Obrolan tentang Zakat Profesi


Entah sejak kapan saya mulai menggunakan Whatsapp (WA), tapi saat ini saya seperti tidak bisa lepas dari WA. Mungkin ini pula yang menjangkiti para pengguna BBM, meski saya tidak termasuk di dalamnya secara prinsip mirip-miriplah. Tapi benar, grup WA itu seperti do’a saya yg terkabul. Bagaimana tidak? Sejak mulai kerja sampai beberapa waktu lalu, saya dan teman-teman akademi seperti susah sekali mencari waktu untuk ngumpul dan ngobrol. Meski ada email, ada handphone, ada SMS, bahkan BBM tapi tidak semua teman bisa terhubung secara online seperti saat ini.

Asli. Saya punya harapan besar dari obrolan di grup ini, juga di grup-grup WA yang lain. Seperti pagi ini, ketika saya menimpali komentar seorang sohib terkait gaji dengan ide #ayo_bayar_zakat. Seketika rame betul teman-teman yang memberi tanggapan terkait tema itu, meski ada yang pro dan kontra tentu. Dari sini, brainstorming dan penyamaan persepsi dimulai …

Zakat Profesi, Pro-Kontra
Salah satu kewajiban bagi muslimin terkait harta adalah zakat. Memang bukan cuma ini tapi zakat adalah pilar utama ekonomi Islam. Mengapa begitu? Setiap sistem keuangan negara mempunyai basis penghimpunan dana dari masyarakat, misal ekonomi kapitalis dengan pajaknya. Nah, demikian pula dengan Islam sebagai sistem ekonomi negara. Ia juga punya basis penghimpunan dana dari ummat yaitu zakat.

Begitu pentingnya zakat dalam kehidupan masyarakat, sehingga ia masuk dalam salah satu kewajiban pokok muslim dari lima rukun yang lain; Rukun Islam. Zakat dicatat sebagai rukun ketiga setelah syahadat dan sholat 5 waktu. Penjabaran dari pemanfaatan zakat sebagai pilar utama ekonomi Islam sangat panjang lebar, karenanya kali ini saya cuma ingin ngobrol ringan saja. Jadi posting ini adalah resume dari obrolan saya di grup WA. Selamat menyimak!

1. Apakah zakat profesi ada dalam syariat?
Pro: Zakat profesi memang tidak secara zhohir tersebutkan dalam Qur-an dan hadits, ia muncul sebagai qiyas atas kewajiban zakat hasil pertanian/panen sebagai bentuk keadilan atas berkembangnya bentuk profesi dari masa ke masa.
Kontra: Zakat profesi tidak ada dalam syariat Islam zaman Rasulullah SAW. dan para shohabat RA.

2. Berapakah nishob untuk zakat profesi?
Pro: Nishob zakat profesi karena diqiyaskan dengan zakat hasil pertanian sama dengan nishobnya yaitu sebesar 653 kg beras (PKPU/Baznas) atau 520 kg beras (Rumah Zakat). Bila kita anggap penghasilan kita setara panen beras yg kita konsumsi misal 8500/kg, maka nishob penghasilan kita adalah 5,55 jt atau 4,42 jt.
Kontra: Zakat bagi selain petani, peternak dan pedagang nishobnya sama dengan nishob zakat harta benda yaitu setara 85g emas. Bila saat ini harga emas 450.000/gr maka nishobnya adalah 38,25 jt yang bertahan setahun (haul).

3. Berapa besaran zakat profesi?
Pro: Yang dikeluarkan zakatnya setiap tahun/bulan adalah 2,5% dari total penghasilan yang sudah masuk nishobnya.
Kontra: Zakat harta besarannya 2,5% dari total harta tersimpan yang sudah masuk nishobnya selama satu tahun (haul).

4. Apakah perhitungan zakat dari penghasilan kotor (sebelum dikurangi konsumsi) atau penghasilan bersih (sesudah dikurangi konsumsi)?
Pro: Karena diqiyaskan zakat hasil pertanian yang dikeluarkan saat panen maka lebih utama zakat dikeluarkan dari penghasilan kotor, meski demikian sebagian ulama membolehkan dikeluarkan dari penghasilan bersih.
Kontra: Zakat harta adalah simpanan tidak terpakai alias yang sudah disisihkan dari konsumsi harian.

Simulasi Zakat Profesi
Setelah menyimak pro-kontra zakat profesi, meski tentu belum semua, sekarang mari kita coba menghitung zakat profesi. Sebagai contoh kasus saya akan simulasikan zakat profesi seorang PNS.

1. Penghasilan
Gaji kotor 4,585 jt
Tunjangan kinerja 2,095 jt
Uang makan 570 rb
Total 7,250 jt

2. Nishob
Konsumsi beras 9.000/kg
Nishob 653 kg
Setara dengan 5,877 jt
* penghasilan masuk nishob

3. Zakat profesi
Besar zakat 2,5% x penghasilan
= 2,5% x 7,250 jt
= 181.250

Ternyata dari penghasilan bruto yang lebih dari 7 juta, zakat yang dibayarkan cuma 181-an ribu saja. Alhamdulillah, semoga kewajiban “ringan” ini bisa tertunaikan setiap bulannya.

Bersambung …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s