Serial Super-Dad: Mencuci Baju Bayi


Anda punya bayi? Atau pernah mengurus bayi? Tentu Anda akan mendapat banyak tambahan pekerjaan rumah. Salah satunya adalah mencuci baju bayi. Kali ini saya akan berbagi cerita dan tips sekitar hobi baru ini, saat bayi kami baru hadir di tengah keluarga.

Waktu anak pertama kami lahir kebetulan saya sedang dalam tugas berdinas di serambi mekah. Untungnya saya sempat cuti beberapa hari sebelum dan sesudah istri saya melahirkan sehingga setidaknya beberapa hari saya membantu istri saya mengurus bayi kami. Nah, satu pekerjaan rumah yang jadi porsi saya waktu itu adalah mencuci baju bayi kami. Eng ing eng … seumur-umur baru kali itu saya menghadapi baju-baju kecil yang isinya cukup semarak. Popok-popok yang penuh kotoran (ee’) bayi yang baru lahir, warnanya mulai hijau pekat hingga coklat muda. Meski sempat merasa jijik, hari kedua dan selanjutnya sudah tidak lagi.

Pekerjaan rumah tambahan, mencuci baju bayi, yang selalu muncul setiap kelahiran anak-anak kami sudah menjadi hal yang biasa buat saya. Setelah kelahiran anak ketiga, kami jadi semakin perhatian pada hal ini terutama dihubungkan dengan kesucian badan, pakaian dan rumah. Karena kami keluarga muslim yang mesti menjaga kesucian mengingat kewajiban kami beribadah pada Allah khususnya sholat fardhu 5 waktu setiap hari. Kebersihan adalah sebagian dari iman, demikian Rasulullah menyampaikan pada ummatnya.

Saat kami membawa bayi kami ke rumah, istri meminta saya menyiapkan tiga ember khusus. Ember besar untuk wadah sementara baju kotor tanpa ee’, ember sedang untuk baju kotor dengan ee’, dan ember kecil untuk air cebokan bayi kami. Nah, saat bayi kami pipis saja atau berganti baju sesudah mandi maka popok, celana dan alas ompolnya ditaruh di ember besar. Bila dia BAB/pup, popok dan celana yang terkena ee’ ditaruh di ember sedang. Kami membersihkan pipis dan pup dengan air bilasan di ember kecil dengan kapas. Air bilasan diganti setelah beberapa kali digunakan.

Setiap pagi, ba’da sholat Subuh, saya mengumpulkan baju kotor baik baju kami, anak-anak maupun bayi kami. Saya menggunakan mesin cuci dua tabung, dua ember besar dan satu ember sedang. Berikut langkah-langkah saya mencuci baju.

1. Isi tabung pencuci dengan air hingga 2/3-3/4 penuh lalu masukkan 2-3 sendok takar deterjen ke dalamnya. Volume air dan jumlah deterjen disesuaikan banyak baju yang dicuci.

image
image

2. Sementara mengisi air di mesin cuci. Isilah ember besar sampai setengah penuh lalu masukkan satu sendok takar deterjen ke dalamnya. Periksa baju bayi bila tidak ada ee’ masukkan ke ember isi air deterjen. Bila ada yang terkena ee’ masukkan ke ember kecil khusus BAB.

image
image

image
image

3. Saat air di mesin cuci cukup,hidupkan mesin pencuci lalu masukkan satu persatu baju anak-anak dan dewasa ke dalam mesin cuci. Pisahkan baju berbahan mudah sobek, mudah luntur dan baju dalam dewasa.

image
image

4. Isi ember besar lain dengan air sampe hampir penuh. Sambil mengisi, cuci dengan tangan atau sikat baju yang sudah dipisah, misal baju berpayet, BH, CD, dan kaos kaki. Setelah bersih masukkan ke ember besar berisi air.

5. Cuci baju bayi yang terkena ee’ dengan terlebih dulu membersihkan ee’ dan bekasnya. Tuntaskan dengan sabun cuci atau sabun mandi dengan sikat atau tangan. Baju bayi yang sudah bersih masukkan dalam ember rendaman baju bayi lain.

image
image

6. Cucian di mesin cuci selesai, peras satu-satu lalu masukkan ke dalam ember besar isi air bersama-sama baju yang sudah lebih dulu dicuci (baju dalam dkk.). Tambahkan air dan deterjen dalam tabung pencuci sesuai kebutuhan untuk mencuci baju bayi.

image

7. Masukkan baju bayi yang direndam dalam ember besar ke mesin cuci. Sebaiknya air rendaman dibuang karena telah kotor dengan pipis. Hidupkan mesin sesuai waktu yang dibutuhkan.

image

8. Sembari mesin mencuci baju bayi, bilas baju anak-anak dan dewasa sampe sisa sabun bersih. Peras kemudian masukkan ke tabung pengering, lalu hidupkan mesin sesuai kebutuhan. Air bilasan terakhir bisa digunakan untuk bilasan pertama baju bayi.

9. Cucian baju bayi selesai, peras dan masukkan dalam air bilasan dalam ember besar. Bilas hingga sisa sabun bersih.

10. Baju anak-anak dan dewasa selesai dikeringkan, keluarkan dari mesin cuci dan taruh di ember besar yang bersih. Masukkan baju bayi yang sudah dibilas. Hidupkan mesin pengering sesuai kebutuhan.

11. Semua baju telah bersih dan hampir kering, jemur hingga benar-benar kering. Selesai …

Langkah-langkah di atas mungkin tampak ribet. Kenapa tidak sekaligus saja jadi satu toh akhirnya bersih juga kan? Alasannya adalah:
– baju anak-anak dan dewasa tidak terkena najis sedangkan baju bayi umumnya terkena najis (pipis/ee’), memisahkan prosesnya adalah untuk menghindarkan najis bercampur pada semua baju
– kapasitas dan kemampuan cuci mesin ada batasnya, memisahkam proses menjadi dua tahap mengurangi beban mesin cuci sehingga harapannya bisa lebih awet
– memisahkan proses dan melakukan beberapa fase sekaligus mengefisiensi waktu dibandingkan dengan menunggu setiap fase selesai baru memulai fase berikutnya.

Ya apapun itu, beginilah cara saya meringankan beban istri saya yang masih dalam masa penyembuhan pasca melahirkan. Kalo buat saya pribadi, mencuci baju anak itu ibarat menabung kasih sayang untuk mereka karena kelak mereka juga akan melakukan hal yang sama pada kita, atau setidaknya pada cucu-cucu kita. Semoga …

Semoga tulisan ini bermanfaat. Sampai jumpa di episode Super-Dad berikutnya 🙂

4 thoughts on “Serial Super-Dad: Mencuci Baju Bayi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s