Seharian Bersama Al Qur-an


image

Saat ini sedang marak-maraknya gelombang aksi mencintai Al Qur-an melalui program ODOJ (One Day One Juz) atau program membaca Al Qur-an 1 juz/hari. Sedikit yang saya tau tentang ODOJ ini adalah bahwa program ini sudah digagas sejak Ramadhan yang lalu, dalam rangka memertahankan suasana kondusif berinteraksi dengan Al Qur-an pasca bulan suci itu. Per hari ini grup ODOJ, yang masing-masing beranggotakan 30 orang, sudah mencapai jumlah 1.713 grup atau lebih dari 51 ribu anggota. Subhanallah

Yang menarik adalah bukan cuma pada jumlah anggota di atas, tapi juga pada ide awal ODOJ dimulai yaitu mengajak orang untuk menjaga interaksinya dengan Al Qur-an setiap hari. Dulu, gurauan yang sering muncul di tabligh-tabligh atau di majelis-majelis ta’lim adalah bahwa Al Qur-an:
1. Dianggap sebagai benda suci yang mesti dikeramatkan sehingga ditaruh di tempat yang tinggi (biasanya di atas lemari) sehingga jarang tersentuh hingga berdebu
2. Dibaca untuk momen2 ibadah saja, khususnya malam Jum’at atau saat ada yang meninggal, sehingga Al Qur-an hanya dibaca saat dibutuhkan.
3. Tidak lebih populer bagi umat Islam dibanding koran, sehingga koran bisa dibaca setiap hari bahkan lebih dari sekali sedang Al Qur-an belum tentu setiap hari.

Nah, meski sebelumnya saya juga punya target pribadi tilawah Al Qur-an 1 juz/hari tapi tiada salahnya ikut dalam program kebaikan seperti ODOJ ini kan. Dan karena memang sudah jadi komitmen saya untuk bisa meningkatkan kualitas interaksi dengan Sangkholik melalui firman-firman dalam Al Qur-an maka saya juga ikut dalam program membaguskan bacaan di Rumah Tajwid (Rumta). Sudah lama secara logika, umur ini dipake untuk banyak hal maka tiada salahnya menyisihkan satu-dua jam/hari dan satu hari/pekan untuk konsentrasi belajar Al Qur-an.

Ahad ini rupanya menjadi hari spesial. Bukan cuma karena shohib saya ultah … he he he, tapi karena hari ini ada 2 event sekaligus terkait program-program di atas. Alhamdulillah hari ini saya mulai program ODOJ dalam grup persiapan “Al Bayan” dan sekaligus hari pertama perkuliahan di Rumta pada Gelombang ke-17. Jadi bisa dibilang hari ini saya seharian bersama Al Qur-an. Memang sebenarnya ini baru pemanasan, karena hari libur saya bisa meluangkan waktu untuk kedua program ini. Ujian sesungguhnya dimulai besok, apakah saya masih bisa menjalani keduanya dengan baik atau tidak. Bismillah

image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s