H5 Ramadhan | Berbagi Itu Indah


M3.2-I4.2-T4-2.S2-D2-Z4.4-A4-T6

Puasa Ramadhan itu ringan buat yang tidak menjadikannya beban. Tapi juga berat untuk yang menempatkannya pada tekanan kewajiban semata. Memang setiap amal itu perlu niat dan persiapan. Menahan lapar, haus, & dorongan seksual itu mudah bila ada pembiasaan dari latihan atau kebiasaan. Niat ikhlas karena Allah saja yang menjadi pondasi amal berpuasa. Sedangkan untuk yang tidak biasa dan niatnya cuma ikut-ikutan, maka membatalkan puasa adalah pilihan yang ringan. Toh tidak ada orang yang tau kecuali pedagang warung, sesama pembeli dan tentu Allah.

Bila saat puasa kita berfokus pada diri sendiri, karenanya jadi lebih banyak tidur biar puasa gak batal, maka boleh jadi puasa kita akan bernilai sama dengan anak-anak yang belajar puasa. Padahal banyak hal yang dicontohkan Rasul SAW tentang aktifitas di bulan Ramadhan. Memang ibadah sunnah lebih menonjol, tapi juga amalan sosial juga bisa dilakukan. Seperti memberi makan berbuka (ta’jil) untuk sesama muslim khususnya kaum dhuafa, memberi santunan untuk anak yatim, janda dan jompo atau membantu meringankan pekerjaan rumah tangga.

Hari ini saya membantu istri membereskan bimbelnya karena pekan depan sudah mulai belajar. Salah satu yang dikerjakan adalah memperbaiki kursi belajar dan menukarkan yang rusak dengan yang bagus. Perbaikan sudah rampung kemarin, sekarang tinggal yang kedua. Lokasi penjualan kursi rekondisi adalah di Lenteng Agung. Di sana banyak kios peralatan kantor dan rumah tangga hasil rekondisi seperti yang juga ada di Manggarai atau Pasar Rumput. Terhitung dua kali ini kami menukar membeli kursi belajar di sana. Kali ini kami pilih lokasi yang berbeda.

image

Pemilik kios adalah bapak tua umur 60-an. Renta dan agak pincang jalannya, tapi masih kuat dan gesit mengerjakan pekerjaan kerajinan seperti ini. Setelah sepakat dengan harga beli dan tukar tambah, saya ambil 10 buah kursi belajar dan saya tukar 7 buah padanya. Meski perhitungan kami dengan nilai uang segitu kami cuma dapat barang bekas tapi untuk beli yang baru tentu modalnya mesti dua kali lipat. Ya sudahlah toh kami rasa cukup, saling menguntungkan. Tidak semua hal kita harus selalu untung kan? Berbagi keuntungan adalah pilihan terbaik dalam bisnis.

Siangnya saya sempatkan bertemu dengan sohib di sebuah masjid dekat bimbel istri. Kami ngobrol banyak hal karena memang sudah lama tidak bertemu. Berbagi informasi antarteman selain bermanfaat juga membuat pikiran lebih segar. Sorenya saya membantu pengurus musholla samping rumah menyiapkan konsumsi buka puasa bersama yang biasa digelar setiap hari Ahad. Ta’jil dihimpun oleh ibu-ibu PKK dari warga. Berbagi di bulan Ramadhan memang selalu indah.

image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s