Belajar Baca-Nulis (Lagi)

Saya mulai menulis blog ini beberapa saat sesudah kelahiran putra kedua saya (hampir delapan tahun lalu). Waktu itu saya sedang kuliah, dan aktif berlanjut sampai sebelum saya mulai aktif mengajar di kampus. Seiring aktifitas saya sebagai pengajar itulah kira-kira saya jadi agak malas menulis. Entah karena jarang punya waktu luang untuk menulis atau memang semangat menulis saya mati eh… mati suri maksud saya. Padahal saat ini, ketika saya sudah memutuskan untuk menjadi full-timer pengajar, menulis menjadi salah satu kewajiban saya. Duh…

Sebenarnya menjadi blogger itu aktifitasnya memang tidak hanya menulis, melainkan membaca juga. Nah ini… yang saya juga menurun sekali semangatnya. Saya ingat dulu waktu masih di SD, mungkin sampe SMA lah, begitu menyukai membaca. Dulu memang belum ada internet, jadi sebagian besar waktu luang saya habiskan untuk membaca wabil khusus komik dan novel he he he… Tapi sejak kuliah hingga sekarang semangat membaca saya menurun drastis. Meski saya masih suka komik dan mungkin juga novel tapi saya jarang sekali melakukannya. Gantinya lebih asik membaca dan menulis di medsos terutama grup-grup Whatsapp. Ups… ini masalahnya.

Sekarang, saat saya sudah hampir 2 tahun bekerja di kampus, saya merasa sudah saatnya saya kembali harus memaksakan diri untuk menjadikan kembali membaca dan juga menulis menjadi hobi saya. Titik.

Saya mesti meluangkan waktu khusus untuk itu dan bukan lagi hanya waktu luang. Sepertinya beberapa menit sebelum tidur bisa menjadi alternatif utama saya untuk melakukannya. Bismillah…

Cacat Produksi?

Sudah beberapa kali saya melihat yang seperti ini di jalanan. Mungkin 1-2 dari yang saya lihat memang mengalami tabrakan atau setidaknya serempetan. Tapi sisanya saya lihat mulus-mulus saja. Mungkinkah ini cacat produksi?

Sekilas dari yang saya lihat, sambungan bodi atas ban depan terlepas dari bagian bodi depan. Sepertinya desain sambungannya tidak terlalu kokoh dan tidak ada bautnya, melainkan menggunakan pengait yang menjadi bagian dari keduanya tetapi kurang klik sehingga mudah terlepas ketika mendapat benturan atau beban yang cukup besar.

Sepertinya Toyota mesti memerhatikan lagi desain bodinya mengingat harga sebuah Avanza sekarang semakin mahal. He he he… mohon maaf kalo komentar saya terlalu dangkal atau malah salah total, mengingat saya bukan pengguna. Salam.

Info Masjid (1)

Jika Anda sedang melintasi Jalan Sawangan Raya dari atau menuju Jalan Nusantara dan saat itu waktu sholat maka Anda bisa berhenti untuk menunaikan sholat di Masjid Nurul Islam. Lokasinya di pinggir Jalan Mangga Raya sekitar 15 meter ke Barat dari persimpangan Jalan Rambutan Raya dan Jalan Mangga Raya. Insya’Allah Anda tidak akan kesulitan  menemukannya bahkan tanpa menggunakan peta sekalipun.

Fasilitas Masjid

Masjid Nurul Islam adalah masjid jami’, artinya di masjid ini diselenggarakan sholat berjama’ah 5 waktu dan di hari Jum’at diselenggarakan sholat Jum’at. Kapasitas/daya tampung masjid ini cukup besar, sekitar 600 jama’ah. Terdiri dari 2 lantai, di waktu sholat fardhu selain Jum’atan yang digunakan hanya lantai utama dengan jama’ah putri/akhwat di belakang jama’ah putra/ikhwan dibatasi dengan hijab tidak permanen.

Tempat wudhu dan toilet baik untuk ikhwan maupun akhwat terletak di sudut Barat Laut masjid. Tempat wudhu tambahan ada di bagian depan Tenggara masjid khusus untuk ikhwan.

Tempat parkir motor terletak di Utara masjid, sedangkan parkir mobil belum tersedia. Bila Anda membawa mobil maka bisa titip parkir di parkir minimarket di dekat masjid atau di pinggir jalan depan masjid.

Masjid ini dilengkapi dengan karpet tebal yang nyaman dan pendingin ruangan berupa kipas angin dan AC. Juga tersedia sarana multimedia berupa televisi LCD di dua sisi dinding Barat masjid. Sound system masjid juga cukup bagus dengan kualitas suara yang jernih.

Marilah kita ramaikan masjid dengan sholat fardhu 5 waktu secara berjama’ah.