PNS dan Bonus Akhir Tahun


Siapa tidak mau dapat bonus akhir tahun? Sayangnya hanya pegawai swasta dan BUMN/BUMD saja yang biasa mendapatkannya. Tapi bukan tidak mungkin PNS bisa mendapatkannya …

Saat ini profesi pegawai negeri dan swasta semakin bersaing. Tidak hanya karena gengsinya, misal karena jabatan publik/birokrat diperebutkan melalui jalur demokrasi, tapi juga karena upah pegawai negeri saat ini semakin mendekati standar swasta … relatif sih. Karenanya bukan hal yang aneh bila profesi PNS menjadi alternatif bagi sarjana fresh graduate selepas kuliah.

Pemerintah memang menjamin kesejahteraan pegawai negeri dengan gaji yang semakin sesuai standar kebutuhan primer dan tunjangan yang semakin memadai untuk berbagai kebutuhan sekunder. Bahkan pemerintah telah cukup lama memikirkan kebutuhan pegawai negeri terkait kebutuhan biaya sekolah anak dengan memberikan gaji ke-13.

Sempat muncul wacana terkait tunjangan hari raya (THR) sebagaimana diatur dalam UU Tenaga Kerja yang menjadi hak pegawai swasta dan BUMN/BUMD, tapi hingga saat ini belum menjadi komponen yang masuk APBN. Beberapa pemda saja yang telah memberikan THR untuk PNSD dari APBD mereka yang berlebih, sedangkan untuk PNS pusat realisasi THR sepertinya masih sebatas wacana.

Benar atau tidak, sebagian instansi pemerintah telah berhasil secara swadaya membangun sistem non APBN untuk memberikan THR/bonus akhir tahun kepada pegawainya. Hal itu ditempuh dengan mengembangkan usaha koperasi pegawai atau badan usaha lainnya milik kolektif pegawainya. Walhasil, melalui penanaman saham pegawainya mereka bisa memberikan SHU atau deviden yang cukup kompetitif. Saya sangat ingin tau … bagaimana memulainya ya?

Masalah kesejahteraan PNS, dari sisi hak atas gaji dan tunjangan sebenarnya bukan full tanggung jawab pimpinan instansi. Cukup mengikuti mekanisme yang disediakan pemerintah maka standar penghasilan pegawai akan terpenuhi. Masalah yang kemudian muncul adalah ketika tuntutan kesejahteraan pegawai melonjak melebihi penghasilan mereka. Alasannya memang bisa bermacam-macam, mulai dari standar kebutuhan tempat domisili hingga kesenjangan sosial gaya hidup hedonis rekan kerja. Hadoh

Disadari atau tidak, ternyata pusing juga jadi pimpinan ya. Bila kesejahteraan pegawai dirasa kurang, loyalitas bisa-bisa anjlok. Saat tidak/belum ada mekanisme swadaya pegawai yang dijalankan maka risiko seolah-olah menjadi beban para bos. Pilihannya menjadi serba sulit, menyediakan tambahan penghasilan atau loyalitas kepada pimpinan menurun.

Memang PNS ini beda sama TNI/POLRI, loyalitas anggota TNI/POLRI dibentuk melalui pembinaan fisik dan mental sedangkan PNS kadang keduanya tidak tersentuh. Nah, menjadi PR bagi para bos PNS untuk mencari formula loyalitas PNS. Yang pasti kalo kesejahteraan berarti pemenuhan kebutuhan, maka tidak peduli PNS atau TNI/POLRI semua pasti menuntut dengan gigih. Dari sini berarti semestinya kesejahteraan bukan satu-satunya kunci loyalitas.

Nah … jadi setelah muter-muter ngalor ngidul gak nyambung gini, bagaimana pendapat Anda?

image

Disclaimer: Mohon maaf bila ada kesamaan peristiwa atau kejadian. Lebih mohon maaf lagi bila ternyata pernyataan dalam tulisan ini tidak benar.

4 thoughts on “PNS dan Bonus Akhir Tahun

    1. Hmmm … saya pun berharap demikian.

      Dan akhirnya semua berpulang pada diri kita masing-masing, Mora.

      Semoga Allah SWT selalu melindungi kita. Aamiin …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s