Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan


M3.2-I4.2-T3-2.S2-D2-Z4.2-A4

Satu nikmat yang mulai terlupakan khususnya generasi muda Indonesia saat ini adalah nikmat menghirup udara kemerdekaan. Pernyataan ini memang tanpa dasar penelitian ilmiah, boleh dibilang ini hanya asumsi saya. Tapi coba lihat di sekitar kita, berapa banyak generasi muda kita yang dengan semangat menyambut hari ultah kemerdekaan RI. Meski di sebagian besar wilayah ibukota masih tampak semarak bendera, umbul-umbul dan spanduk menyambut peringatan 17 Agustusan memenuhi jalanan, tapi sebagian yang lain seperti tidak tertarik dengannya termasuk saya. Semoga asumsi saya salah.

image
Tasyakuran 17 Agustus

Setelah semalam mengikuti acara tasyakuran yang mendadak di lingkungan RT, pagi tadi saya mengikuti agenda wajib PNS di setiap 17 Agustus yaitu upacara bendera. Acara yang sederhana tapi khidmat ini memberikan penyegaran buat saya khususnya dan teman-teman PNS umumnya tentang hikmah perjuangan dan pengorbanan para pahlawan, ialah Kemerdekaan. Ya, kemerdekaan yang di saat diproklamasikan dianggap sebagai claim sepihak oleh para pemberontak alias ekstrimis alias teroris atas pemerintah Hindia-Belanda, bertahun-tahun kemudian mesti disyukuri oleh kita generasi penerus hingga akhir hayat.

image
Upacara 17 Agustus

Mengapa mesti disyukuri? Bukankah kemerdekaan adalah hak asasi yang diberikan Tuhan sejak kita dilahirkan? Yup, that’s it. Kemerdekaan adalah hak setiap manusia bahkan ketika ia baru dilahirkan tidak peduli di mana ia berada, oleh siapa ia dilahirkan dan bagaimana pun kondisi yang ada di sekitarnya. Tapi ternyata di dunia yang kejam ini, manusia bisa menjajah manusia lain. Tak lain dan tak bukan karena sifat syaithoni yang merasa diri lebih baik dari sesamanya. Hingga sekarang penjajahan manusia atas manusia masih terjadi, menyedihkan bukan …

image
Penjajahan bagai dalam sangkar

So, dengan memanjatkan syukur kehadirat Allah SWT maka saya menyampaikan pernyataan ini:

Merdeka atau Mati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s