H15 Ramadhan | Ya Allah Lindungilah Hamba …


MI3.2-T11-S2-ZA2.2-T

Sudah hampir 5 hari saya meninggalkan istri dan anak-anak untuk urusan pekerjaan. Komunikasi pun agak tersendat karena rencana saya untuk memakai nomor lokal belum bisa direalisasikan. Fasilitas hotspot (WiFi) yang saya harapkan diberikan free oleh pihak penyelenggara juga tidak saya dapatkan. Sehingga satu hari lebih bahkan hampir 2 hari saya putus komunikasi dengan istri dan anak-anak. Ketika begini baru berasa betapa nilai komunikasi begitu besar. Huff

Meski begitu ada kesempatan di awal-awal kegiatan untuk sekedar chatting dengan istri dan anak-anak memanfaatkan kelengahan penyelenggara. Dan akhirnya bisa telpon dengan nomor lokal pinjaman meski hanya setengah menit dan anak-anak sudah tidur. Hal yang cukup menyejukkan di tengah kering dan gersangnya hati akibat jauh dari orang-orang yang disayangi.

Saya bersyukur karena untuk urusan makan, minum, akomodasi bahkan transportasi sudah ditanggung oleh teman-teman di sini. Namun, sebagai laki-laki normal saya tentu mempunyai kebutuhan yang sama dengan manusia lain yang belum terpenuhi yaitu cinta. Cinta yang tidak hanya sekedar diekspresikan dengan teks dan lisan tetapi juga dengan sikap dan tingkah laku. Sesuatu yang sulit saya dapati saat jauh dari keluarga. Hiks

Dan dijadikan indah di mata laki-laki, perempuan (istri) dan anak-anak. Ketika mereka berjauhan maka akan ada perempuan lain yang menjadi indah di matanya meski ia sadar ini adalah fitnah. Ya, fitnah yang boleh jadi lebih kejam dari pembunuhan. Entah memang didorong nafsu atau bujukan setan, yang mestinya ia tidak kuat karena sedang diikat, maka persepsi keindahan atas perempuan selain istri bisa menjadi sangat dominan. Terlebih ketika perempuan itu bersikap terbuka dan tidak memberi batasan yang tegas. Jadilah kesempatan muncul dalam kesempitan, maka hanya iman sajalah yang akan memberi warning atas setiap perilaku berlebihan. Dan hanya Allah semata Yang bisa memberi keselamatan.

Ketika iman menurun hingga titik nadzir, Rasul berpesan untuk mengikuti sunnahnya. Ini tentu bukan tanpa sebab dan tujuan. Ketika iman menipis maka batasan yang haq dan yang bathil menjadi kabur. Ibarat domba yang makan rumput di pinggir jurang, ketika tidak hati-hati maka ia akan jatuh hanya karena menginginkan tanaman merambat yang tumbuh di dinding jurang. Domba itu tau bahaya berada di tepi jurang, maka hanya kebodohan saja yang mendorong ia mengejar makanan yang bukan haknya. Naudzubillahi min dzalik …

Ya Allah … Ya Rabbi
Engkau MahaTau dan MahaMelihat
Engkau mengetahui isi hati ini
Dan Engkau melihat perbuatan hamba-Mu

Ya Allah … Ya Rahman
Engkau berikan kasih-Mu
Bahkan kepada hamba-Mu yang ingkar
Jangan biarkan hamba ini
Menjadi kufur atas segala nikmat-Mu

Ya Allah … Ya Rahim
Begitu besar rasa sayang-Mu
Pada hamba yang pasrah pada-Mu
Meski hamba penuh dengan dosa

Ya Allah … Ya Ghofur
Ampunanmu seluas langit dan bumi
Meski dosa hamba-Mu memenuhi gunung dan lautan
Maka ampunilah hamba ini

Ya Allah … Lindungilah Hamba

2 thoughts on “H15 Ramadhan | Ya Allah Lindungilah Hamba …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s