Puasa Ramadhan #28

Menjadi manusia adalah takdir dari Allah, kewajiban kita adalah memilih jalan yang benar. Menjadi pegawai negeri adalah takdir, kewajiban saya adalah melakukan tugas dengan benar. Menjadi bawahan adalah takdir, kewajiban saya adalah mengikuti pemimpin yang benar. Inilah politik kehidupan, memilih yang benar untuk kebahagiaan hakiki. Karena hidup hanya 2 kali, dunia dan akhirat.

*_Pesan dari Desa_*

– Masa tunggu haji di Kebumen sekarang 22 tahun, kuota haji tidak jadi ditambah pemerintah Arab Saudi karena Jokowi tidak menerima paket ekonomi Raja Arab. Jokowi lebih memilih Cina untuk investasi di proyek-proyek infrastrukturnya, padahal model Cina paket pekerjaan adalah dengan pekerjanya maka menganggurlah pekerja-pekerja kita.
– Ekonomi akar rumput sangat memrihatinkan, pajak bagi rakyat terus dinaikkan. Contoh: harga kelapa sekarang Rp 1.000,-/buah di pasar harga jual petani hampir *gratis*, harga sapi 450kg turun sampe *Rp 8,5 jt* padahal dulu setidaknya Rp 10,5 jt (daging potong per sapi cuma dihargai 85kg padahal dulu dihargai 105kg), beras petani dipersaingkan harga dengan beras impor sehingga petani tidak pernah menikmati jerih payah (dulu beras impor dibatasi agar harga beras lokal tidak jatuh di pasar).

Kalaulah infrastruktur itu menjadi prioritas nasional, maka perlu pendekatan yang lebih *manusiawi* buat rakyat kecil sehingga tidak menjadi korban. Meskipun dari kacamata kenegaraan boleh jadi pengorbanan rakyat itu menjadi *kontribusi* bagi pembangun. Pemimpin yang adil bukanlah pedagang yang berorientasi pada kelancaran bisnis semata tetapi juga memerhatikan betul nasib rakyat yang dipimpinnya dan menakar kesanggupan mereka mendorong kemajuan, bukan mengorbankan mereka seolah tiada makna. Demikian mohon maaf ya. Tapi buat saya *#2019gantiPresiden* tetap jadi pilihan.

Iklan

Puasa Ramadhan #15

Anak kecil saja bisa…

Kira-kira kalau Anda dibilang orang seperti itu, apa yang muncul di benak Anda? Mayoritas tentu merasa malu atau bahkan marah. Nah, tidak untuk hal yang satu ini…

Tahfizhul Quran

Menghafal Al Quran adalah perkara yang umumnya orang akan bilang susah, tapi nyatanya kita disuguhi tayangan tivi “Hafizh Cilik” yang menampilkan para penghafal Quran cilik. Ini tentu kontradiktif bukan? Di saat kebanyakan orang dewasa menganggap hal itu tidak mudah dilakukan dan butuh waktu lama, di saat yang sama anak-anak kecil dan remaja melakukannya dalam waktu yang bahkan sangat singkat.

Memang, menghafal lebih mudah dilakukan anak-anak dan remaja dibanding orang dewasa tapi kalo yang dihafal lebih dari 600 halaman tentu tidak bisa dibilang biasa. Meski begitu banyak ulama memotivasi kita untuk menghafal Al Quran dengan alasan ia mudah dihafalkan, sebagaimana tersebut dalam Surat Al Qomar (54:17) sebagai berikut:

  • وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ

“Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Quran untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?”

Nah, bagaimana menurut Anda? Apakah masih beranggapan hal itu sulit, atau sudah muncul optimisme dalam diri bahwa kita yang sudah dewasa inipun bisa menghafal Al Quran. Mari berbagi cerita…

Puasa Ramadhan #6

Beberapa tahun lalu di Youtube saya menemukan tema yang tidak pernah saya pikirkan terlalu dalam/serius sebelumnya, Flat Earth alias Bumi Datar. Entah kenapa saya tertarik untuk mengikuti serialnya dari awal sampai akhir dan menjadi mulai terpengaruh. Saya juga melihat-lihat artikel terkait termasuk tulisan seorang PNS Batan yang kontra atas tema tersebut. Meski begitu saya tidak serta merta menjadi pengikut salah satu darinya, Flat atau Globe Earth.

Saya sadar ilmu dan kemampuan saya terlalu awam untuk bisa membuktikan kebenaran teori bumi dan langit ini sehingga lebih tertarik untuk mencari dalil-dalil naqli (wahyu Allah dalam Al Qur-an) yang terkait dengan hal tersebut. Beberapa rekan kerja termasuk junior saya di kantor sempat menegur saya, untuk apa memikirkan sesuatu yang tidak akan mengubah apapun. Bisa dibilang saya dianggap melakukan hal yang sia-sia. Boleh jadi begitu tapi pada akhirnya saya percaya bahwa apa yang saya lakukan tidak serendah itu, karena Allah menyebut-nyebut Ulil Albab dalam Al Qur-an di mana ia adalah manusia yang menggunakan akal pikiran untuk berbagai hal baik yang Allah wahyukan dalam kitab-kitab suci maupun alam semesta ini.

Lalu mengapa ini begitu penting? Dalam logika saya, manusia diberikan akal untuk mendukung keimanan. Meskipun semua manusia punya akal tetapi tidak semua punya iman. Ini menjadi pembeda, orang beriman dengan orang kafir/tidak beriman. Jika orang beriman menggunakan logika yang berujung pada keyakinan pada Allah, sedangkan orang tidak beriman tidak peduli apakah ujung penggunaan logikanya kecuali untuk kehidupan di dunia. Nah, ketika saya mengikuti atau membenarkan teori yang dimunculkan oleh orang kafir maka boleh jadi saya menjadi bagian dari golongannya. Saya tidak bilang pemikiran orang kafir tidak obyektif, tetapi sebagai orang beriman saya tetap harus selektif dan kritis atas motivasi di balik pemikiran tersebut. Mengutip ungkapan seorang Yahudi Amerika terkemuka, nothing personal it’s just business.

Sekarang coba kita tengok teori asal muasal alam semesta yang diyakini orang awam…

Bersambung ke Puasa Ramadhan #7

Puasa Ramadhan #5

Kultum Ramadhan

Menjadi Baik by DM (bukan cagub)

Nabi menegaskan tujuan risalah agama adalah menyempurnakan akhlak manusia, membuat orang menjadi baik. Seruan mengajak orang menjadi baik tdk hanya melalui lisan juga dg teladan yg luhur dalam akhlak keseharian.

Anas bin Malik membuat pengakuan, ” Sungguh aku telah melayani Nabi selama 10 thn, beliau tdk pernah berkata kpdku ‘Uff/ Ahh’, tdk pernah berkomentar tentang apa yg kulakukan ‘Mengapa kamu lakukan ini’, dan tentang apa yg tdk aku lakukan ‘Mengapa kamu tdk melakukan yg ini’.

Sikap pemaaf, al afwu jelas tergambar dari kisah diatas. Al afwu, tdk menuntut manusia bersikap ideal thdp kita atau menginginkan orang sesuai kehendaknya. Tugas kita hanyalah banyak berlapang dada, mampu menerima, memahami keterbatasan dan memaafkan kekurangan orang lain

Ibnu Qoyyim merangkum sosok Nabi sebagai pribadi yg suka tersenyum, lemah lembut, rendah hati tanpa merendahkan diri, dermawan tanpa menghamburkan uang, dan sangat menyayangi dan menghargai sesama.

Saudaraku, orang baik cenderung lebih banyak tersenyum. Percaya atau tidak, kebaikan seseorang bisa ditunjukkan dari cara dia tersenyum. Mengapa? Karena semakin banyak orang tersenyum, maka Hawa Positif akan bertebaran disekitarnya. Selain itu, dengan tersenyum, orang akan terkesan lebih ramah dan bisa dipercaya.

Pikiran-pikiran negatif seperti iri hati & dengki jarang menghinggapi orang baik. Orang Baik akan selalu menanamkan pikiran positif dalam hidupnya. Bahkan saat dia mengalami masa-masa sulit sekalipun sehingga akan tetap menyebarkan suasana nyaman.

Orang Baik biasanya lebih sering menyapa duluan. Orang baik tidak akan keberatan untuk menyapa semua orang, bahkan terhadap orang yg berbuat jahat padanya sekalipun.

Orang Baik selalu terhindar dari rasa menjadi orang penting ingin dicari dan dibutuhkan. Karena memiliki keikhlasan biasanya dia tidak membutuhkan pengakuan orang atas kinerjanya selama ini. Orang Baik tdk ingin menunjukkan bahwa dia baik. Tapi orang jahat akan selalu membangun citra baik untuk (kekurangan) dirinya.

Orang Baik pandai mengendalikan emosi. Mereka terlihat sangat sabar dan toleran. Tidak mengutamakan kepentingan diri sendiri.

Orang Baik suka bertutur dan berbagi hal2 yg bermafaat dengan tujuan memberi tahu mengajak kebaikan. Tiga kata sakti orang baik ‘Maaf, Tolong dan Terima Kasih’.

Orang Baik tidak akan keberatan untuk mengakui kelebihan orang lain. Apalagi jika dia merasa bersalah. Mereka tidak akan segan-segan untuk meminta maaf dan memperbaiki kesalahan.

Semoga kita bisa melatih diri menjadi orang sabar dalam menghadapi kejahatan, perilaku orang jahat dan berusaha mengajak mereka yg jahat menjadi baik.

Semoga Allah menuntun kita menjadi orang baik di bulan yg penuh keberkahan dan kebaikan ini… Aamiin_..

Allahu a’lamu bishowab

5 Ramadhan 1439

Puasa Ramadhan #4

Ibadah apa yang paling disukai Allah di bulan Ramadhan? Setidaknya 2 hal yang bisa membuat pelakunya masuk surga. Berikut penjelasannya…

Sholat malam atau qiyamullail. Di Ramadhan sebagian kaum muslimin secara rutin menjalankan sholat malam yang biasa disebut Tarawih. Malam-malam awal umumnya masjid dan musholla penuh oleh jama’ah sholat, sesuai hadits yang menyebutkan bahwa barangsiapa mendirikan sholat malam di bulan Ramadhan dengan landasan iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Hal ini tentu menjadi amalan yang Allah sukai, meski sayang biasanya shof Tarawih semakin “maju” seiring berjalan bulan puasa ini.

Shaum dan tilawah Al Quran. Puasa selain menjadi perintah ibadah utama di bulan Ramadhan juga menawarkan berbagai keutamaan bagi pelakunya. Banyak sekali hadits yang menjelaskan hal tersebut, di antaranya kebahagiaan bertemu dengan Rabb di akhirat, dimasukkan ke surga dari pintu Ar Royan, hingga diampuni dosa-dosa yang telah lalu. Sedangkan tilawah Al Quran akan memberikan kebaikan berupa pahala 10 kebaikan setiap hurufnya selain ia akan memberikan syafaat kelak di akhirat.

Itulah amalan-amalan yang disukai Allah di bulan Ramadhan. Bagaimana puasa kita hari ini?

Yang terpinggirkan…

Pagi ini jalan-jalan ke Monas, tugu kebanggaan warga Jakarta dan para pemimpin negara ini. Setiap ganti presiden dan gubernur, ada saja perubahan wajah Monumen Nasional. Seperti tahun ini, ada gedung baru menjulang di selatannya. Bukan yang ini…

Tapi yang ini…

Keren kan. Siapa dulu dong… #hushh jangan sombong ah.

Tetapi sesaat setelah mengaguminya, ada fenomena yang menusuk di hati. Seorang pria muda suku Baduy datang menawari saya madu hutan, dengan senyum tulus penuh harap saya mau membeli bawaannya itu. Saya sendiri tertegun, yang muncul spontan adalah penolakan. Kemarin baru beli madu, gumam saya. Lalu iapun berlalu meninggalkan saya, sembari terus menawarkan madu ke orang-orang lain di sekitarnya tetap dengan senyuman itu. Setelah semua orang yang ditawari menolak, ia melanjutkan langkahnya dengan kepastian. Langkah tanpa alas kaki yang khas, menjemput rizki Allah.

Memandanginya berjalan menjauh, hati saya berteriak… Kenapa tidak kamu beli madunya? Pelit sekali kamu, bahkan mengeluarkan sedikit rizki untuk sesama manusia saja mikirnya panjang banget. Dasar…

Itulah nasib kaum yang tersudut, yang tidak merasakan kemajuan negeri ini. Mereka yang selalu… terpinggirkan.

Kemarahan vs. Keramahan Berkendara

Di sebuah jalan kota besar di nusantara. Seorang ibu paruh baya berjalan tertatih menyeberangi jalan lalu berhenti di tengah karena sebuah mobil membunyikan klakson kencang-kencang tanpa mengurangi lajunya melalui ibu tadi. Tanpa diduga si pengendara mobil membuka kaca jendelanya lalu meneriakkan kalimat pendek, “Kalo nyebrang pake mata dong…!!”. Tampak raut muka ketakutan di wajah si ibu saat mobil itu berlalu menjauhinya.

Pada saat yang sama di sebuah jalan raya, di ibukota suatu negara Amerika Selatan. Seorang kakek tua berdiri di tepi jalan dengan tongkatnya, sebelum menyeberang ia menjulurkan tangannya ke depan. Sebuah mobil mewah melaju kencang mengarah ke jalan tempat si kakek menyeberang, lalu berhenti tepat di belakang zebra-cross. Si sopir tersenyun sambil memberikan isyarat kepada kakek itu untuk menyeberang di depannya.

Bagaimana menurut Anda, mana yang lebih sering Anda temui di jalanan?

Saya sudah hampir 20 tahun tinggal di Jabodetabek dan lebih sering menemui kejadian pertama dibanding yang kedua. Saya begitu takjub ketika berkesempatan mengunjungi Brazil dan menemui kejadian kedua. Entah dari mana munculnya istilah yang tenar itu, Indonesia terkenal karena keramahan penduduknya. Pada contoh kasus ini, jelas tidak ada keramahan di kejadian pertama. Somehow, keramahan itu ada di sisi lain dunia.

Mungkin ini konsekuensi menjadi penduduk dari negara berkembang khususnya di kota besar, orang lebih mudah marah bahkan untuk berbagai hal termasuk berkendara. Huh dasar… #sambilmarahmarah

Zaman-old vs. Zaman-now

Sopir angkot, dan sopir-sopir moda transportasi sejenis, kini semakin terdesak oleh para pesaing usaha jasa transportasi. Ya, transportasi online kini menjadi moda transportasi yang makin dominan. Tak pelak lagi, banyak sopir angkot akhirnya banting setir menjadi driver ojek atau taksi online. Hal ini tentu dipandang sebagai hal yang lumrah di dunia usaha, tetapi bisa menjadi petaka bagi orang-orang yang karena kondisinya gagal move on untuk mengikuti perkembangan zaman.

Bisnis berbasis online memang mulai merajai pasar dunia, tidak terkecuali di tanah air. Tidak sedikit toko, mall, dan supermall konvensional mesti mencari 1.001 cara untuk bertahan melawan gelombang besar berpindahnya pelanggan mereka ke toko, mall dan supermall online. Bahkan beberapa sudah mengibarkan bendera putih, sedang sebagian beralih ke basis online mengikuti pesaingnya. Lagi-lagi inilah keniscayaan dalam dunia usaha.

Saat saya kecil dulu bermain game mesti punya gamewatch atau konsol game macam Nintendo atau Sega. Atau kalo tidak punya cukup tabungan untuk membeli alat game tadi saya biasa pergi ke game station untuk bermain ding-dong. Saat itu harga mainan game puluhan sampe ratusan ribu sedangkan main ding-dong hanya seratus hingga 5 ratus perak per game. Sebagai pembanding, harga semangkuk mi ayam waktu itu 3 ratus perak saja. Kebayang kan usia saya berapa 😁

Sekarang anak-anak kita dimanjakan dengan berbagai game online yang tentu membutuhkan koneksi internet berbayar. Dan jika membutuhkan mereka bisa menambah fitur game yang dimainkan dengan membelinya langsung dengan pulsa yang dimiliki. Saat ini saja saya sudah kewalahan dengan kebutuhan anak laki-laki paling kecil saya terhadap Youtube. Kalo dituruti bisa habis belasan atau puluhan ribu sehari. Weleh-weleh 😌

Di Antara Para Bebek Matic

Hampir 10 tahun motor itu menemani kami sekeluarga. Sudah tua memang, tapi masih gagah lah mengantar saya setiap hari pp rumah-kantor. Tua tua keladi hi hi hi… Sejarahnya panjang dan lebar, manfaatnya luas dan berisi. Pengalaman memilih motor itu saya tuliskan di sini. Dialah salah satu warisan mendiang istri saya. Sudah seperti istri kedua, eh maksudnya istri keempat buat saya #ups

Dulu ada motor tua, lebih tua dari motor ini. Masih dari pabrikan yang sama tapi sangat senior, masih 100cc. Meski begitu motor tua itu tidak kurang hebat sejarahnya dibanding motor ini. Saat saya melepasnya, saya masih berharap motor itu bisa memberi manfaat untuk pemilik barunya. Saya ini saya tidak tau di mana motor tua itu, tapi saya masih menyimpan fotonya. Seperti istri ketiga buat saya #upslagi

Continue reading “Di Antara Para Bebek Matic”

Gerhana Bulan dan Sholat Khusuf

Tahun ini Indonesia secara umum kebagian peristiwa alam yang konon sangat jarang (150 tahun sekali, wow). Kalo mo baca referensinya silakan di sini. Tapi saya bukan ingin membahas tentang itu. Kebetulan momentum itu dimanfaatkan sebagian netizen dan komunitas (khususnya WAG) untuk mengajak kaum muslimin mengamalkan sunnah Rasul terkait peristiwa ini. Ya, kaum muslimin kemudian berbondong-bondong ke masjid untuk melaksanakan sholat sunnah Khusuf. Referensinya bisa dibaca di sini.

Berikut ini beberapa foto dokumentasi dan khutbah sholat Khusuf yang sempat saya simpan. Silakan menyimak, semoga bermanfaat untuk Anda.

Continue reading “Gerhana Bulan dan Sholat Khusuf”