Puasa Qadha atau Puasa Syawal?


M3.2-I4.2-2.S2-D2-2.Z4.2-A4-T

Bulan ini bulan Syawal. Selain bulan yang awalnya adalah hari raya umat Islam, Idul Fitri, bulan Syawal secara lughawi (bahasa) berarti bulan peningkatan. Di bulan ini Rasulullah SAW. selalu melakukan shaum (puasa) sunnah 6 hari yang biasa disebut shaum Syawal. Tidak tanggung-tanggung, kebaikan yang didapat orang yang puasa Syawal 6 hari sesudah puasa Ramadhan sebulan penuh adalah seperti puasa setahun penuh. Sesuai hadits nabi SAW. berikut:
Dari Abu Ayyub al Anshari Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan, lalu diiringi dengan puasa enam hari pada bulan Syawwal, maka dia seperti puasa sepanjang tahun”. [Diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud, at Tirmidzi, an Nasaa-i dan Ibnu Majah].

Sayangnya tahun ini ada 2 hari saya lewatkan dengan berbuka karena sedang dalam perjalanan jauh. Biasanya saya berusaha tetap puasa meski sedang dalam perjalanan, padahal Allah SWT. memberikan keringan atas kewajiban puasa Ramadhan atas umatNya yang sedang sakit atau dalam perjalanan sebagaimana ayat berikut:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ. أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ. شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ.
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian untuk berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka, barang siapa di antara kalian sakit atau berada dalam perjalanan (lalu berbuka), (dia wajib berpuasa) sebanyak hari yang ia tinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Wajib bagi orang- orang yang berat menjalankannya, (jika mereka tidak berpuasa), membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang mengerjakan kebajikan dengan kerelaan hati, itulah yang lebih baik baginya. Berpuasa lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan- penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Oleh karena itu, barangsiapa di antara kalian hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, hendaklah ia ber puasa pada bulan itu, dan barangsiapa yang sakit atau berada dalam perjalanan (lalu berbuka), (dia wajib berpuasa) sebanyak hari yang ia tinggal kan itu pada hari-hari yang lain. Allah meng hendaki kemudahan bagi kalian, dan tidak meng hendaki kesukaran bagi kalian. Hendaklah kalian mencukupkan bilangan (bulan) itu dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberi kan kepada kalian supaya kalian bersyukur.” [Al-Baqarah: 183-185]

Jadilah hari ini saya puasa. Tahun-tahun kemarin sih saya puasa sunnah Syawal aja setelah lebaran gini. Nah, pertanyaannya: Apakah saya mo puasa Qadha Ramadhan dulu atau puasa sunnah Syawal? Maka jawabannya adalah: saya pilih puasa Qadha dulu. Memang tidak salah bila ada sebagian ulama yang menyarankan untuk puasa Syawal dulu mengingat waktunya yang terbatas 28/29 hari saja, sedangkan puasa Qadha bisa dilakukan kapan saja bahkan tidak harus di tahun yang sama dengan waktu puasa yang ditinggalkan. Tapi … siapa yang tau umur seseorang kecuali Allah saja? Karenanya meski saya masih muda, baru *tiiiiiiit* tahun tetap saja tidak ada garansi kalo saya bisa menyaur puasa Ramadhan yang tertinggal kemarin tahun depan atau bahkan bulan depan. That’s it …

2 thoughts on “Puasa Qadha atau Puasa Syawal?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s