H25 | Serba-serbi HUT Sandi (Humor itu Sehat)


M3-I4-T7-2.S2-J2.2-A4

Kemarin tepatnya 4 April 2013 Lemsaneg merayakan Ultah Persandian yang ke-67. Seperti biasa setiap tahunnya diadakan rangkaian HUT mulai dari pertandingan OR, LKTI, bakti sosial, tabur bunga, outing hingga upacara peringatan HUT. Terlepas dari besaran anggaran pelaksanaan dan kerepotan panitia pelaksananya, ada satu tujuan yang hendak dicapai oleh pimpinan Lemsaneg: semakin mantapnya komitmen seluruh elemen internal khususnya dan elemen eksternal dalam mengemban peran serta tanggung jawabnya mendukung fungsi Lemsaneg. Upaya ini tentu mesti mendapat apresiasi tanpa menghilangkan aspek evaluasi tentunya.

Kali ini saya akan menampilkan beberapa hal terkait HUT Sandi ke-67 ini dari sudut pandang yang personal. Tidak sekalipun berniat menyinggung siapapun meski berharap ada hikmah yang bisa diambil oleh kita semua. Selamat menikmati …

Nada Getar
Hari itu pagi-pagi benar Jon sudah meninggalkan rumah. Berharap jalanan menuju kantor lancar, ia hanya bisa menerima kenyataan bahwa jam 6 lewat sekalipun jalanan Jakarta sudah penuh dengan kendaraan. Para orangtua dan remaja sudah antre di setiap persimpangan dan pintu gerbang sekolah mengingat jam masuk sekolah di DKI adalah 06.30 WIB.

Sesampai di kantor upacara sudah akan dimulai, Jon buru-buru masuk dalam barisan pegawai. Beberapa waktu kemudian pemimpin barisan menyiapkan barisan hingga rapi. Sesaat sebelum upacara dimulai, pemimpin upacara mengingatkan seluruh anggota barisan untuk menyetel hp dalam nada getar agar tidak mengganggu jalannya upacara. Spontan saja hampir seluruh anggota barisan mengambil hp mereka untuk menyetelnya ke nada getar. Tidak terkecuali Jon, ia pun segera menyetel ringtone hp-nya ke pilihan NADA GETAR. Sejurus kemudian upacara pun dimulai.

Suasana hening meliputi seluruh peserta upacara. Tidak ada yang bergerak atau bersuara kecuali MC dan para petugas. Saat mengheningkan cipta pun tiba. Alunan musik dari Korps Musik menghanyutkan semua peserta upacara, pikiran seperti kosong tanpa beban. Tiba-tiba saja sayup-sayup terdengar suara yang aneh, “Getaaar …. getaaar …. getaaar!”, makin lama makin keras, “Getaaar! … GETAAAR!! … GETAAAR!!!”. Tak pelak lagi beberapa petugas upacara spontan mencari sumber suara dan menemukan arahnya berasal dari tempat Jon berdiri. Buru-buru saja si Jon disuruh mengeluarkan sumber bunyi dari sakunya lalu mematikannya. Meski berhasil ditangani dengan cepat, insiden ini tetap saja menjadi catatan dari pejabat berwenang.

Selepas upacara Si Jon ditanya oleh pimpinan regu, kenapa dia tidak mengeset handphone dalam nada getar. Dengan wajah innocent dan nada rada-rada bingung si Jon pun menjawab, “Ciyus … saya sudah mengeset hp ke nada Getar koq. Lah tadi kan Bapak dengar toh, apa perlu saya bunyikan lagi untuk membuktikannya”. Pemimpin regu pun bingung mo bilang apa, karena memang hp si Jon memakai ringtone berbunyi, “Getaaar … Getaaar”.

Jangan Keluar, Sayang …
Sehabis upacara HUT di halaman kantor digelar acara hiburan, beberapa artis kenamaan pun hadir untuk menghibur seluruh pegawai dan tamu undangan yang hadir untuk memberikan selamat. Si Jon sendiri memilih untuk bercengkrama dengan rekan-rekan lain di masjid kantor karena selain tidak kebagian tempat duduk di bawah tenda teriknya matahari membuat banyak orang tidak tahan lama-lama berdiri meski di tenda dipasang banyak kipas angin.

Obrolan ringan antara Jon dan rekan-rekan mengalir sembari mereka menikmati snack yang dibagikan pada seluruh peserta upacara. Tak berasa waktu sholat Dzuhur pun tiba, Jon dan rekan-rekan melaksanakan sholat secara berjama’ah dengan tertib. Hari itu karena banyak tamu undangan yang hadir di kantor, jama’ah masjid membludak sehingga perlu beberapa shift atau istilahnya kloter jama’ah sholat Dzuhur hingga semua sholat.

Selepas sholat, Jon bermaksud menengok istrinya di kontrakan. Maklum istrinya sedang angkatan (hamil muda -red) sehingga butuh perhatian lebih. Jon bersiap dengan jaket dan motornya, ketika seorang senior menyapanya. “Mau ke mana, Jon?”, tanyanya. “Mau ke luar, Mas”, jawab Jon kalem. “Jangan … jangan keluar Jon, sayang. Kantor ini butuh banyak orang sepertimu …”, cegah sang senior. Si Jon bingung tapi lalu ia tau kalo seniornya cuma bercanda. Memang beberapa orang teman Jon baik senior maupun junior memilih untuk resign dari PNS karena berbagai alasan.

Itulah humor ringan seputar HUT Sandi, semoga bisa mewarnai menghibur pembaca semua. Bagi yang tidak paham dengan humor ini sehingga tidak terhibur saya mohon maaf. Sekedar memberikan nuansa lain, karena humor itu enak dan perlu. Sekian.

Berita menarik:
http://m.detik.com/news/read/2013/04/05/092623/2212177/158/lembaga-sandi-negara-hi-tech-dan-misterius

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s