Metodologi Penulisan Ilmiah


Setelah hampir 2 tahun bergelut dengan pengajaran di sekolah tinggi, akhirnya saya harus mau “dipaksa” untuk ikut mereviu tugas akhir dari mahasiswa tingkat akhir. Awalnya saya tentu nervous mengingat saya belum punya pengalaman mereviu tulisan ilmiah, tapi berbekal ke-nekad-an yang saya dapatkan sejak lulus SMA dulu tugas ini saya kerjakan juga. Nah, terkait tugas akhir berbasis penelitian dan perancangan yang sesuai dengan background pendidikan di sekolah kedinasan ini saya mendapati pertanyaan khususnya tentang metodologi penulisan ilmiah. Sebagai reviewer tentu saya harus bisa membedakan berbagai metode penulisan yang mungkin dipakai oleh mahasiswa, karenanya saya mesti belajar banyak.

Metodologi Penulisan Ilmiah
Metodologi umumnya disebutkan dalam berbagai tulisan ilmiah mulai dari essay, skripsi, tesis, atau desertasi. Metodologi menjadi bagian penting dalam penulisan ilmiah karena dengannya sebuah tulisan baik penelitian maupun perancangan bisa disebut sebagai tulisan ilmiah.

Dari berbagai sumber saya dapati bahwa metodologi penulisan umumnya membahas jenis, subyek/populasi, ruang lingkup, skema/kerangka berpikir dan proses/tahapan sebuah tulisan disusun. Bahkan sampai sebelum saya menulis ini, saya masih beranggapan metodologi penulisan ilmiah sama saja dengan metodologi penelitian. Itu artinya cuma ada dua pilihan metodologi penulisan ilmiah yaitu kuantitatif dan kualitatif. Ternyata saya keliru, karena selain penelitian sebuah penulisan ilmiah juga bisa berbasis perancangan. Ini saya baca dari tulisan Hanson E. Kusuma di laman berikut. Nah, sebelum saya masuk ke detil metodologi kira-kira apa bedanya penelitian dan perancangan?

Penelitian vs. Perancangan
Penelitian menurut saya cakupannya lebih luas dari perancangan. Perancangan sekalipun umumnya merupakan tindak lanjut dari suatu penelitian, meski tidak semua demikian. Misal, perancangan jembatan penyebarangan Suramadu. Ada banyak penelitian baik teknik maupun non teknik (umumnya disebut sosial) terkait ide ini jauh sebelum jembatan dibangun. Sesudahnya barulah muncul perancangan terkait jembatan ini. Dari sisi teknik tentu berhubungan dengan arsitektur dan sipil bangunan, sedangkan sisi sosial bisa berhubungan dengan pembiayaan, atau bahkan regulasinya.

Dari berbagai sumber saya dapati pengertian dan ruang lingkup penelitian dan perancangan sebagai berikut. Penelitian merupakan upaya yang dilakukan untuk menemukan suatu permasalahan, merumuskannya dalam formula ilmiah dan mensintesa solusi atas permasalahan tersebut. Hasil penelitian bervariasi tingkatannya mulai dari yang bisa diimplementasikan sampai dengan yang baru tataran wacana bahkan pengetahuan. Sedangkan perancangan adalah upaya untuk menemukan solusi atas suatu permasalah yang diwujudkan dalam bentuk konsep atau rancangan yang bisa diwujudkan secara riil. Hasil perancangan umumnya berupa purwarupa (prototype), renstra, atau rencana umum (blueprint).

Dari penjelasan di atas dapatlah saya simpulkan bahwa penelitian berbeda dari perancangan baik dari sisi latar belakang, tujuan, maupun tentu metodologi. Berikut ini metodologi penulisan ilmiah, yang dibedakan atas penelitian dan perancangan, yang saya rangkum dari berbagai sumber.

Metodologi Penelitian
Secara garis besar penelitian bisa ditempuh dengan dua pendekatan (metode) yaitu metode kualitatif dan metode kuantitatif. Metode kualitatif adalah pendekatan dalam sebuah penelitian yang menekankan pada pembentukan konsep atau teori, di mana penelitian berawal dari kondisi riil di lapangan yang dibandingkan dengan landasan teori yang ada. Metode ini lebih banyak menggunakan deskripsi yang menguatkan hipotesa untuk dijadikan kesimpulan dibandingkan data-data statistik dan matematis. Sedangkan metode kuantitatif adalah pendekatan penelitian di mana teori menjadi landasan berpijak untuk mendapatkan data-data statistik dan matematis yang penting dalam pengambilan kesimpulan. Metode ini menekankan pada hubungan data-data dengan hipotesa, mengukur kedekatan atau faktor pengaruh atas suatu kondisi.

Metodologi Perancangan
Menurut Hanson E. Kusuma, metodologi perancangan meliputi: …

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s