Tamu dan Lemari Baju


M3.2-I4.2-S2-J2-A4

image

Pernah dengar atau baca cerita tentang tamu tak diundang dan lemari baju tempat ia sembunyi belum? Kalo belum berarti Anda beruntung karena saya akan menceritakan kisah itu untuk Anda. Eh sebentar … tidak jadi ah … saya tidak akan menceritakan tentang kisah amoral itu pada Anda, tapi kisah lain yang saya dapatkan tadi siang. Berikut kisahnya …

Tamu dan Lemari Baju
Siang itu Jon dan rekan kerjanya terburu-buru menuju ke masjid. Dengan mengendarai motor sang rekan mereka berdua sampai juga di masjid yang dituju. Tanpa disangka-sangka ternyata masjid dan halamannya telah ramai dengan jama’ah sholat Jum’at. Tampaknya masjid telah penuh sehingga jama’ah meluber hingga di halaman, parkiran, trotoar bahkan taman yang jaraknya cukup jauh dari masjid. Akhirnya Jon dan rekannya harus duduk dan sholat di halaman depan masjid beralaskan koran bekas yang dibeli dengan harga seribu perak.

Khotib Jum’at siang itu mengambil tema khutbah menyambut bulan Ramadhan. Beliau mengingatkan bahwa tidak lama lagi bulan suci itu akan menghampiri kaum muslimin. Ramadhan adalah bulan yang istimewa karena tersebut dalam Al Qur-an sebagai saat turunnya awal ayat-ayat Al Qur-an sehingga diperintahkan bagi orang beriman untuk berpuasa sebulan penuh di bulan itu.

Si Jon memerhatikan setiap kalimat yang khotib sampaikan. Khotib menyebut Ramadhan dengan dua perumpamaan. Yang PERTAMA, Ramadhan sebagai Tamu spesial. Bulan Ramadhan memang berbeda dengan bulan yang lain. Selain tersebut dalam Al Qur-an, Ramadhan juga tersebut dalam Hadits dengan berbagai keutamaannya. Bulan Ramadhan adalah bulan saat Allah melimpahkan rahmat, membuka pintu ampunan, dan membebaskan hamba-hamba-Nya dari api neraka. Karenanya ia disambut dengan suka cita dan dilayani dengan sebaik-baiknya supaya ia betah lama-lama di rumah.

Ramadhan akan betah jika diisi dengan ibadah dan amal-amal sholih. Sholat tarawih, tilawah Al Qur-an, ta’lim dan dzikir akan membuatnya tetap bersama hingga berakhir nanti. Ia juga suka jika diisi dengan infak, shodaqoh, dan amal-amal sholih lain seperti silaturrahim, kerja, atau baksos. Seperti halnya tamu yang akan merasa betah dengan hidangan dan hiburan yang diberikan oleh tuan rumah, Ramadhan akan betah di rumah orang-orang yang bersungguh-sungguh melayaninya.

KEDUA, Ramadhan sebagai Lemari Pakaian bagus. Lemari baju adalah tempat menyimpan baju-baju yang bersih, rapi dan harum. Bila ada baju-baju yang kotor dan bau dimasukkan ke dalamnya tentu baju-baju lain yang ada di dalam lemari menjadi kotor dan bau juga. Malah menurut khotib, bukan tidak mungkin lemari baju yang tadinya bersih dan harum berubah menjadi kotor dan bau jika diisi dengan baju-baju yang kotor dan bau. Begitulah pula Ramadhan, ia akan membawa kebaikan pada bulan-bulan yang lain bila diisi dengan aktifitas positif. Selama Ramadhan orang yang mengisinya dengan ibadah dan amal sholih akan mendapat rahmat dan ampunan dari Allah.

Begitulah perumpamaan Ramadhan bagi kaum mukmin, sebagai Tamu atau Lemari Baju. Dua-duanya memberikan nilai pengingat agar memanfaatkan bulan suci ini dengan sebaik-baiknya. Karena hanya orang-orang beriman saja yang diberi kewajiban untuk berpuasa di bulan ini, agar Allah mengangkat mereka menjadi muttaqin. Dan hanya surga sajalah balasan untuk orang-orang bertakwa.

Demikian cerita Jon tentang Tamu dan Lemari Baju. Menjelang puasa ini saya minta maaf bila di blog ini ada hal-hal yang tidak menarik, tidak menyenangkan atau tidak bermanfaat. Semoga Allah memberikan kesempatan buat kita bertemu Ramadhan tahun ini agar kita bisa menghapus dosa-dosa kita dan berjuang untuk memperoleh tingkatan takwa. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s