2 Jam Bersama Keluarga


Kapankah Anda meluangkan waktu bersama keluarga? Kapan terakhir kita menemani anak-anak belajar? Kapan kita mengaji bersama istri dan anak-anak? Setiap akhir pekan, saat liburan nasional, atau tidak pernah?

Sungguh sangat disayangkan bila kita menghabiskan waktu hanya untuk bekerja, meski itu adalah salah satu kewajiban kita. Nafkah yang kita berikan pada keluarga tidak hanya berupa materi, yang didapat dari bekerja sepanjang tahun, siang malam. Melainkan semestinya juga perhatian dan kasih sayang. Kita seringkali melupakan satu hal yang menjadi hak untuk anak-anak: kebersamaan. Dalam terminologi (PKK) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga, keluarga sejahtera tidak hanya diukur dari kondisi rumah yang sudah beralas lantai keras/keramik melainkan juga dari jumlah pertemuan keluarga dalam sehari: minimal 2 kali makan bersama. Lalu, mengapakah kebersamaan menjadi hal yang penting?

Anak-anak mengalami tidak hanya pertumbuhan fisik, mereka juga mengalami perkembangan mental. Makanan bergizi yang kita berikan hanya mencukupi kebutuhan pertama sedangkan kebutuhan kedua akan didapat dari aktifitas, interaksi/kasih sayang dan pendidikan. Bila kita menganggap apa yang mereka kerjakan dan dapatkan di sekolah cukup maka boleh jadi pandangan kita keliru.

Lalu kapan kita bisa beraktifitas bersama, berinteraksi penuh kasih sayang dan mendidik anak-anak kita? Bila kita lebih sering berangkat kerja saat anak-anak masih terlelap atau sedang sibuk bersiap ke sekolah, maka pilihan yang bisa diambil adalah waktu sore hari. Ya, sempatkanlah waktu untuk Sholat Maghrib di masjid/musholla dekat rumah bersama anak-anak, sehingga sesudahnya kita bisa makan malam bersama mereka.

Lebih afdhol lagi bila kita membuat aktifitas bersama ba’da Maghrib seperti mengaji atau belajar bersama anak-anak. Kebetulan di Depok tempat kami tinggal ada program “Matikan TV jam 18-20”. Jam itulah yang mestinya dimanfaatkan setiap keluarga untuk berkumpul dan beraktifitas bersama. Buat keluarga dengan anak-anak usia sekolah, sangat ideal waktu-waktu itu digunakan untuk belajar atau mengerjakan PR. Ortu bisa ikut mengawasi atau membantu proses belajar anak.

Kegiatan lain yang bisa dilakukan bersama adalah mengaji atau membaca Al Qur-an. Yang belum mahir belajar, yang sudah mahir mengajar. Idealnya ortu sudah mahir sehingga anak-anak belajar dari ortu mereka. Kegiatan belajar dan mengaji ini menjadi aktifitas berasama yang dilakukan rutin setiap hari.

Afdhol bila kegiatan itu kemudian ditutup dengan makan malam bersama. Sembari makan itu, ortu dan anak bisa saling berbagi cerita aktifitasnya selama seharian sehingga ada sharing pengalaman/informasi yang efektif. Kegiatan ini selain menjadi media monitoring aktifitas anak juga menjadi pengikat batin bagi seluruh anggota keluarga.

Setujukah kita dengan ungkapan “Uang bisa membeli kemewahan, tapi tidak bisa membeli kebahagiaan”? Bila ya, maka saatnya kita mulai membangun kebahagiaan bersama keluarga dengan meluangkan setidaknya 2 jam khusus untuk mereka setiap harinya. Selamat menikmati!

2 thoughts on “2 Jam Bersama Keluarga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s