Nyaman Naik KRL dari Depok ke Bekasi (Bag. 1)


M3.2-I4.2-2.S2-D2-Z4.2-A4-T

image

Anda pernah melakukan perjalanan dari Depok ke Bekasi, enaknya naik apa ya? Apakah dengan bus AKAP? Ataukah dengan KRL Commuterline? Buat Anda yang masih bingung memilih moda transportasi apa silakan teruskan membaca posting ini. Sebelumnya saya juga pernah menulis tentang hal itu di sini. Semoga bisa jadi pembanding buat Anda yang biasa berhitung efisiensi dan kenyamanan.

Beberapa waktu belakangan PT. KAI yang mengoperasikan KRL untuk wilayah Jabodetabek mengubah sistemnya. Selain itu juga dilakukan revitalisasi stasiun-stasiun serta penambahan jumlah armada KRL yang dioperasionalkan. Peningkatan kualitas layanan dan kapasitas KRL Jabodetabek ini tampak pada hal-hal berikut ini:

1. Stasiun yang steril dari selain penumpang dan petugas KRL. Dulu stasiun sangat terbuka, sehingga non penumpang bisa dengan leluasa keluar masuk peron. Pedagang asongan, PKL, pengemis, dan pengamen menjadi komponen yang biasa mewarnai stasiun, peron, bahkan gerbong KRL. Sekarang sebagian besar stasiun sudah dibenahi mulai dari pagarnya, lokal parkirnya, juga pintu keluar-masuk stasiun.

2. Seluruh penumpang yang masuk ke peron membeli tiket dengan harga terjangkau. Sudah menjadi pemandangan biasa KRL dipadati penumpang hingga di atapnya. Petugas tiket juga sering menemui penumpang yang tidak membeli tiket, tentu termasuk penumpang yang duduk di atap. Kini dengan sistem akses terkontrol dan tarif progresif, KRL hanya dinaiki oleh penumpang yang memegang tiket elektronik (e-ticket) saja dan harga tiket sangat murah/terjangkau.

3. KRL semakin tepat waktu dan jumlahnya mendekati kebutuhan. Waktu awal-awal kali saya naik KRL lebih dari sepuluh tahun lalu, KRL ekonomi hampir tidak pernah tidak terlambat dan terlambatnya pun tidak tanggung-tanggung bisa berjam-jam. Lebih parahnya ketika KRL yang ditunggu tiba, masya’Allah penuh sesak seperti tidak menyisakan ruang untuk penumpang di stasiun berikutnya. Penumpang berjubel, berhimpitan bahkan ada yang bergelantungan di pintu gerbong. Kondisi itu sekarang sudah berubah, meski KRL penuh tapi tidak sampai berhimpitan dan bergantungan di pintu. Dan jika mau bersabar untuk kereta berikutnya maka mungkin akan dapat ruang lebih lega bahkan kursi kosong.

4. KRL seluruhnya ber-AC, bersih dan disediakan gerbong khusus wanita. Dulu masih ada kereta ekonomi dan patas. Ada harga, ada rupa. Kereta ekonomi tiketnya murah, tentu fasilitasnya terbatas: tanpa AC yang ada kipas angin, lampu lebih sering mati, pintu dan jendela tidak bisa ditutup, gerbong kotor dan dipenuhi pegadang asong dkk. Sekarang KRL commuterline semuanya adalah kereta patas, berkipas dan ber-AC, terang, bersih, dan nyaman tanpa pedagang asongan, pengamen, atau pengemis.

Itulah catatan saya atas perubahan kondisi KRL Jabodetabek belakangan. Anda punya pandangan lain? Baca tips naik KRL Jabodetabek di sini.

2 thoughts on “Nyaman Naik KRL dari Depok ke Bekasi (Bag. 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s