Ikhtiar dengan Herbal TORCH


M3-I4.2-2S2-Z4-A4

2 pekan sudah istri saya menjalani terapi untuk menekan TORCH dalam darahnya. Kami memilih jalur alternatif yakni dengan ramuan herbal TORCH dari Klinik Aquatreat Therapy Indonesia (Ir. H. A. Juanda). Sebagaimana saya pernah tuliskan di sini, kami juga menjalani terapi ini saat kehamilan keempat alias saat istri mengandung Faqih. Alhamdulillah waktu itu kandungan istri sehat dan Faqih lahir dengan sempurna, karenanya kami berharap juga yang terbaik untuk kehamilan istri yang kelima ini. Mohon do’a dari shohib semua.

Sedikit berbagi pengalaman tentang terapi herbal TORCH. Ramuan herbal buatan Ir. H. A. Juanda ini terdiri dari bahan-bahan alamiah yaitu: Curcuma Mangga Val, Catharanthus Roseus, Phaleria Macrocorpa, Curcuma Longa L, dan Morinda. Sewaktu pertama kali kami menggunakan, saya sempat mencari informasi tentang bahan-bahan tersebut. Berikut sedikit informasinya.

1. Curcuma Mangga Val = Temu Mangga = Kunyit Putih; Beberapa manfaat temu mangga sebagai obat tradisional diantaranya adalah sebagai obat mag, diare, penghilang nyeri saat haid, keputihan, serta mengobati jerawat dan bisul. Rimpang Curcuma mangga juga berkhasiat untuk mengecilkan rahim dan untuk penambah nafsu makan. Aktivitas kemoprevensi ekstrak temu mangga ditentukan berdasarkan pengukuran aktivitas antioksidan menggunakan metode bilangan peroksida dan aktivitas glutathione-S-transferase (GST) pada medium kultur dan sel lisat (aktivitas GST total) sel Chang. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa ekstrak etanol memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi, yang disebabkan oleh senyawa fenolik. Pemberian fraksi 4 dan fraksi 7 pada medium kultur sel Chang menunjukkan peningkatan aktivitas GST masing-masing sebesar 47 % dan 15 % dibandingkan dengan kontrol. Aktivitas GST total (GST sitosol dan GST mikrosomal) mengalami peningkatan ketika H2O2 dan Fe2+ diberikan ke dalam medium sel Chang sebagai inisiator radikal bebas. Penurunan aktivitas GST total terjadi ketika pada medium sel Chang diberikan tambahan fraksi 4 dan fraksi 7 ekstrak etanol dibandingkan dengan yang hanya diberikan H2O2 dan Fe2+ (Tedjo et al., 2005). mampu menekan terjadinya stres oksidatif yang dapat diamati mampu menginduksi aktivitas glutation-S-transferase (GST). (CCRC Farmasi UGM)

2. Catharanthus Roseus = Tapak Dara; Adalah perdu tahunan yang berasal dari Madagaskar, namun telah menyebar ke berbagai daerah tropika lainnya. Bunga dan daunnya berpotensi menjadi sumber obat untuk leukemia dan penyakit Hodgkin. Kandungan bahan kimianya adalah “vincristine, vinblastine, reserpine, ajmalicine”, dan “serpentine”. Kandungan lainnya adalah “catharanthine, leurosine, norharman, lochnerine, tetrahydroalstonine, vindoline, vindolinine, akuammine, vincamine, vinleurosin”, dan “vinrosidin”. Berbagai alkaloid ini beracun. Tanda-tanda keracunan tapak dara adalah demam, loyo, dan muntah-muntah dalam tempo 24 jam. Tanda-tanda yang lain adalahneuropati, kehilangan refleks tendon, berhalusinasi, koma, dan kematian (Wikipedia).

3. Phaleria Macrocarpa = Mahkota Dewa; Tumbuhan berbentuk pohon, berumur panjang (perenial), tinggi 1 – 2,5 m. Akar tunggang. Batang berkayu, silindris, tegak, warna cokelat, permukaan kasar, percabangan simpodial, arah cabang miring ke atas. Daun tunggal, bertangkai pendek, tersusun berhadapan (folia oposita), warna hijau tua, bentuk jorong hingga lanset, panjang 7 – 10 cm, lebar 2 – 2,5 cm, helaian daun tipis, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip (pinnate), permukaan licin, tidak pernah meluruh Bunga tunggal, muncul di sepanjang batang dan ketiak daun, bertangkai pendek, mahkota berbentuk tabung (tubulosus) – berwarna putih. Buah bulat, panjang 3 – 5 cm, buah muda berwarna hijau – setelah tua menjadi merah, bentuk dengan biji bulat, keras – berwarna cokelat, daging buah berwarna putih – berserat dan berair. Perbanyaan Generatif (biji). (Plantamor.com)
Biasanya ubat ini digunakan sebagai sebahagian dari buah. Buah digunakan untuk mengubati pelbagai penyakit, mulai dari penyakit ringan seperti gatal, nyeri, atau flu, untuk penyakit serius seperti kanser, diabetes, serangan jantung, dan lain-lain. (Albukhary.net)

4. Curcuma Longa L = Kunyit; Curcumin (1,7-bis(4′ hidroksi-3 metoksifenil)-1,6 heptadien, 3,5-dion merupakan komponen penting dari Curcuma longa Linn. yang memberikan warna kuning yang khas (Jaruga et al., 1998 dan Pan et al., 1999).Curcumin termasuk golongan senyawa polifenol dengan struktur kimia mirip asam ferulat yang banyak digunakan sebagai penguat rasa pada industri makanan (Pan et al., 1999). Serbuk kering rhizome (turmerik) mengandung 3-5% Curcumin dan dua senyawa derivatnya dalam jumlah yang kecil yaitu desmetoksi kurkumin dan bisdesmetoksikurkumin, yang ketiganya sering disebut sebagai kurkuminoid (Tonessen dan Karlsen, 1995).Curcumin tidak larut dalam air tetapi larut dalam etanol atau dimetilsulfoksida (DMSO). Degradasi Curcumin tergantung pada pH dan berlangsung lebih cepat pada kondisi netral-basa (Aggarwal et al., 2003). Bagian yang sering dimanfaatkan sebagai obat adalah rimpang; untuk, antikoagulan, antiedemik, menurunkan tekanan darah, obat malaria, obat cacing, obat sakit perut, memperbanyak ASI, stimulan, mengobati keseleo, memar dan rematik. Kurkuminoid pada kunyit berkhasiat sebagai antihepatotoksik (Kiso et al., 1983) enthelmintik, antiedemik, analgesic. Selain itu kurkumin juga dapat berfungsi sebagai antiinflamasi dan antioksidan (Masuda et al., 1993). Menurut Supriadi, kurkumin juga berkhasiat mematikan kuman dan menghilangkan rasa kembung karena dinding empedu dirangsang lebih giat untuk mengeluarkan cairan pemecah lemak. Minyak atsiri pada kunyit dapat bermanfaat untuk mengurangi gerakan usus yang kuat sehingga mampu mengobati diare. Selain itu, juga bisa digunakan untuk meredakan batuk dan antikejang. Aktivitas antikanker Curcumin telah banyak diteliti menggunakan berbagai pendekatan pada berbagai jenis kanker baik secara in vitro maupun in vivo. Curcumin dapat dikembangkan sebagai obat antikanker yang poten. Aktivitas antikanker Curcumin dikaitkan dengan kemampuannya sebagai penghambat COX maupun pada jalur signaling sel, baik melalui pemacuan apoptosis maupun cell cycle arrest dengan mempengaruhi produk gen penekan tumor maupun onkogen (Meiyanto, 1999). Selain itu, dikaitkan juga dengan kemampuannya sebagai antioksidan, penghambatan karsinogenesis, penghambatan proliferasi sel, antiestrogen, dan antiangiogenesis. (CCRC Farmasi UGM)

5. Morinda = Pace; Buah asli Indonesia yang mengandung:
* Zat Anti-bakteri. Acubin, L. asperuloside, alizarin dan beberapa zat antraquinon telah terbukti sebagai zat anti bakteri semisal Pseudonzonas aeruginosa, Proteus morganii, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis dan.Escherichia coli.  Zat-zat anti bakteri dalam berfungsi juga untuk infeksi kulit, pilek, demam dan berbagai penyakit  yang disebabkan oleh bakteri.
* Asam askorbat ada di dalam buah Mengkudu dan ini merupakan  sumber vitamin C yang kaya antioksidan untuk melawan radikal bebas. Buah ini juga mengandung Asam kaproat, asam kaprilat dan Asam kaprik yang termasuk golongan asam lemak. Asam kaproat dan asam kaprik ini yang menimbulkan bau busuk yang tajam pada buah Mengkudu.
* Zat-zat scopoletin. Zat-zat ini mempunyai manfaat medis dan dapat mengikat serotonin (salah satu zat kimiawi penting di dalam tubuh manusia). Scopoletin juga berguna untuk melebarkan  saluran pembuluh darah yang mengalami penyempitan dan melancarkan peredaran darah. Selain itu scopoletin dapat membunuh beberapa tipe bakteri, bersifat fungisida (pembunuh jamur) terhadap Pythium sp dan juga bersifat anti-peradangan dan anti-alergi.
* Zat-zat scopoletin. Zat-zat ini mempunyai manfaat medis dan dapat mengikat serotonin (salah satu zat kimiawi penting di dalam tubuh manusia). Scopoletin juga berguna untuk melebarkan saluran pembuluh darah yang mengalami penyempitan dan melancarkan peredaran darah. Selain itu scopoletin dapat membunuh beberapa tipe bakteri, bersifat fungisida (pembunuh jamur) terhadap.Pymthium sp dan juga bersifat anti-peradangan dan anti-alergi.
* Zat Anti-kanker (Damnacanthal). * Xeronine dan Proxeronine. Xeronine  berfungsi mengatur bentuk dan rigiditas (kekerasan) protein-protein spesifik yang terdapat di dalam sel.
* Morindon atau morindin (pemberi warna merah pada kulit tanaman mengkudu).
Buah ini bermanfaat untuk:
* Meningkatkan daya tahan tubuh
* Menormalkan tekanan darah
* Melawan tumor dan kanker
* Sebagai penghilang rasa sakit/painkiller
* Anti-bakteri (nonasehat.info)

Ternyata ramuan ini memang merupakan gabungan dari berbagai macam bahan anti kanker.

Sebagaimana hadits nabi Muhammad SAW. bahwasanya setiap penyakit ada obatnya, maka sebagai ikhtiar kami memilih ramuan herbal sebagai obat penangkal akibat buruk dari TORCH. Sesungguhnya Allah saja Yang Mahamengatur segala sesuatu karena hanya kepada-Nyalah kami serahkan segala urusan. Semoga yang terbaik untuk kami. Aamiin.

5 thoughts on “Ikhtiar dengan Herbal TORCH

  1. saya terkesan dengan obat anti torchnya pak jjuanda ini, istri saya ada torch, setelah berobat dan dibarengi dengan suplemen dari dokter, alhamdulillah istri saya sekarang sudah hamil 7 bulan

    1. Alhamdulillah, semua atas izin Allah semata. Selamat ya, Mas Imam. Semoga istri dan bayi kalian sehat dan lahir dengan selamat!

      Jangan lupa, iringi dengan memperbanyak tahajjud dan shodaqoh. Insya’Allah …

  2. Assalamualaikum,
    Saya sedang browsing mengenai torch dan kebetulan ketemu dg blog anda. Apakah sy bs mnta email anda? Ada yg ingin sy diskusikan mengenai torch. Terimakasih.
    -vika-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s