H9 Ramadhan | Bukber yang (Tidak) Berkah


M3.2-I4.2-T23-2.S2-D4-Z4.2-A4-T5

Ramadhan selain full ibadah juga jadi ajang untuk mempererat tali silaturrahim. Salah satu acara wajib Ramadhan setiap tahun adalah buka puasa bersama (bukber). Komunitas yang sering mengadakan bukber adalah keluarga besar, arisan lingkungan, rekan kerja, rekan kuliah, atau juga jama’ah pengajian.

Bukber tentu banyak memberi manfaat karena selain semakin mendekatkan kita dengan orang-orang yang kita kenal baik juga memberi kesempatan setiap muslim untuk mendapatkan pahala puasa yang berlipat. Mengapa begitu? Memberi makan berbuka untuk orang berpuasa akan mendapatkan pahala puasa orang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala orang itu.

Inilah yang disebut keberkahan. Coba kita berhitung secara matematis. Misal ada 10 orang berpuasa yang mengadakan bukber. Masing-masing mereka membawa makanan untuk berbuka. Anggap saja yang mereka bawa adalah setara makanan berbuka untuk satu orang maka tidak ada kelebihan makanan untuk mereka bersepuluh.

Nah, sekarang kita hitung pahalanya. Anggap saja semua yang hadir berpuasa dengan nilai pahala yang merata, maka masing-masing akan mendapatkan satu pahala. Jika mereka memberikan makanan berbuka yang merata pada 9 orang lainnya maka ia akan mendapat 9 pahala tambahan. Berarti ia dan 9 orang lainnya mendapatkan 1+9 pahala puasa ketika 10 orang puasa berbuka bersama. Inilah berkah! Dari 1-1 menjadi 10-100.

Sayangnya beberapa orang memilih cara berbuka puasa yang berlebihan. Sebagai contoh berbuka bersama di restoran all you can eat. Nah, memang simulasi di atas tetap akan didapat tapi tentu bukan 10-100 ya karena makan di tempat itu boleh jadi indeks perorangnya sampai 10 kali lipat indeks makan di warteg. Jadi 100-100 atau ya cost benefit-nya imbang dengan buka puasa sendiri 1-1.

Belum lagi sholatnya susah, karena jarang, kalo tidak bisa dibilang tidak, ada resto di mal-mal yang menyediakan tempat khusus untuk sholat. Jadi mesti berebut atau antre di musholla mal yang tentu tidak akan menampung jumlah jama’ah dadakan di bulan suci ini, kecuali mal-mal tertentu ya. Akibat kualitas sholat menurun. Sebagian malah “memilih” untuk tidak sholat atau menjama’ sholatnya, yang tentu tidak akan mendapatkan pahala malah mendatangkan dosa. Buka puasa model ini tentu tidak berkah. Bagaimana menurut Anda?

image

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s