H-1 Ramadhan | Ketika Materi Tak Lagi menjadi Orientasi


Barangsiapa mengejar dunia
Maka ia akan menjadi pelayannya
Tapi barangsiapa mengejar akhirat
Maka dunia akan melayaninya

Kalimat di atas dulu sering saya dengar dari seorang ustadz kondang. Sekarang sedikit banyak saya bisa melihat sendiri kebenaran nasihat itu dalam dunia nyata. Betapa banyak orang yang hidup untuk kerja (istilah kerennya workaholic) seperti yang dinisbatkan pada orang  Jepang, orang China atau orang Jakarta. Pagi, siang, malam kerja banting tulang. Kaki jadi kepala, kepala jadi kaki. Semua dilakukan untuk satu tujuan kecukupan materi alias UANG.

Memang tidak bisa dinafikan bahwa setiap orang hidup tentu membutuhkan uang untuk menyambung hidup, memenuhi kebutuhan hingga mendapatkan kesenangan. Tidak peduli apakah orang itu miskin atau sudah berlimpah materi, bekerja adalah aktifitas yang bertujuan untuk mendapatkan uang.

Tapi tidak semua orang sama, termasuk untuk hal di atas. Ada bahkan banyak orang-orang yang hidupnya tidak terdominasi oleh orientasi uang. Sebagian di antara mereka mungkin memang sudah memiliki harta atau penghasilan yang jauh melebihi kebutuhannya, tapi sebagian yang lain bahkan tidak bisa dibilang berkecukupan. Untuk model yang pertama mungkin sesuai dengan teori Maslow bahwa manusia akan naik peringkat ketika orientasi kebutuhannya berubah karena yang mendasar atau di bawahnya telah terpenuhi. Tapi bagaimana dengan yang kedua?

image
Sumber gambar: novia01.blogspot.com

Kebutuhan psikologis manusia yang digambarkan oleh Maslow boleh jadi adalah kebutuhan rata-rata atau kebanyakan manusia di masa dan lingkungan Maslow saat itu. Teori itu tidak salah cuma iya menyisihkan kondisi-kondisi spesial yang mungkin ia temui dalam penelitiannya. Seperti halnya di bulan Ramadhan ini.

Siapa menyangkal kebutuhan bahan makanan, pakaian, perabot dan bahkan kendaraan akan meningkat secara signifikan. Tentu tidak ada, tapi sebagian dari masyarakat dengan tingkat kebutuhan materiil yang bertambah itu mungkin tidak menjadikan itu sebagai hal yang utama. Mereka malahan banyak meninggalkan keramaian dan hiruk pikuk pasar/bisnis lalu menggantikannya dengan banyak menghabiskan waktu di masjid atau majelis ilmu. Dan tidak umum seperti orang-orang yang semakin mendekati akhir Ramadhan semakin berorientasi pada materi, mereka malahan menghabiskan hampir seluruh waktunya berdiam diri di masjid untuk ber-taqarub ilallah.

Seperti telah disampaikan oleh Rasulullah SAW. bahwasanya Islam muncul dalam keadaan asing, dan akan kembali (asing), sebagaimana ia muncul dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang asing. Asing di sini bukan orang luar, tapi asing di sini berarti aneh atau tidak umum. Ya, dan yang aneh itulah yang sering menjadi sasaran diskriminasi oleh bagian besar masyarakat tidak terkecuali para filsuf dan pakar yang meneliti kondisi masyarakat. Mungkin karena jumlah yang minoritas, boleh jadi tapi semestinya itu menjadi catatan sehingga setiap pembelajar akan mengetahui pengecualian-pengecualian yang ada.

Kembali ke orientasi. Nah, di bulan Ramadhan yang tinggal beberapa waktu lagi akan hadir ini kira-kira apa orientasi kita? Saya sendiri baru menyusun nih, apa saja yang ingin saya wujudkan di bulan penuh berkah ini. Berikut daftarnya, dan silakan Anda buat sendiri daftar orientasi selama Ramadhan ini. Selamat berpuasa!

1. Berpuasa penuh; #ini mah cemen# gak juga tuh karena akan ada tantangan di hari-hari ke depan di mana ruhshoh bisa menjadi pilihan.
2. Menghilangkan atau setidaknya mengurangi secara signifikan perbuatan sia-sia; banyak hal ini … jadi mesti sabar karena sebulan itu sangat pendek.
3. Mengkhotamkan Qur-an minim sekali dengan artinya; yang pertama mungkin sudah biasa tapi yang kedua itu cukup menantang.
4. Processing …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s