Kebiasaan dan Kerapian Gigi


M3-I4.2-2S2-

Pagi ini saya mengantar Mufida ke Sekolah Islam Dian Didaktika untuk mengikuti Olimpiade Sains Kuark. Di lobi depan berjejer bazaar mulai dari buku, bank, produk kesehatan hingga makanan. Salah satu stand produk kesehatan memajang x-banner tentang cara menyikat yang benar. Saya membacanya dengan seksama sambil menunggu istri membelikan Faqih kebab.

Bukan sekali ini saya membaca tentang cara menyikat gigi yang benar, bahkan saat mengantar Mufida ke klinik gigi bu dokter sempat menjelaskan tentang cara menyikat gigi. Sayangnya saya tidak mengalami pembelajaran terkait hal ini sewaktu kecil, lebih parah lagi saya tidak mempraktikkan cara menyikat gigi yang benar untuk diri saya sendiri. Walhasil gigi saya sekarang sudah lumayan amburadul padahal umur saya baru *tuuuuut* tahun, masih sangat muda bukan. Saya ingat sering sekali ke dokter gigi waktu saya masih kecil dulu, mulai dari mencabut gigi sampe menambal lubang gigi.

Kebiasaan menyikat gigi yang salah sepertinya terbawa dari keluarga besar saya. Meski gigi ayah saya lengkap sampe di usia senjanya, struktur giginya juga mirip dengan saya: tidak rapi. Ibu saya juga tidak kalah, beliau sudah memakai gigi palsu sejak saya remaja. Saya sempat berkonsultasi dengan dokter gigi di klinik kantor, tapi bu dokter bilang gigi saya tidak perlu perawatan khusus. Saya maklum, mengingat perawatan gigi bukan perkara murah. PNS tentu tidak terlalu berduit untuk hal semacam ini tapi tunggu dulu … Tidak sedikit rekan kantor saya berkawat gigi, bahkan biaya perawatan gigi di puskesmas Jakarta sangat terjangkau berdasar hasil pengamatan saya dalam kunjungan terakhir ke Puskesmas Ragunan kemarin.

Ya meski saya belum merencanakan lebih lanjut perawatan khusus untuk gigi saya, ada satu hal yang mesti saya ubah sekarang. Kebiasaan menyikat gigi untuk anak-anak! Ya, biarlah kebiasaan salah saya alami sendiri tapi tidak untuk mereka. Mereka harus punya kebiasaan menyikat gigi yang benar dan memeriksakan kesehatan gigi ke dokter gigi secara teratur. Karena gigi sehat adalah aset dan tidak ada seorangpun yang suka sakit gigi bukan.

4 thoughts on “Kebiasaan dan Kerapian Gigi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s