Tentang Pemilu… (Bag. 1)


Alhamdulillah… meski masih ada beberapa daerah yang mesti melakukan pencoblosan ulang, Pemilu anggota legislatif tanggal 9 April kemarin berjalan lancar. Tugas saya sebagai anggota KPPS pun berakhir saat menyerahkan kotak-kotak berisi surat-surat suara beserta berita acara perhitungannya ke PPS dan sudah menerima honor sebagai kompensasi dari pelaksanaan pencoblosan di TPS hingga tengah malam. Tapi sebenarnya masih ada pekerjaan yang mesti dilakukan, memastikan suara para pemilih dihitung secara tepat tanpa perubahan hingga di tingkat nasional.

Tahapan Pemilu selanjutnya yang mungkin tidak diketahui semua orang adalah perhitungan suara di PPS (Kelurahan), PPK (Kecamatan), KPUD (Kabupaten/Kota dan Provinsi), hingga KPU Pusat. Bahan perhitungan di semua tahap itu adalah berita acara perhitungan dari seluruh TPS berjenjang hingga provinsi bentuk plano (besar). Data dukungnya berita acara ukuran folio dan surat suara. Semestinya jumlah suara dari ketiga jenis berkas itu tidak berbeda. Saat perhitungan suara plano yang dipakai, bila ada selisih maka dilihat bentuk folionya tapi bila masih selisih juga barulah surat suara dihitung ulang.

Masalah yang sering muncul adalah:
1. Berita acara plano dari TPS tidak memberikan data yang valid.
Seringkali saat perhitungan suara di PPS ditemui selisih suara akibat kekeliruan KPPS memahami aturan main atau sekedar ketidakcermatan. Misal ketika jumlah surat suara sah, tidak sah, rusak dan tidak terpakai tidak sama dengan jumlah surat suara yang diterima KPPS. Atau ketika rekap suara tidak sama dengan rinciannya, mengingat ada 2 jenis suara: untuk caleg dan untuk partai. Hal ini sering jadi perdebatan sengit di tingkat PPS, terlebih karena KPPS tidak bisa dikonfirmasi karena tidak hadir saat perhitungan.

image
Perhitungan suara di TPS

2. Data dukung berita acara plano tidak ditempatkan sesuai petunjuk KPU.
Seharusnya surat suara sah DPR RI digabung dengan surat suara sah DPD RI dalam kotak suara DPD sedangkan kotak suara DPR RI hanya berisi berita acara plano. Ini sebenarnya untuk memudahkan PPS melakukan perhitungan dengan cukup membuka 1 kotak suara saja (DPR RI), sehingga kotak-kotak lain dan surat suara sah tidak perlu diotak-atik PPS. Sayangnya seringkali ketentuan ini tidak diindahkan KPPS sehingga menambah beban kerja PPS yang mesti memindahkan isi sesuai kotaknya selain menghambat proses perhitungan manual.

image
Kotak-kotak suara di TPS

3. Lemahnya pengawasan atas pelaksanaan penghitungan, penyerahan dan rekapitulasi suara yang mestinya dilakukan oleh PPL/Bawaslu.
Seperti saat saya bertugas kemarin, tidak ada PPL yang menyambangi TPS saya dari awal sampai akhir dan tidak ada petugas Bawaslu memantau penyerahan kotak/surat suara dari KPPS kepada PPS. Memang ada pengamanan dan pengawalan oleh petugas Kepolisian tapi fungsinya minim. Akibatnya tidak ada pihak selain KPPS dan saksi yang bisa mengkoreksi saat terjadi kekeliruan atau bahkan kecurangan.

image
Pengamanan TPS oleh pamsung

4. Sistem pengamanan suara yang terkesan seadanya sehingga rawan dimanfaatkan pihak-pihak berkepentingan.
Saya agak menyayangkan bahwa kotak suara Pemilu tahun ini dibuat dari kardus bukan seng. Bahkan ketika kotaknya seng pun kecurangan masih bisa dilakukan, bagaimana dengan kotak suara kardus. Selain itu prosedur pengamanan surat suara dengan sampul bersegel dan kotak dengan gembok bersegel juga sangat berisiko. Selain kotak yang sangat mudah dijebol, segel dan kunci tidak digunakan sebagaimana mestinya. Untuk apa kotak dikunci dan disegel jika kunci bisa diakses mudah oleh siapapun dan segel dimiliki oleh banyak pihak?

image
Kotak suara dan kuncinya

Nah, mungkin masih ada banyak masalah lain dalam proses pelaksanaan dan perhitungan tapi sementara itu dulu. Mari kita berdiskusi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s