Google Glass | Ketika Momen Diabadikan Seketika


Pernahkah Anda melihat sesuatu yang indah atau sebuah momen berharga sedemikian hingga ingin hal itu Anda abadikan dalam sebuah foto atau video? Saya sering. Misal ketika saya melintasi sebuah taman yang indah, di mana ada danau asri yang dipenuhi bunga teratai dan saat itu hujan rintik-rintik. Atau ketika saya melihat sebatang pohon tumbang tepat di depan mata kepala saat melintasi jalan menuju ke rumah. Sayangnya saat kebanyakan momen itu terlewat begitu saja karena saya tidak siap dengan kamera atau handphone.

Beberapa waktu belakangan santer terdengar Google akan mengeluarkan sebuah produk teranyarnya berupa kacamata yang bisa terhubung dengan internet. Peranti ini lebih menyerupai gadget online yang dioperasikan dengan suara, di mana kacamata menjadi monitor mini yang menampilkan gambar dan suara tepat di depan mata penggunanya. Mereka menyebut peranti ini dengan Google Glass, nama yang mirip-mirip dengan produk sebelumnya yang selalu memakai frasa Google di depan seperti Google Maps, Google Chrome, dsb. Berikut ini tampilan Google Glass versi feminin.

image

Dan ini model utama sekaligus Senior Industrial Designer pada Project Glass Google asal Swedia: Isabelle Olsson.

image

Nah, meski belum secara resmi dijual untuk umum versi siap pakai Google Glass sudah mulai diujicobakan pada beberapa orang terpilih. Dan bukan Google kalau tidak kontroversial. Google Glass juga menimbulkan banyak perspektif negatif terkait penggunaannya. Silakan baca di sini berbagai sisi negatif yang mungkin saja dipilih oleh penggunanya tapi dibalik itu semua saya melihat sisi positif yang tidak kalah menarik yaitu fungsi instant capture and publish Google Glass ini. Saya menyebutnya seperti judul posting ini: Ketika Momen Diabadikan Seketika.

Dari detikinet saya baca bocoran spesifikasi Google Glass memang cukup menggiurkan. Dilengkapi kamera 5 MP, memori internal 16 GB, prosesor dual-core OMAP 4430, clock 1 GHz, RAM 1 GB, Android 4.0.4 (Ice Cream Sandwich), pengolah grafis PowerVR SGX540 terintegrasi accelerator IVA 3, prosesor ABE, ISP untuk kamera hingga 20 MP. Fitur-fiturnya pun dikabarkan bisa menggantikan smartphone seperti menampilkan menu mirip ikon smartphone, menampilkan berbagai informasi serta notifikasi, menggunakan suara untuk memilih menu menulis teks, menunjukkan arah dengan navigasi/maps-direction, menjepret foto/video dan tentu menelpon. Pastinya spesifikasi dan fitur itu akan terus dikembangkan sesuai kecanggihan teknologi dan tentu kebutuhan pengguna. Ah … trus kira-kira berapa ya harga sebuah Google Glass ini? Menurut Edwin di situs teknoup.com kisaran harga versi prototipenya saja adalah 13-14 jutaan. Nah 2014 nanti kacamata ini akan beredar di pasar bebas, so … apakah Anda tertarik untuk mencobanya? Saya sendiri sangat tertarik meski saya pasti akan sulit beradaptasi dengan kacamata ini secara saya tidak berkacamata. Ya semoga Google Glass nyaman dipakai meski oleh pengguna yang tidak biasa berkacamata.

Update berita terkait:

http://finance.yahoo.com/news/google-glass-picks-early-signal-010609804.html

5 thoughts on “Google Glass | Ketika Momen Diabadikan Seketika

  1. mantap jg ya, jadi kalo ada moment penting ga klewat. dan kebetulan ane pengguna kaca mata, siapa tau ni bisa nggantiin kaca mata ane dilengkapi dengan lensa mins buat kekurangan mata ane.😆

    1. Mungkin juga sih. Tapi berarti harganya gak segitu, Bay. Sebentar saya itung2 dulu: gg 14 juta, km minus 200 ribu, customisasi dan jalan ke amrik pp. plus jajan2 30 juta 800 ribu. Total jadi 45 juta, Bay. Mau???😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s