H37 | Membangun Kebahagiaan


M3.2-I4.2-2.S2-Z4.2-A4

Akhir-akhir ini saya sering ‘tersentuh’ dengan keadaan orang-orang di sekitar saya. Gap itu sering terlalu lebar, entah bagaimana membuatnya hilang atau setidaknya mengecil. Bukan gap antara kami dan mereka, melainkan gap di antara mereka sendiri. Saya sendiri merasa cukup; ekonomi menengah, pendidikan terpenuhi, keluarga kecil (hampir 3 anak), aktifitas biasa. Seorang teman yang saya kenal kehidupannya sudah jauh di atas saya; rumah dan kendaraan mewah, pendidikan tinggi, keluarga kecil, penghasilan tambahan berlimpah, kesibukan extra bahkan di hari-hari libur. Ada juga tetangga yang dekat kehidupannya pas-pasan; pekerjaan buruh, keluarga besar, rumah kontrak, pendidikan minim, aktifitas biasa.

Beberapa di antara keluarga kita bisa berfoya-foya dengan kelebihan harta, sedangkan lainnya ada juga yang masih berjuang untuk sekedar kebutuhan sehari-hari. Ada yang aktifitasnya full untuk bekerja, seperti tidak ada waktu lagi untuk hal lain. Ada pula yang masih berkutat dengan waktu yang kosong karena menganggur. Sebagian di antara kita mungkin bisa saling membantu, misal ketika kita membutuhkan bantuan sedangkan orang lain membutuhkan pekerjaan. Namun tidak sedikit pula yang entah mengapa mencoba untuk menguasai semua sektor bisnis. Padahal menurut saya tujuan dari semua alternatif aktifitas manusia di manapun adalah untuk mendapatkan kebahagiaan, ya … membangun kebahagiaan.

Satu hal yang kemudian saya pahami hasil mengaji (mengkaji Al Qur-an dan As Sunnah) bahwa kebahagiaan tidak melulu masalah ekonomi alias materi. Dan bila orang cenderung ingin kaya raya (harta), maka Rasul SAW mengajarkan pada kita akan kekayaan hakiki (hati). Karena tabiat manusia yang tidak akan merasa puas, meski mengejar dunia tidak dilarang agama, sehingga tidak akan berhenti sebelum sesuatu yang dianggapnya memberikan kebahagiaan itu tercapai. Misal seorang pebisnis dengan income 100 juta/bulan, maka tidak berhenti hingga income naik menjadi 1 M/bulan karena ketika saldo rekeningnya berdigit di atas 7 barulah dia merasa bahagia. Yang semacam itu lah, termasuk yang bahagia ketika pabrik atau kantor cabangnya ada di setiap kota baik di dalam maupun di luar negeri. Bahkan sampai pada tuntutan masuk dalam daftar 100 atau 10 orang terkaya di dunia, siapa yang tidak mau.

Tunggu dulu … apa cuma itu prestasi yang bisa dicapai dari membangun kebahagiaan? Coba yang ini:
1. Memberikan beasiswa untuk anak-anak seluruh karyawan hingga sarjana
2. Memberikan lapangan kerja untuk semua lulusan diploma dan sarjana yang bervisi-misi membangun negeri
3. Memberangkatkan haji 100 guru mengaji (majelis ta’lim dan TPA) berprestasi setiap tahun
4. Membiayai pernikahan pemuda-pemudi kader dakwah kurang mampu
5. Dan yang semacamnya …
Yang begini saya yakin banyak juga yang sudah melakukannya. Dan semoga saya termasuk di dalamnya kelak, meski saya tidak punya cita-cita jadi orang kaya raya.

Nah, bagaimana cara Anda membangun kebahagiaan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s