Pekan kemarin saya diingatkan oleh ustadz pengajar tahsin, “Sudah sampe mana bacaan tafarus kami?”. Eng ing eng … saya sendiri terkejut bahkan setelah 4 bulan ini belum sekalipun khatam Qur-an. Mestinya ketika kita punya kenginan, semangat menjadi berlipat-lipat sehingga saya merasa harus melakukan sesuatu. Meski berat bila masih ada kesempatan maka saya niatkan untuk mulai menghafal Al Qur-an. Semoga Allah mudahkan usaha saya ini, aamiin.

Belajar Tahsin (2)
Setelah posting tentang tahsin terakhir di sini, baru sekarang bisa nyambung lagi. Bila pada tahsin (1) saya sudah menjelaskan pengertian tahsin dan kesalahan-kesalahan umum dalam membaca Al Qur-an maka pada kesempatan ini saya akan menjelaskan tentang keutamaan membaca Al Qur-an dengan tajwid.

Ada banyak sekali keutamaan (fadhilah) yang akan didapatkan oleh orang yang membaca Al Qur-an dengan mengeluarkan huruf dari makhrajnya, memenuhi sifatnya dan memerhatikan hukum bacaan. Lima di antaranya adalah:
1. Mendapatkan syafa’at di hari kiamat.
2. Mendapatkan predikat manusia terbaik.
3. Mendapatkan derajat yang tinggi di sisi Allah.
4. Mendapatkan ketenangan dan rahmat Allah.
5. Mendapatkan sebaik-baik anugerah Allah.

Kita telah sama mengetahui bahwa di hari kiamat nanti tidak ada perlindungan kecuali perlindungan Allah SWT. Pada hari itu kita sebagai ummat nabi Muhammad SAW. mendapat kemuliaan atas ummat yang lain karena Rasulullah SAW. diberi haknya untuk memberikan syafa’at (jaminan) kepada ummatnya. Meski begitu hanya ummatnya yang benar-benar loyal (istiqomah) sajalah yang akan mendapatkan syafa’at itu. Pada hari itu pula amal-amal sholih juga memberikan syafa’at pada orang-orang yang benar-benar melaksanakannya termasuk bacaan Al Qur-an kita.
“Bacalah Al Qur-an. Sesungguhnya ia pada hari kiamat akan datang menolong (memberi syafa’at) pembacanya.” (HR. Muslim)
Karenanya menjadi penting bagi kita untuk selalu meningkatkan kualitas bacaan Al Qur-an (tilawah) sehingga kesempatan untuk mendapatkan syafa’atnya di hari akhir semakin besar.

Siapa tidak ingin menjadi manusia terbaik? Memang bukan perkara mudah untuk menjadi yang terbaik, salah satu syaratnya adalah melakukan amal terbaik. Membaca (belajar) Al Qur-an adalah satu dari banyak amal terbaik, sebagaimana sabda Rasulullah SAW.:
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al Qur-an dan yang mengajarkannya.” (HR. Al Bukhari)

Sebagian dari kita mungkin masih kesulitan membaca Al Qur-an, sebagian yang lain sudah lancar. Yang masih belajar melancarkan maupun yang sudah mahir, keduanya mulia di sisi Allah. Rasulullah SAW. bersabda bahwasanya orang yang membaca Al Qur-an dengan terbata-bata mendapatkan dua pahala sedangkan orang yang membaca dengan mahir akan bersama malaikat yang mulia lagi taat. Betapa Islam memuliakan orang yang berinteraksi dengan ilmu baik pemula (newbie) maupun ahlinya (expert), karena Al Qur-an adalah sumber ilmu bagi ummat manusia.

Berkumpul dengan orang-orang tidak selalu ada memberikan manfaat, terlebih bila di dalamnya tidak diisi dengan amal yang baik. Ibu-ibu yang ngumpul di warung sayuran tiap pagi bila sambil belanja ngerumpi dan menyebar gosip maka kumpulnya tidak memberi manfaat tambahan kecuali belanjanya. Maka mengisi acara kumpul dengan belajar dan belajar Al Qur-an akan memberi kebaikan sebagaimana sabda Rasulullah SAW.:
“Tidak berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah untuk membaca dan mempelajari kitab Allah kecuali turun atas mereka sakinah dan rahmat serta diliputi oleh malaikat serta Allah sebut di hadapan (malaikat) di sisi-Nya” (HR. Muslim)

Semoga keutamaan-keutamaan di atas semakin memotivasi saya dan Anda semua untuk semakin dekat dengan Al Qur-an. Aamiin.

5 thoughts on “Berazam untuk Menghafal Qur-an

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s