H20 Ramadhan | Mulai Hari Ini “Ummi-Abi” … End


M3.2-I4.2-T8-2.S2-2.Z4.2-A4-T

Perjalanan sepekan ini betul-betul membawa hikmah buat saya pribadi. Betapa tidak? Perjalanan ini mempertemukan saya dengan pribadi-pribadi yang memberi saya nilai bukan hanya materi.

Adalah “Dani”, teman baru saya yang memfasilitasi hampir kebutuhan saya selama di Brasilia. Beliau pernah satu kampus dengan saya meski kami berbeda jenjang pendidikan dan tentu beliau lebih senior ketimbang saya dari sisi usia. Hampir 2 tahun bekerja di Brazil dan sekarang bisa menjamu saya dari datang hingga saya pulang. Rasa persaudaraannya begitu besar hingga bahkan saya yang baru dikenalnya beberapa pekan saja dan itu pun hanya melalui e-mail diperlakukan begitu baik seperti adiknya sendiri. Betul-betul saya menemukan sosok abang yang belum pernah saya temui sebelumnya. Semoga kita tetap bersaudara meski jarak dan waktu memisahkan, Pak …

Wanita penyayang itu “Endah”, istri Pak Dani. Tipikal istri yang taat pada suami, sikap hormat beliau patut diacungi jempol. Meski keluwesannya bisa saja membuat laki-laki salah persepsi atas kebaikannya tapi untuk saya beliau adalah kakak yang baik. Kami baru bertemu di sana saat saya sampe di bandara, tapi ketika saya pulang saya merasa saya adalah adik laki-lakinya yang paling beruntung. Selama di Brasilia, saya selalu sahur dengan masakannya yang nikmat dan hampir selalu berbuka juga dengan masakannya. Meski 2 kali saya terkena tuah “cabe Brazil” dari masakannya tapi overall buat saya tidak ada masakan Indonesia yang menyaingi kenikmatannya di seantero Brasilia. Ciyus … saya akan selalu merindukan masakannya dan sikapnya yang begitu baik pada saya. Bu, aku padamu …

Terakhir, meski sebenarnya masih ada beberapa sosok yang juga mengena tapi mungkin akan saya ceritakan di lain waktu, sebut saja “Ummi”, rekan seperjalanan saya. Beliau adalah senior saya, dan sekarang rekan kerja. Hampir setahun kami by accident dipanggil “Ummi” dan “Abi” di ruangan. Meski panggilan itu memang sudah melekat sebelumnya pada kami masing-masing tapi terbatas di lingkungan rumah saja, untuk membahasakan panggilan buat anak-anak kami masing-masing. Ya, saya adalah “Abi” di rumah saya dan ia adalah “Ummi” di rumahnya. Rumah kami tentu berbeda … is it clear? Perjalanan ini mesti di awal sempat dibumbui romantisme karbitan tapi akhirnya membuat saya sadar tidak ada “Ummi” selain istri saya. Titik.

2 thoughts on “H20 Ramadhan | Mulai Hari Ini “Ummi-Abi” … End

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s