Bahkan Tuhanpun Angkat Tangan


M3.2-I4.2-2.S2-Z4-A4

(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka). QS. At Taubah (9):1

Bahkan Allah Sangkholik dan Muhammad Rasulullah pun mesti berlepas diri atas orang-orang musyrik. Istilah manusia umumnya, “Terserah …”.

Ketika kita sebagai manusia diikat dengan sebuah perjanjian dan isinya adalah buatan manusia maka menjadi wajib buat kita untuk menghormati perjanjian itu dengan menepati dan melaksanakannya. Namun ketika perjanjian itu dilanggar secara sepihak oleh salah satu dari mereka, maka pihak yang dizholimi diberikan kebebasan untuk membatalkannya pula. Kecuali mereka yang melanggar bertaubat atas pelanggaran itu lalu kembali padanya, maka kita diperintahkan untuk memberinya rasa aman.

Hal ini sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya dengan kaum yang berbeda keyakinan tetapi juga dengan sesama kaum muslim. Maka ada pilihan sikap untuk berlepas diri atau “angkat tangan” atas mereka yang melanggar perjanjian/ketentuan menjadi sesuatu yang dibolehkan. “Terserah …”, kata yang ringan ini ternyata menjadi salah satu visualisasi dari sikap berlepas diri. Ada harapan yang dibangun di awal, tetapi kemudian mesti dipasrahkan ketika yang diharapkan punya sikap yang bertentangan meski sudah diingatkan. Begitulah sifat manusia … keras kepala.

Ok. Terserah Anda mo komentar apa … #eksyendoangsih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s